Tujuan pendampingan yang dilakukan pada seorang guru adalah untuk memberikan model atau cara mengajar yang tepat pada mata pelajaran tertentu. Jika telah ditunjukkan model sebelumnya maka pendampingan selanjutnya bertujuan untuk memberi pemantapan kepada guru yang didampingi, karena mungkin guru tersebut belum percaya diri betul untuk membawakan materi ajar dengan model pembelajaran yang tepat seperti yang diharapkan. Dengan demikian membutuhkan seorang guru pendamping yang dapat membantunya untuk mencurahkan perasaan dan membantunya untuk menyempurnakan tindakan pada semua aspek pembelajaran yang dilakukannya. Pendampingan juga dapat dilakukan untuk memberi sugesti percaya diri kepada guru yang didampingi dalam berunjuk kebolehan di depan kelas untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliknya. Pendampingan juga dapat dilakukan untuk melihat dari dekat kemampuan seorang guru dampingan apakah telah memiliki kemampuan maksimal untuk berdiri sendiri atau bahkan telah memiliki kecakapan untuk berbagi ilmu kepada guru lainnya. Sampai pada tingkatan ini guru tidak lagi didampingi tetapi tidak lain hanyalah sharing knowledge atau berbagi pengalaman mengajar.
Kenapa seseorang butuh berkumpul..? jawabannya sederhananya selain bersilaturrahmi satu sama lain tujuan lainnya adalah berbagi pengalaman. Manfaat berbagi dapat beraneka ragam seperti: (1) dapat memperkaya seorang guru tentang berbagai karakter anak yang dihadapi, (2) dapat memperoleh data tentang taktik dan strategi dalam mengajar di kelas tertentu atau mata pelajaran tertentu, (3) dapat menemukan gaya mengajar yang lebih tepat dari gaya mengejar yang diterapkan sebelumnya, (4) dapat memperkaya berbagai metode mengajar agar tidak kelihatan monoton sepanjang waktu, dan 🙂 (5) berbagai manfaat lainnya yang Anda rasakan sendiri.
Berikut Anda dapat melihat berbagai gaya yang dilakukan guru di Mamuju dalam rangka membantu rekan-rekan sejawat lainnya dalam kegiatan pendampingan.
Apa dan bagaimanapun gaya mereka, menurut saya mereka semua telah memiliki kepedulian untuk mengubah pembelajaran baik di sekolahnya sendiri maupun di sekolah guru sasaran menjadi lebih baik. Bukan begitu Bapak/Ibu guru semua 🙂 .

Mereka adalah para Pendekar yang telah terpilih sebagai Guru Pendamping pada kegiatan “Monitoring dan Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pendampingan Kurikulum 2013” di Kota Mamuju Sulawesi Barat. Apakah mereka pahlawan…? atau Pejuang…? yah…bukankah Guru di kenal sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa 🙂 , paling tidak mereka telah berjuang di kampung halaman dimana mereka ditugaskan. Bukankah mereka telah bertahun-tahun berjuang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas mereka masing-masing. Memberikan pembelajaran yang baik dan berkualitas kepada anak-anak didiknya tanpa mengenal lelah dan penuh keikhlasan. Jika ternyata profesi Anda sejenis dengan mereka dan Andapun telah bekerja dan berbuat untuk kemajuan Negeri ini, maka Anda juga seorang pejuang.


















