Arsip Tag: free software

Paten Software Merugikan Komunitas Free Software


Bismillahirrahmanirrahim.

Copyright © 2016 Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini tersedia dalam PDF dan ODT.

Tulisan ini berbicara mengenai bahaya paten software yang mengakibatkan banyak Free Software mengalami kekurangan fitur dibanding software proprietari komersial. Tulisan ini awalnya berjudul Mengapa Free Software Mengalami Kekurangan Fitur? tetapi diubah pada 16 Maret 2016 menjadi berjudul yang sekarang. Tulisan ini diharapkan membangkitkan kesadaran setiap orang terhadap perlunya Free Software. Tulisan ini disusun dalam format tanya jawab atau FAQ supaya tepat sasaran dan mudah dimengerti. Saya bukan hanya menulis ini untuk mereka yang bertanya-tanya kenapa Free Software seperti LibreOffice, GIMP, Inkscape, ODF, dan OGG Vorbis mengalami kekurangan fitur. Namun juga saya meniatkan tulisan ini sebagai pengantar buat siapa saja yang hendak menggunakan Free Software, baik pengguna baru maupun yang sudah lama. Baca lebih lanjut

Antara Penamaan “GNU/Linux” dan “Linux”


Bismillahirrahmanirrahim.

Hak Cipta © 2016 Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini tersedia dalam PDF dan ODT.

Mengenal penamaan GNU/Linux[GNU, Penamaan] dapat membantu pemula untuk mengetahui secara tepat bagaimana sistem operasi Free Software tersebut, bagaimana komunitasnya, bahkan bagaimana sebuah sistem operasi dibuat. Penyebutan nama “Linux” untuk menyederhanakan penamaan diakui memang berhasil memasarkan sistem operasi GNU/Linux itu sendiri, tetapi akan terlihat celahnya yaitu sejumlah kebingungan pada pemula. Saya mengakui bahwa perdebatan nama yang dua ini sangat panjang, dan sebagian besar orang memilih tidak peduli. Oleh karena itu saya akan bahas hal itu di sini untuk membantu memahamkan pemula pengertian-pengertian yang bersih dan mudah dipahami tentang Free Software, Open Source, sistem operasi GNU/Linux itu sendiri, bahkan BSD. Semoga tulisan ini menjadi baik sebagai pengantar untuk pemula yang baru mengenal GNU/Linux.  Baca lebih lanjut

Otodidak Versi 1 Dirilis


Pemula-1Bismillahirrahmanirrahim,

Halaman ini dimutakhirkan pada 14 Agustus 2016

Dengan mengharap rahmat Allah, saya merilis aplikasi Otodidak versi 1 hari ini. Otodidak adalah aplikasi open source baru yang terinspirasi dari Electrodroid, dengan kegunaan utama sebagai aplikasi belajar Linux yang all-in-one untuk pemula. Otodidak mulai dibuat pada 6 November 2012 dan siap diunduh hari ini. Dengan antarmuka GUI berbahasa Indonesia, prinsip click and run, beserta dominasi gambar untuk menjelaskan, jadilah Otodidak aplikasi khusus untuk orang awam dan pemula dalam belajar Linux. Otodidak dirilis untuk Linux dan Windows (serta Mac OS X) dengan harapan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Otodidak dirancang agar bisa dimanfaatkan oleh perorangan, sekolah dasar maupun menengah, perguruan tinggi, korporasi, warnet, dan siapa pun yang ingin migrasi ke sistem operasi Linux. Kini dengan Otodidak, diharapkan pembelajaran Linux dapat dikurangi kerumitannya karena cukup membuka satu aplikasi ini untuk:

1) Simulator Terminal (Anda bisa belajar Terminal tanpa Terminal).

2) Kumpulan tutorial instalasi modem di Ubuntu.

3) Kumpulan penjelasan mengenai Ubuntu semisal kelebihan/kekurangan.

4) Tabel perbandingan aplikasi Windows dan Ubuntu.

5) Semua kumpulan pengetahuan Linux bergambar.

6) Tutorial instalasi aplikasi di Ubuntu.

7) Tutorial instalasi kodek MP3 di Ubuntu.

8) Kumpulan penjelasan mengenai 5 desktop environment di Linux.

9) Kumpulan perintah Terminal yang sering digunakan.

10) Kumpulan trik cepat menggunakan Terminal.

11) Kumpulan pengetahuan dasar Linux, GNU, Free Software, Open Source, Repositori, dan cara belajar Linux dalam Bahasa Indonesia dan disertai ilustrasi (didesain dengan Inkscape).

Otodidak dirancang agar sederhana. Karenanya Otodidak dirilis dalam format DEB (bisa langsung diinstal di Ubuntu) dan EXE (Windows). Dan siapa pun yang menemukan kerumitan atau kesalahan di dalamnya hendaklah melaporkan ke pengembangnya.

Unduh Otodidak

Linux dan Windows: Otodidak_versi_1.jar (12 MB)

Ubuntu: Otodidak_versi_1.deb (12 MB)

Windows: Otodidak.exe (12 MB)

Kode Sumber:

*) Linux lainnya dan Mac OS X bisa menggunakan versi JAR saja (terima kasih untuk Pak Dedy yang telah mengetes Otodidak di Mac OS X dan melaporkan bahwa ia berjalan lancar di sana)

**) Otodidak dibuat dengan Java, sehingga Anda memerlukan Java Runtime Environment (JRE) di komputer Anda untuk bisa menjalankannya. Baca cara instalasi JRE untuk Linux Anda di sini.

Plus

Bagi yang ingin tahu, nantikan Otodidak Behind The Scene di web resmi Otodidak yang menjelaskan bagaimana tahapan desain dan pemrograman selama Otodidak dikembangkan.

Skrinsot

Simulator-Terminal

Pemula-2 Lanjutan-2 Lanjutan-1

Berlemah Lembutlah, Komunitasku…


Saya memahami keinginan komunitas yang menginginkan kerapian yakni bersihnya forum dari pertanyaan yang berulang-ulang padahal pertanyaan itu sudah terjawab sebelumnya, dan siapa pun dapat langsung memperolehnya dari sedikit usaha mencari. Kalau saya, saya mau saja cari sampai berjam-jam baru tanya soalnya buat saya kegiatan mencari itu menyenangkan sekali. Namun yang tidak dapat saya pahami ketika saudara-saudara saya menghadapi awam, mereka -dengan segala hormat- malah menyuruh si awam itu untuk mencari sendiri. Saya heran dan tak dapat saya terima sampai hari ini. Kaidahnya sederhana: jika Anda ingin mencari pahala dari membantu saudara sendiri, mengapa Anda tidak memberitahunya langsung jawabannya demikian dan demikian? Jika Anda ingin pahala ilmu yang tak putus, mengapa harus ikut aturan forum jika memberitahunya tidak akan menjadikan Anda di-ban? Mengapa Anda malah menyuruh dia yang memang tidak tahu apa-apa dalam masalah ini mencarinya sendiri? Pahamilah kalau dia memang 100% tidak tahu, tidak pengalaman, tidak mengerti, sehingga dia percaya kepada Anda dan bertanya. Dia belum bisa mencari sendiri. Trustment, Man! Karena tidak tahu itulah dia bertanya, ingatlah. Percayalah padaku dia takkan bisa tanpa bantuanmu. Bantulah dia, lagipula hanya beberapa kata, beberapa byte, tidak sampai ukuran TB. Dan niatkanlah yang ikhlas agar Anda memperoleh pahala. Ingatlah kalau trustment (kepercayaan) itu penting sekali. Sudah dipercaya kok malah memberatkan? Orang akan lari darimu dan kamu juga takkan suka. Sungguh aneh kalau sampai kita menyia-nyiakan kesempatan emas mencari pahala dan bagi-bagi ilmu ketika ada orang tanya kepada kita. Itu kesempatan besar yang mungkin terakhir dalam hidup kita! Ini nasihat khusus saya untuk saudara-saudaraku yang aktif di komunitas.

Satu lagi. Sepertinya komunitas Linux pada umumnya perlu belajar dari kisah-kisah ulama Islam. Anda yang telah mengenal jenius luar biasa yang akhlaknya sangat mulia seperti Imam Syafi’i, bisakah membayangkan ketika ada seseorang tua renta baru masuk Islam bertanya kepada seorang ‘alim ulama “Wahai Imam, bagaimanakah cara wudhu?” lantas sang ‘alim menjawab “Wah, baca buku ini dulu, Pak.” atau “Wah usahamu mana, Pak? Baca buku dulu dong. Baru kalau mentok, tanya ke saya.”? Apa-apaan itu? Mustahil orang berilmu mengatakan kata-kata yang sangat tidak menyenangkan itu. Jika memang Anda tahu ilmunya, maka sampaikan. Kalau mustahil lewat muka, coba saja lewat e-mail atau private message. Mungkin tidak enak kalau saya beri contohnya ulama Islam begini, tetapi saya hanya ingin memberi contoh. Ya susah orang belajar Linux kalau akhlak komunitasnya kurang menyenangkan. Kalau Anda tahu, maka usahakanlah memberi tahu awam yang bertanya.

Yakinlah, jika dengan akhlak yang baik, akan banyak sekali awam yang mau menggunakan Linux. Dan Anda akan menambah teman. Justru mungkin bukan karena dia melihat keunggulan Linux, melainkan karena dia kagum dengan akhlak yang mulia. Siapa tidak senang? Jadilah manusia yang lembut kepada orang lain, entah apa pun sistem Anda. Dan jadilah pengguna Linux yang ramah senyum, jawablah yang bisa Anda jawab, mudah-mudahan banyak orang jadi mau mengambil manfaat Linux gara-gara kebaikan hati Anda. Percayalah, mudah!

Catatan Kecepatan Unduhku (Bagian 2)


Kali ini saya ingin membagi kepada Anda, kecepatan unduh saya pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2011. Pada hari itu, saya sempat dapat > 1 MB/s. Alhamdulillah, ini bukti bahwa infrastruktur pendukung Linux di Indonesia sudah demikian bagus dan cepat. Tinggal dipermak saja beberapa bagiannya :) Langsung saja saya tampilkan skrinsot-skrinsotnya.

Mengunduh OpenArena dengan Synaptic dari server Kambing

Kecepatan awal 1000 KB/s. Wawawa, ini sangat cepat buat saya sekarang. Baca lebih lanjut