Hari Ahad 4 Desember 2016 beberapa hari lalu, kami ke UGD (Unit Gawat Darurat) Rumah Sakit Pendidikan Unhas Tamalanrea Makassar. Berikut kondisi Istri saya waktu itu.

Pada bagian pipi kirinya terdapat bisul yang awalnya seukuran jerawat. Bisul ini masih sangat kecil tetapi memberi rasa nyeri di kepala. Waktu demi waktu berlalu bisul ini memberikan pembengkakakan sampai pada bagian mata. Kira-kira kejadiannya begini. Sekitar jam 7 pagi mata masih terbuka normal dan kami masih bisa menonton bersama. Karena kami anggap penyakit ini adalah penyakit bisul biasa. Kemudian pada jam 09.00 – 12.00 pagi, semakin membengkak pada pipi sampai di atas mata.
Kami kaget lalu mengirim cepat gambar tersebut via WA (Wathsapp) kepada kakak untuk meminta pertimbangan. Soalnya waktu itu hari libur dan pasti banyak Dokter yang libur. Kesimpulannya adalah harus di bawah ke Rumah Sakit yang terdekat atau yang kami percaya. Maksudnya, secara psikologis dipercaya dan dianggap mampu memberi pelayanan yang nyaman dan dapat menyelesaikan masalah tersebut.
Saya kemudian membawa istri saya ke UGD RS Pendidikan Unhas, dan setelah sampai disana langsung mendapatkan tindakan.

Satu hal yang baik, adalah respon yang cepat yang saya kira semua Rumah Sakit seharusnya memberi pelayanan seperti itu. Pipi istri saya kemudian di kompres dengan cairan Natrium Klorida (NaCl). Alhamdulillah, sekalipun mata istri saya belum bisa kebuka tetapi paling tidak ada perubahan pembengkakan pada wajahnya. Saya berharap semoga kami bisa kembali kerumah malam itu, tetapi ternyata dokter menyarankan untuk dirawat inap, karena ternyata hasil pemeriksaan gula darahnya waktu itu juga mencapai 300 mg/dL (milligrams/deciliter).
Secara perlahan-lahan pembengkakan pada kelopak mata sembuh sampai pada hari ke empat. Tentu ini karena pelayanan dan penanganan yang cukup baik dari rumah sakit tersebut. Saya melihat mulai dari perawat, doket koas (dokter muda), sampai dokter spesialias kulit dan mata menanganinya dengan baik. Tidak terasa 4 hari berikutnya mata istri saya kembali normal seperti sedia kala, dan gula darahnya juga sudah normal yaitu 119 mg/dL atau kadang naik di angka 126 mg/dL (normal). Tetapi hingga minggu ini (tidak terasa sudah 1 minggu berlalu), masih terus dilakukan perawatan intensif karena yang dirawat saat ini adalah perawatan kulit pada daerah bisul tersebut. Cuman belum ada kesimpulan penyakit yang dapat diberikan berdasarkan pemeriksaan Lab.
Awalnya dokter mengatakana jika mata dari bisul tersebut tidak pecah maka akan dilakukan operasi ringan agar isi nanah yang ada didalamnya dapat dikeluarkan. Tetapi dari obat salep dan suntik yang diberikan bisa memberi perubahan yang sangat signifikan. Pokoknya semakin hari semakin kempes, sekalipun masih ada tanda memar dari luka bisul tersebut. Hingga hari ini sudah 11 botol cairan infus yang sudah di alirkan melalui tangan kanannya.
Tidak jarang kami melakukan diskusi jika dokter datang berkunjung, dengan maksud dapat menjaga dan menghindari penyakit yang sama pasca kami keluar dari rumah sakit. Dokter menyarankan untuk menjaga pola makan secara konsisten, dan juga menghindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan yang berkadar tinggi. Selain itu disarankan melakukan olahraga secara teratur dan banyak mengkomsumsi buah buahan.
Saya teringat sesuai apa yang telah diajarkan Rasulullah Muhammad SAW kepada kita ummatnya yang kadang dilupakan dan dianggap sepele yang telah dijelaskan pada beberapa hadist Nabi yaitu:
- Rasulullah SAW, menjaga pola makan dengan membagi 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara,
- Rasulullah SAW, makan pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang
- Rasulullah SAW, Mengawali dengan doa dan mengakhirinya dengan doa
- Rasulullah SAW, tidak mencela makanan, jika makanan tidak ia suakai maka ia meninggalkannya.
- Rasulullah SAW, makan secara berjamaah.
- Rasulullah SAW, makan dengan tangan kanannya.
- Rasulullah SAW, makan dengan duduk dan melarang makan dan minum berdiri.
- Rasulullah SAW berpesan: “suumu tashihhuu ” (berpuasalah supaya sehat).
Jadi jika mau sehat kembalilah pada diri sendiri. Dan jika Anda sudah merasakan atau sedang sakit baru terasa bahwa sehat itu begitu berharga.

















