headerphoto
Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan

Berikut ini akan dijelaskan bagaimana prinsip kerja ROPAT (RADAR Otomatis Pompa Air dengan Timer proteksi).

Bagian-bagian ROPAT

Secara umum pengawatan RADAR pompa, seperti gambar di bawah ini.

Koneksi RADAR Pompa

Jika ada masalah, misal pompa tidak nyedot, pompa on terus, tapi tidak mengisi toren, hingga tidak bisa meng-offkan RADAR, maka perlu ditambah suatu sistem proteksi terhadap pompa seperti ROPAT, lihat gambar di bawah ini.

Koneksi ROPAT

Dalam kondisi tersebut di atas, ROPAT akan meng-offkan pompa sesuai dengan setting pada Saklar Durasi, misal 30 menit. Durasi pompa bekerja atau pompa running bisa distel sesuai kebutuhan, mulai 3 hingga 79 menit. Berikut setting map dip switch sebagai saklar durasi ROPAT:

DIP Switch Saklar Durasi ROPAT
  • 1 ON = 4 menit
  • 2 ON = 5 menit
  • 3 ON = 10 menit
  • 4 ON = 20 menit
  • 5 ON = 40 menit
  • 6 ON = buzzer ON

:catat: Keterangan:
:y18: 1 ON = hanya saklar no 1 saja yang ON
:y18: 1 ON dan 2 ON = 4 + 5 = 9 menit (nilai komulatif)
:y18: jika 1 sampai 5 OFF = 3 menit
:y18: jika buzzer posisi ON dan pompa running, maka setiap 1 menit 1x buzzer akan bunyi sebagai notifikasi bahwa pompa sedang running.

Bagian lain yang tak kalah penting dalam ROPAT ini yaitu interval dan frekuensi.
  1. INTERVAL itu jangka waktu pompa akan running kembali tiap melewati batas durasi (pompa off lalu akan on), yaitu 10 menit.
  2. FREKUENSI itu counter atau penghitung pompa running, sudah berapa kali pompa tersebut running. Pompa running dibatasi hingga 5x, ditandai dengan indikator disetiap kalinya (lihat bagian Counter Pompa ON pada gambar pertama di atas). Bila pompa sudah running 5x, maka setrum ke pompa akan ditahan, hingga pompa tidak akan bisa running kembali dan buzzer akan bunyi tiap detik sebagai peringatan bahwa pompa ada masalah.

Lanjut baca »»

SELAMATKAN POMPA ANDA!!!

  • Punya masalah motor pompa hidup terus tidak mau mati, karena switch radarnya rusak?
  • Punya masalah motor pompa hidup terus tidak mau mati, karena mekanik pompanya tidak kuat nyedot?
  • Punya masalah motor pompa hidup terus tidak mau mati, karena stok air di dalam tanah sudah habis? :sedih:

Masalah-masalah tersebut di atas akan mengakibatkan pompa jadi cepat rusak, boros listrik dan air!


Jangan khawatir, kini kami sudah menemukan produk ROPAT (Radar Otomatis Pompa Air dengan Timer proteksi), yaitu suatu produk elektronik yang berguna untuk mengatasi masalah pompa hidup terus dan tidak mau mati, karena beberapa masalah seperti yang tersebut di atas, yang dikoneksikan dengan alat RADAR, sebagai sistem keamanan untuk menjaga keandalan sebuah pompa.

ROPAT (Radar Otomatis Pompa Air dengan Timer proteksi)

Pemasangan alat ini sangat mudah, plug and play, tinggal colok pada stop kontak yang sudah terseri dengan RADAR, kemudian stop kontak pada alat ini colokin ke pompa, seperti pada gambar dan video aplikasi ROPAT di bawah ini.

Pasang ROPAT Pada Pompa Jetpump

Penjelasan lebih lengkap baca :y18: Bagaimana Prinsip Kerja ROPAT (Radar Otomatis Pompa Air dengan Timer proteksi)?

ROPAT Tampak Belakang

ROPAT Tampak Kanan

ROPAT Tampak Kiri

Penjelasan lebih lengkap baca :y18: Bagaimana Prinsip Kerja ROPAT (Radar Otomatis Pompa Air dengan Timer proteksi)?

ROPAT (Radar Otomatis Pompa Air dengan Timer proteksi) dijual dengan harga Rp 150.000, selama promo, belum termasuk ongkos kirim. Cek ongkos kirim, [disini]. Barang akan dikirimkan via JNE atau agen kurir yang lainnya. Bila berminat silahkan SMS atau WhatsApp ke no 08121070518, pembayaran dilakukan melalui transfer antar rekening.

Lanjut baca »»

"Masih belum mengerti juga saya kang perihal inverter motor. Misal motor 1,25 kW dengan frekuensi 50 Hz, terus misal frekuensinya itu diturunkan menjadi 10 Hz, apakah daya juga akan turun? jika turun rumusnya bagaimana ya? Terimakasih sebelumnya."

Baik, saya akan mencoba jelaskan kembali pembahasan tentang inverter motor.

Kita kembali ke posting sebelumnya Apa Hubungannya Tegangan dengan Frekuensi pada Inverter Motor?, kemudian kita tuliskan notasi yang sudah diketahui dari data di atas, dan kita ambil beberapa poin atau rumus yang kita perlukan, seperti berikut ini:

Diketahui:
P = 1,25 kW
f = 50 Hz


Turunan dari rumus impedansi adalah
Z = R + j2 π f L
Z = R + j2 π (50) L
...
dibuat sedemikian rupa hingga
...
Z = 50 Ω

Kemudian kita ambil rumus tegangan:
V = I x Z atau
I = V / Z

..
Katakanlah kita juga mengetahui
V = 200 Volt
cos φ = 0,9

maka
I = V / Z
I = 200 / 50
I = 4 A

Kemudian kita ambil rumus daya:
P = √3 V I cos φ
P = √3 x 200 x 4 x 0,9
P = 1247 W
P = 1,25 kW.

:pin: Artinya:
  • Nilai daya, P yang pertama kita ketahui itu samadengan nilai daya, P yang terakhir kita ketahui, yaitu 1,25 kW.
  • Rumusnya sudah sesuai, begitupun dengan proses dan nilai akhirnya.
  • Kita bisa mensimulasikan nilai-nilai didalamnya.

Simulasi :1:
f = 40 Hz
..
Turunan dari rumus impedansi adalah
Z = R + j2 π f L
Z = R + j2 π (40) L
...
dibuat sedemikian rupa hingga
...
Z = 40 Ω.

Kemudian kita ambil rumus tegangan:
V = I x Z
V = 4 x 40
V = 160 Volt.

Kemudian kita ambil rumus daya:
P = √3 V I cos φ
P = √3 x 160 x 4 x 0,9
P = 997 W
P = 1 kW.

Simulasi :2:
f = 10 Hz
..
Turunan dari rumus impedansi adalah
Z = R + j2 π f L
Z = R + j2 π (10) L
...
dibuat sedemikian rupa hingga
...
Z = 10 Ω.

Kemudian kita ambil rumus tegangan:
V = I x Z
V = 4 x 10
V = 40 Volt.

Kemudian kita ambil rumus daya:
P = √3 V I cos φ
P = √3 x 40 x 4 x 0,9
P = 249 W
P = 0,25 kW.

Simulasi :3:
f = 2,5 Hz
..
Turunan dari rumus impedansi adalah
Z = R + j2 π f L
Z = R + j2 π (2,5) L
...
dibuat sedemikian rupa hingga
...
Z = 2,5 Ω.

Kemudian kita ambil rumus tegangan:
V = I x Z
V = 4 x 2,5
V = 10 Volt.

Kemudian kita ambil rumus daya:
P = √3 V I cos φ
P = √3 x 10 x 4 x 0,9
P = 62 W.

Keempat simulasi perhitungan tersebut di atas, kita buat dalam bentuk tabel seperti di bawah ini.
Simulasi0123
Frekuensi50 Hz40 Hz10 Hz2,5 Hz
Impedansi50 Ω40 Ω10 Ω2,5 Ω
Arus4 A4 A4 A4 A
Cos φ0,90,90,90,9
Tegangan200 V160 V40 V10 V
Daya1,5 kW1 kW0,25 kW62 W

Keempat simulasi perhitungan tersebut di atas, menunjukan pada satu pola tegangan terhadap frekuensi atau dalam istilah inverter motor/ VVVF disebut dengan V/f Pattern. Berikut contoh V/f Pattern yang saya ambil dari buku panduan inverter motor F7 Yaskawa.

Contoh V/f Pattern Inverter Motor

V/f pattern ini tidak hanya satu pola, tetapi memiliki banyak pola disesuaikan dengan input frekuensi, daya serta disesuaikan dengan output, beban atau kebutuhan motor. Hal itu akan menjadi pembahasan selanjutnya, insyaAlloh semangat :semangat:

Lanjut baca »»

Sebagian pembaca masih bertanya terkait inverter motor atau VVVF (Variable Voltage Variable Frequency), apa hubungannya tegangan dengan frekuensi pada inverter motor? atau bagaimana rumusnya? atau bagaimana hubungan daya dengan rpm motor?

Menurut rumus yang banyak beredar, keduanya memang seperti tidak terkait, perhatikan:

Rumus daya listrik 3 fase,
P = √3 V I cos φ

:pin: dimana:
P itu adalah daya listrik dengan satuan Watt, disingkat W.
√3 itu akar tiga, sudah ketetapan.
V itu adalah tegangan listrik dengan satuan Volt, disingkat V.
I itu adalah arus listrik dengan satuan Ampere, disingkat A.
cos φ itu cosinus phi, nilainya 0 <= 1.

Rumus frekuensi,
n = 120 × f ÷ p

:pin: dimana:
n itu adalah jumlah putaran, dalam satuan rpm.
f itu adalah frekuensi dalam satuan Hertz, disingkat Hz.
p itu adalah jumlah kutub.

Jadi didalam kedua rumus tersebut di atas, tidak ada unsur frekuensi dalam rumus daya dan unsur daya dalam rumus frekuensi. Lalu bagaimana hubungannya? balik lagi ke pertanyaan semula :hihihi:

:catat: Saya akan mencoba menjelaskannya.

Bila kita memasuki rumus di atas lebih dalam lagi, maka kita akan menemui jawabannya. Simple aja ya, perhatikan rumus yang ini:

P = √3 V I cos φ

Ia mempunyai banyak turunan, seperti:
cos φ = P / √3 V I
cos φ = P / S
V = I x R
dsb.

Ambil rumus ini V = I x R. Kemudian kita ambil rumus yang lebih dalam dari rumus tersebut, yakni:
V = I x Z
V = I x (R + jX).

Z kita tahu bahwa ia adalah impedansi, maka:
Z = R + jX

Turunan dari rumus impedansi adalah
Z = R + j2 π f L
bila ia merupakan beban yang bersifat induktif (lihat di Reaktansi Induktif)

dan
Z = R - j[1 ÷ (2 π f C)]
bila ia merupakan beban yang bersifat kapasitif (lihat di Reaktansi Kapasitif)

Nah... sekarang kita ketemu dengan notasi f atau frekuensi dalam kedua rumus terakhir yang merupakan bagian-bagian dari rumus daya di atas.

:catat: Artinya, tetap akan ada kaitannya antara tegangan dengan frekuensi, daya dan putaran motor.

Semoga bisa dimengerti, semangat :semangat:

Lanjut baca »»

Sebuah motor listrik mempunyai spesifikasi sebagai berikut: tegangan 380 VAC 3 fase, frekuensi 50 Hz, rpm 1500, cos φ 0,8, daya 22 kW. Berapakah HP motor tersebut dan hitung arus yang akan mengalir?

Jawab:
1HP = 0,746 kW = 0,75 kW
--> 22 kW / 0,75 kW x 1 HP = 29,33 HP
--> 22 kW ≈ 30 HP
:pin: HP atau daya motor tersebut adalah 30 HP

V = 380 V 3 fase
f = 50 Hz
Cos φ = 0,8
P = 22 kW = 22000 W
I = ?

Rumus daya motor 3 fase
P = √3 x V x I x Cos φ
--> I = P / (√3 x V x Cos φ)
--> I = 22000 / (√3 x 380 x 0,8)
--> I = 41,78 A
:pin: Arus yang akan mengalir pada motor tersebut adalah 41,78 Ampere.

Berikut tabel kW, HP dan Ampere motor 3 fase (380 V, 50 Hz, Cos phi o,8)

kWHPA
0,40,50,8
0,7511,4
1,11,52,1
1,522,8
2,234,2
345,7
3,757
4,568,5
5,57,510,4
7,51014,2
91217,1
111520,9
152028,5
18,52535,1
223041,8
304057
375070,3
456085,5
5575104,5
75100142,4

Lanjut baca »»

Video berikut ini merupakan contoh pengetesan inverter sebagai pengendali kecepatan motor. Kendali motor dilakukan melalui kontrol up dan down command, yang bertujuan untuk menaikkan dan menurunkan kecepatan motor (fast and slow).

Alat dan bahan yang digunakan:
  1. Inverter type SV015iG5A-4 400 Volt 3 phase 1,5 KW LS Industrial Systems
  2. Motor induksi 3 phase 1,5 KW 380 Volt
  3. Pilot lamp 220 Volt
  4. Kabel source dan kabel kontrol

Lanjut baca »»

INVERTER IV21 MAIN MOTOR BOTT 1
VARISPEED 616 G3
MODEL CIMR-G3 A4015
INPUT AC 3 PH 380 – 460 V 50/60 Hz 40 A
DC 510 – 660 V 49 A
OUTPUT AC 3 PH 0 – 460 V 27.4 KVA 36 A
SPEC 40150E
YASKAWA ELECTRIC CORPORATION JAPAN

An
FunctionAn- □□Data Name Factory setUser set
Frequency reference01Frequency reference 10 Hz45
02Frequency reference 20 Hz0
03Frequency reference 30 Hz0
04Frequency reference 40 Hz0
05Frequency reference 50 Hz0
06Frequency reference 60 Hz0
07Frequency reference 70 Hz0
08Frequency reference 80 Hz0
09Jog frequency reference 96 Hz6

bn
Functionbn- □□Data Name Factory setUser set
Accel/decel01Acceleration time 110 sec10
02Deceleration time 110 sec10
03Acceleration time 210 sec10
04Deceleration time 210 sec1
05Frequency reference gain100 %100
06Frequency reference bias0 %0
07Torque compensation gain10 sec10
08Motor rated slip0 %0
09Energy saving level gain80 %80
10Monitor No, after turning On power supply11
11Analog monitor channel 1 gain11
12Analog monitor channel 2 gain0.50.5

Sn
FunctionSn- □□Data Name Factory setUser set
Basic setting01Inverter capacity selected128
02V/f patern selected010F
Operator status03Display of operation00000000
Operation mode selection 104Operation methode select00110000
Operation mode selection 205Prohibition of REV run00001011
Operation mode selection 306S-curve at accel/decel time00000011
Operation mode selection 407Over torque detection00000000
Operation mode selection 508Priority of frequency reference01000011
Operation mode selection 609Analog output selection methode00000000
Protective characteristics selection 110Stall prevention00000100
Protective characteristics selection 211Fault contact during auto reset00000000
Protective characteristics selection 312External fault signal level01000100
Protective characteristics selection 413Stopping methode at fan fault detection01000100
Protective characteristics selection 514Electronic thermal protection00000000
Contact input signal15Terminal 5 function037
16Terminal 6 function0410
17Terminal 7 function0611
18Terminal 8 function0812
Analog input19Multi function analog input0000
Output signal20Multi function output 1004
21Multi function output 2011
22Multi function output 3022
Option card25Analog reference card (AI-14B)00000000
26Digital reference card (DI-08)00000000
27Digital output card (DO-08)00100010
28Analog monitor card (AO-08, AO-12)01000100

Cn
FunctionCn- □□Data Name Factory setUser set
V/f Pattern setting01Input voltage400 V400
02Max. Output frequency60 Hz65
03Max. Voltage400 V380
04Max. Voltage frequency60 Hz60
05Mid. Output frequency3 Hz3
06Mid. Output frequency voltage30 V15
07Min. Output frequency1.5 Hz1.5
08Min. Output frequency voltage20 V10
Electronic Thermal Current09Motor rated current26.5 A29
DC Injection braking 10DC Braking start frequency1.5 Hz1.5
11DC Braking current50 %50
12DC braking time at stopping0.5 sec0.5
13DC braking time at start 0 sec0
Frequency limit control14Frequency reference upper limit100 %100
15Frequency reference lower limit0 %0
Frequency prohibited control16Setting prihibit frequency 10 Hz0
17Setting prihibit frequency 20 Hz0
18Setting prihibit frequency 30 Hz0
19Setting prihibit frequency range1 Hz1
Operator display20Operator display mode00
Agreed speed detection21Agreed frequency0 Hz9.8
22Agreed frequency detection width2 Hz2
Carrier frequency adjustment23Carrier frequency upper limit 15 kHz15
24Carrier frequency lower limit 15 kHz15
25Carrier frequency proportion gain 00
Over torque detection26Over torque detection level160 %160
27Over torque detection time0.1 sec0.1
Stall prevention28Stall prevention level during acceleration170 %170
29Constant HP (kW) area stall prevention50 %50
30Stall prevention level during running160 %160
Torque boost control31Motor terminal resistance0.597 Ω0.597
32Motor iron loss440 W440
33Torque compensation limitter100 V100
Simplified speed control34Motor no load current30 %30
35Slip compensatiotion primary delay time2 sec2
Fault retry36Reset/restart operation00
Corrective action for momentary power loos37Power loss ride thru time2 sec2
Speed search control38Speed search deactivation current level150 %150
39Speed search decel time30 sec2
40Min. Base block time0.7 sec0.7
41V/f during speed search100 %100
42Voltage recovery time0.3 sec0.3

Lihat Gambar-gambar Inverter G3 15 kW 400V 3 Fase Yaskawa dan untuk wiringnya silahkan lihat di Contoh Wiring Diagram Inverter Motor 15 KW.

Lanjut baca »»

Previous