Sekuler
Untukmu yang Masih Ragu Akan Haramnya Ucapan Selamat Atas Hari Raya Orang Kafir!
Sebagian kalangan apalagi awalnya dari pemikiran liberal dan ingin menyatukan setiap agama samawi mulai mengendorkan akidah kaum muslimin dengan menyampaikan fatwa nyleneh. Muncul ulama-ulama kontemporer yang memandang sah-sah saja mengucapkan selamat natal pada Nashrani. Padahal memulai mengucapkan salam pada mereka saja tidak dibolehkan, sama halnya dengan mengucapkan selamat pada mereka pada hari raya mereka[1]. Intinya kesempatan kali ini, Rumaysho.com akan menyampaikan bahwa sudah ada klaim ijma’ (kesepakatan ulama) sejak masa silam yang menunjukkan haramnya mengucapkan selamat pada hari raya non-muslim, termasuk hari raya natal.
Dalil Kata Sepakat Ulama Baca entri selengkapnya »
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Lintas Berita(Membuka di jendela yang baru) Lintas Berita
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
This entry was posted in Belajar Islam and tagged Agama Samawi, Aqidah, Dzimmi, Fatwa Natal Bersama, haram, Haramanya Ucapan Selamat Natal, Hari Raya, Ibadah, Ijma', kafir, Kristen, Liberal, majusi, Musyrik, nashrani, Natal, Qibthi, Sekuler, Tahun Baru, Yahudi.
Kalimat yang Mengalahkan “Hari Ibu”
Dahulu ada seorang dosen bahasa dari Mesir, dan saat pelajaran bahasa Arab, beliau bercanda bahwa dalam bahasa Arab ada sedikit “diskriminasi” terhadap kaum wanita. Dalam kaidah bahasa Arab, semua kata benda mudzakkar[1] yang tidak berakal bila dijadikan bentuk jamak atau plural maka ia berubah menjadi mu’annats. Beliau berkata:
“Lihatlah, bahasa Arab telah menjadikan kata benda tidak berakal sama dengan wanita.”
Ternyata candaan beliau tersebut ditanggapi serius oleh beberapa teman yang memiliki cara berpikir sedikit bebas dan seakan-akan pembela HAM yang mengusung tuntutan kesetaraan gender. Baca entri selengkapnya »
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Lintas Berita(Membuka di jendela yang baru) Lintas Berita
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
This entry was posted in Belajar Islam and tagged 22 Desember, Feminis, gender, HAM, Hari Ibu, Hari Ibu Menurut Islam, Humanis, Ibu, Ibumu Ibumu dan Ibumu, Islam, Kesetaraan Gender, Liberal, Memperingati Hari Ibu, Perayaan Hari Ibu, Peringatan Hari Ibu, Sekuler, Tafsir, Tasyabuh, wanita.