Bismillahirrahmanirrahim.
Tulisan edisi ketiga ini sudah mencapai tahap mengenal banyak elemen penting KDE bagi pengguna. Saya bagi edisi ini menjadi 11 poin penting KDE. Saya sengaja menyusunnya secara nonteknis berdasarkan pertimbangan pribadi saya dimulai dari yang penting-penting.
Daftar Isi
- Tombol Menu KDE
- Dua Gaya Menu KDE
- Mengenal Aplikasi Terpenting KDE
- Tidak Ada Refresh
- Menambahkan Shortcut Key
- Menambahkan Ikon di Panel
- Memindahkan Posisi Ikon di Panel
- Mengubah Ukuran Panel
- System Tray: Volume Suara
- System Tray: Notifikasi
- System Tray: Klipper
Bersiap-siaplah menggunakan salah satu antarmuka Linux yang tercanggih.
1. Tombol Menu KDE

Tombol Menu KDE
Ini adalah tombol menu KDE yang fungsinya sama dengan tombol Start di Windows. Secara default, tombol menu KDE berada di kiri bawah seperti tombol Start di Windows.
2. Dua Gaya Menu KDE
- Gaya Pertama – Gaya Windows 7

Anda bisa mencari dengan mengetikkan nama program di menu. Gaya ini dinamakan Application Launcher oleh KDE.
- Gaya Kedua – Gaya Windows XP

Anda bisa mencari program secara manual. Gaya ini dinamakan Classic Menu oleh KDE.

Klik kanan menu -> Switch to Classic Menu Style -> menu berubah jadi ala Windows XP.

Klik kanan menu -> Switch to Application Launcher Style -> menu berubah jadi ala Windows 7.
3. Mengenal Aplikasi Terpenting KDE
Aplikasi itu bernama Dolphin. Inilah “Windows Explorer” di KDE. Anda akan mengelola folder-folder dan semua data dengan aplikasi ini. Buka dari menu -> File Manager atau bisa dengan ketik dol di menu bergaya Windows 7 di KDE maka munculz nama File Manager.

4. Tidak Ada Refresh
Tidak perlu kaget. Di dalam antarmuka KDE, dan di Linux desktop pada umumnya, tidak ada Refresh. Mengapa? Karena KDE melakukan refresh secara otomatis. Dan tahukah kita refresh itu apa sebenarnya? Refresh hanyalah sebuah perintah untuk memperbaharui ikon-ikon desktop, tidak lebih. Refresh tidak berguna untuk memperbaiki sistem. Bila ada ikon yang baru tetapi Windows belum menayangkannya, maka dengan Refresh akan ditayangkan. Namun KDE tidak demikian. Ia otomatis sehingga tidak ada refresh di dalam klik kanan.

Klik kanan desktop -> tidak ada pilihan Refresh
5. Menambahkan Shortcut Key
Kita bisa mengasosiasikan shortcut key untuk seluruh aplikasi yang terinstal dengan KDE. KDE punya Cntrol Panel ajaib yang bernama KDE System Settings. Silakan Anda buka dari menu -> Applications -> Settings -> System Settings -> Shortcut and Gestures.

Ikon paling kanan adalah Shortcut and Gestures
Jika sudah dibuka, maka muncul tampilan pengaturan shortcut key yang terbagi tiga seperti gambar berikut.

Perhatikan panel paling kiri, ada 3 opsi
Saat ini, Anda cukup mengetahui opsi pertama dulu yakni Custom Shortcuts. Apa pentingnya opsi ini? Dengan ini, Anda bisa mengatur supaya File Manager milik KDE bisa terbuka dengan shortcut key Win+E sebagaimana Anda membuka Windows Explorer di Windows. Canggih, bukan?
Cara Membuat Shortcut Key

- Pada jendela yang sama -> klik tombol Edit di bawah -> New -> Global Shortcut -> Command/URL.
- Akan muncul satu entri baru bernama New Action di atas tombol Edit.
- Lihat panel kanan, ada 3 tab.
- Buka tab Trigger -> klik tombol None itu -> tekan tombol Win (logo Windows di keyboard) dan E secara bersamaan. Jangan kaget, Linux biasa menyebut tombol Win sebagai Meta.

- Buka tab Action -> tuliskan di situ dolphin. Jangan sampai salah.

- Klik Apply.

- Silakan tekan Win+E sekarang maka File Manager akan muncul.
- Lakukan cara ini untuk aplikasi-aplikasi yang lain, yang Anda ingin pasangkan dengan shortcut key kesukaan Anda.
6. Menambahkan Ikon di Panel
Di Windows, kita bisa memasukkan ikon shortcut ke dalam panel bawah. Tujuannya tentu akses cepat. Di KDE, kita juga bisa melakukannya. Buka menu -> klik kanan salah satu aplikasi -> Add to Panel.

Hasilnya:

Lakukan cara yang sama untuk shortcut yang lain.
7. Memindahkan Posisi Ikon di Panel
Setelah kita menambahkan ikon di panel, kita biasanya perlu memindahkan posisinya. Bagaimana caranya? Klik logo Panel Tool Box pada bagian paling kanan panel -> arahkan kursor kepada ikon yang mau dipindahkan -> seret ikon ke posisi mana saja sepanjang masih dalam panel.

Seret ikon ke kiri

Hasil pemindahan ikon
8. Mengubah Ukuran Panel
Panel menu di Windows bisa dipertebal atau dipertipis ukurannya. KDE juga bisa melakukan itu. Bagaimana caranya? Sama dengan memindahkan ikon di atas. Klik logo Panel Tool Box pada bagian paling kanan panel -> seret ikon Height di tengah panel hitam yang muncul -> seret ke atas berarti mempertebal -> seret ke bawah berarti mempertipis.

Mempertebal berarti ditarik ke atas

Mempertipis berarti ditarik ke bawah
9. System Tray: Volume Suara
Kita bisa mengatur semua kanal suara baik itu dari dalam Linux maupun dari aplikasi kita hanya dengan menggeser slider Suara di system tray. System tray di KDE bertempat sama dengan system tray di Windows yakni kanan bawah. Lihat ikon speaker. Klik ikon speaker lalu geser slider suara ke atas/bawah untuk mengatur volume suara.

Keterangan pengaturan volume mulai kolom kanan ke kiri:
- Built-In Audio Analog Stereo: volume suara sistem. Ini mengatur suara sistem secara keseluruhan. Jika dimatikan, maka semua suara mati.
- Event Sounds: volume suara aksi. Misalnya suara ketika ada error, suara ketika ada pesan masuk, suara selesainya copy-paste, dan lain-lain.
- Amarok: volume suara untuk aplikasi Amarok (pemutar audio KDE). Jika aplikasi Amarok yang berjalan, maka kolom ini berisi Amarok. Jika aplikasi lain semisal Banshee (pemutar audio juga), maka Banshee yang muncul di sini. Dan seterusnya. Anda bisa memilih untuk mengatur langsung pada aplikasi yang bersangkutan maupun secara terpusat di system tray ini.
Tambahan: pengatur volume pada system tray ini dinamakan KMix oleh KDE.
10. System Tray: Notifikasi
Notifikasi itu adalah pesan-pesan yang muncul dari system tray. Misalnya pesan bahwa copy-paste telah selesai, pesan error, pesan bahwa unduhan telah selesai/baru dimulai, pesan ada pesan chat masuk, pesan adanya update, dan sangat banyak lainnya. Windows juga memiliki sistem notifikasi seperti ini. Jika Anda melihatnya, cukup biarkan saja.

Applet notifikasi itu adalah bundaran kecil bertuliskan jumlah angka notifikasi (15 di sini)
11. System Tray: Klipper
Di Windows, ada program yang bernama clipboard. Clipboard inilah yang menampung segala cut atau copy yang Anda lakukan sehingga bisa dilakukan paste. Pernah terbayang bagaimana bisa kita menyalin data dan data tersebut tersampaikan ke tujuan? Itulah jasa clipboard sebagai tempat penyimpanan sementara. Di KDE, clipboard lebih canggih lagi. Jika di Windows secara default hanya ada 1 slot penyimpanan, maka di KDE ada puluhan slot penyimpanan sementara dan bisa dipilih mana yang mau di-paste-kan. Aplikasi clipboard KDE ini berlogo gunting. Lihat gambar berikut.

Jika Anda melakukan copy beberapa kata yang berbeda di sebuah dokumen, maka Anda mendapatkan semua kopian kata tersebut di dalam Klipper (clipboard-nya KDE) ini. Anda cukup klik kata sebelumnya yang sudah Anda copy, lalu Ctrl+V untuk paste. Ini kelebihan tidak akan Anda temukan di Windows secara default.
Penutup
Masih banyak sekali elemen-elemen KDE yang belum kita kenal. Perlu sedikit adaptasi jika kita baru bermigrasi dari Windows. Namun tenang saja karena itu semua bisa diatur. Anda akan mengenali bahwa KDE adalah antarmuka yang sangat canggih. Apa saja ada di KDE. Anda lambat laun juga akan mengenal bahwa KDE mudah dikonfigurasi dan tentunya user friendly untuk kita. Saran saya, perbanyaklah menggunakan KDE jika ingin lancar bekerja dengannya. Semoga ini semua bermanfaat untuk Anda.