Mengobati Bagian Tubuh yang Sakit

APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN DIUCAPKAN
ORANG YANG TUBUHNYA TERASA SAKIT

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّـمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ (ثَلَاثًا) وَقُلْ (سَبْعَ مَرَّاتٍ): أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Letakkah tanganmu pada tubuhmu yang terasa sakit, dan bacalah: بِاسْمِ اللَّهِ ‘Dengan nama Allah’ (tiga kali). Dan ucapkan (tujuh kali): أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ‘Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan yang aku takuti’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Ustman bin Abi Al-Ash Radhiyallahu Anhu.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Keutamaan Membesuk Orang Sakit

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Jika seseorang berkunjung kepada saudaranya yang Muslim, (yang sedang menderita sakit), maka seakan-akan dia berjalan-jalan di daerah buah-buahan yang siap dipanen di surga hingga dia duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila dia berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga sore hari. Apabila dia berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga pagi hari.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan خِرَافَةِ dengan huruf kha berkasrah dan ber-fathah, artinya surga dan buah-buahannya yang siap dipetik. Dalam kamus, اَلْـخُرْفَةُ dengan huruf kha berdhammah. اَلْـمُخْتَرَفُ: اَلْـمُجْتَنَى artinya ‘sudah bisa dipetik‘, seperti خِرَافَة. Dalam sebagian riwayat yang lain, فِي خُرْفَةِ الْـجَنَّةِ.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Membesuk Orang Sakit (2)

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ_سَبْعَ مَرَّاتٍ

“Aku mohon kepada Allah Yang Mahamulia, penulik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (diucapkan sebanyak tujuh kali).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Mabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَعُودُ مَرِيضًا، لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَيَقُولُ عِنْدَ سَبْعِ مَرَّاتٍ: ….، إِلَّا عَافَاهُ الله

“Tiada seorang hamba yang Muslim membesuk seseorang yang sedang sakit, yang belum datang ajalnya, lalu dia mengatakan pada yang ketujuh kalinya …, melainkan Allah akan memberinya kesehatan.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Membesuk Orang Sakit (1)

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, “Jika Nabi membesuk ke rumah orang sakit, beliau bersabda kepadanya ….”

Ungkapan لاَ بَأْسَ ‘tidak mengapa’, dengan kata lain, tidak keras dan tidak menyakitimu.

Baca pos ini lebih lanjut

Perbutan dan Bacaan Bila Merasa Sakit Pada Tubuh

Letakkan tanganmu pada tubuhmu yang terasa sakit, dan bacalah: ‘Bismillaah’ tiga kali, lalu bacalah tujuh kali:

أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan yang aku takuti.”

HR. Muslim 4/1728
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Orang Sakit yang Tidak ada Harapan Sembuh

Bagi orang yang sakit, bagaimanapun sakitnya tidak boleh berangan-angan kematian, kalaupun terpaksa, maka hendaknya ia berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Ya Allah hidupkanlah aku jika kehidupan lebih baik bagiku, matikanlah aku jika kematian lebih baik bagiku”[1]


[1] HR. Bukhari

Sumber:
1. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid
2. Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah oleh Syaikh al-Albani

Doa Orang Sakit yang Tidak Bisa Sembuh

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى

“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi.”[1]

Nabi صلي الله عليه وسلم memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.”[2]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.” [3]


[1]HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893.
[2]HR. Al-Bukhari 8/144 dengan Fathul Bari dalam hadits terdapat keterangan siwak.
[3]HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Menurut pendapat Al-Albani hadits tersebut adalah Shahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Keutamaan Berkunjung Kepada Orang Sakit

قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

“Apabila seorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya yang muslim, maka seakan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya, agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi.” [1]


[1]HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/244 dan Shahih At-Tirmidzi 1/286. Syaikh Ahmad Syakir menyatakan, bahwa hadits tersebut adalah shahih .

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Untuk Orang Sakit

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.”[1]

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ ×7

“Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu.”[2]


[1]HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 10/ 118

[2]“Tidaklah seorang hamba Muslim mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu membaca sebanyak tujuh kali: … (Doa diatas) … kecuali ia pasti disembuhkan”, HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud  dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210 dan Shahihul Jami’ 5/180

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai