Tampilkan postingan dengan label urologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label urologi. Tampilkan semua postingan

05 Mei 2011

Soal urogenital lainnya (2)


 

blok 17

H» Be» HCO3»

Analisa gas darah apa?


 

Ruptur uretra posterior kecuali :

  1. perdarahan peruretra
  2. straddle injuries
  3. sering disertai fraktur pelvis
  4. pertolongan pertama dengan sistostomi
  5. higk riding prostat


 


 

10. uterus berasal dari lipatan lapisan?

- mesoderm


 

52. penyebab perut gembung?

-hiperkalemia


 

93.ciri-ciri glomerulus nefritis lesi minimal?


 

94. terapi sindroma nefrotik

-antibiotik (metil prednison)


 


 

Berusia 55tahun lelaki, ada benjolan pada pinggang kiri sejak bulan yang lalu. BAK berdarah dan didiagnosa tumor ginjal

47.trias tumor ginjal selain gejala diatas?

a. painless hematuri

b. nyeri pinggang

c. demam

d.kolik

e. bukan salah 1 diatas


 

48. pencitraan yang dibutuhkan?

49. tumor terbanyak pada orang dewasa?

Berusia 11bulan,diare,dehidrasi berat,mata ubun cekung,nafasa dalam, pH rendah

Penderita sesak nafas kenapa?

a.kehilangan K

b.kehilangan na

c. kehilangan bikarbonat

d. kelebihan klorida

e. semua salah


 


 


 

10. infeksi burtholini yang menjadi abses memerlukan penanganan?

- terapi konservatif??


 


 

52. adenocarsinoma pada bone scan ada metastasis tulang belakang

a. kemo

b. radio

c. prostatektomi

d. hormaonal


 

93. jenis kanker transisioner grade II vesica urinaria memberikan ciri-ciri mikroskopik?


 

94. bagi seorang ibu yang pernah mendapatkan terapi dietilstilbesterol akan berisiko mendapat tumor?

- sarcoma botryoides


 


 

47. Berusia 11bulan,diare,dehidrasi berat,mata ubun cekung,nafas dalam cepat, pH rendah

Bayi menderita? Asidosis metabolik

Sesak nfs disebabkan?

Tatalaksananya?

Soal urogenital lainnya

  1. Pernyataan yang tidak benar tentang sindrom nefrotic adalah : Seluruh kasus SN hanya dapat disembuhkan dengan terapi khusus
  2. Yang bukan merupakan immunopatologi glomerulonefritik adalah : bakteri streptococcus terbawa ke aliran darah dan mengendap di glomelurus ginjal
  3. Yang terlibat pada kerusakan glomerulonefritis adalah :
  4. Kelainan ginjal yang sering ditemukan pada anak-anak setelah mengalami infeksi traktus respirasi adalah :

    a. fyelonefritis akut

    b. glomerulo sklerosis

    c. glomerulo infeksi akut

    d. lipoid nekrosis

    e. NTA

  5. Gambaran hyaline hingga menyerupai tiroid adalah :

    a. GN kronis

    b. PN kronis

    c. GN proliferasi akut

    d. fusi

  1. Yang tidak termasuk prioritas tatalaksana GGA adalah :
  2. Kerusakan glomerulus pada glomerulonefritis adalah :
    1. Keterlibatan system inflamasi dan system komplemen
    2. Keterlibatan system komplemen tanpa system inflamasi
    3. Keterlibatan system inflamasia tanpa system komplemen
    4. Imunitas sel T tersensitifitasi
    5. Semua benar
  3. Gejala klinis glomerulunefritis :
    1. Hematuria dan proteinuria
    2. Hypertensi
    3. GGA
    4. Sindrom nefrotik
    5. Semua benar
  4. Pria 25 tahun sindrom nefrotik dia memakai kortikosteroid tidak ada reaksi. biopsi tampak dinding menebal oleh karena : glomerulonefritismembranosa
  5. Kimet sel Wilson : nefropati DM
  6. Mengecilnya ginjal berhubungan dengan primary kontrakted kidney disebabkan kelainan :
    1. Glomerulus
    2. Tubulus
    3. Jaringan interstisial
    4. Pembuluh darah
    5. Pyelum
  7. Ulkus hurner ditemukan pada : sistitis interstisial
  8. Degenerasi hidrofili terjadi dalam epitel ginjal,sebelum nekrosis pada nekrosi tubulus. Apa toksinnya :
    1. Epithelium gliko
    2. Mercury
    3. Herbisida
    4. Carbon tetra clorida
    5. Rifamphisin
  9. Pada pasien CA transisional grade II pada vesica urinaria ditemukan :
  10. Pernyataan yang benar tentang GGA pre renal : dapat menjadi renal jika hiper perfusi tidak ditangani
  11. Criteria glomerulus nefritis lesi minimal : edfoot process
  12. Obat pada sindrom nefritik : prednison,katopril,spirolaktone
  13. Kondisi yang tidak menyebabkan GGA pre renal : sepsis,hypertensi maligna,stress arteri renalis
  14. GGA pre renal dapat dijumpai pada kondisi dibawah ini :
  15. Kelainan glomerulus nefritis akut ditemukan pada :
    1. anak usia 3-7 bulan
    2. menimbukan gross hematuria
    3. disebabkan reaksi imunologis
    4. ditemukan adanya bakteri dalam urine
  16. UTI pada ibu hamil : hindari ototoksin
  17. GN sekunder terapi farmakologis : AB spectrum luas
  18. Mengenai penyakit GNA
  19. Badan schiller duvan khas pada
  20. Patogenesa glomerulonefritis
  21. Obat pada prostatitis kronik
  22. Pria 50 tahun retensia urine,prostat 70 gr,gambaran mikroskopik
  23. Wanita mata oedem palpebra,sebelumnya ada riwayat sakit tenggorokan,keadaan umum kurang,adanya oedem tungkai,yang tidak mungkin :
    1. Hematuria gross
    2. Hematuria miskroskopik
    3. Proteinuria
    4. Poliuria
  24. Laki-laki 21 tahun buang air kecil seperti cucian daging, kelopak mata sembab sejak 5 hari yang lalu,palpebra oedem, HB 14,2 gr,leukosit 12100/mm3, LED 29/jam, 0/3/6/71/17/13, urinalisis protein positif, reduksi negative, sedimen eritrosit 60,80/lpb, leukosit 4-5/lpb. Pemeriksaan yang dianjurkan :
  25. Tumor ganas testis yang bersifat radiosensitive :
    1. Seminoma
    2. CA embrional
    3. Yolk sac tumor
    4. Khorio Ca
    5. Teratoma immature
  26. Pria 50 th,retensia urine, prostat besar, berat 70 gr, penampang seperti sarang lebah, merupaka mikroskopik :
    1. Kelompok sel-sel squamosa
    2. Kelenjar mengalami poliferasi
    3. Sel-sel epitel transisional
    4. Fibromuskular mendesak ke kelenjar hingga athrofi
  27. Rupture vesika urinaria dapat terjadi : ekstravasasi intra dan ekstra peritoneal
  28. Pemeriksaan untuk GGA kecuali :
  29. Penyakit bowen bedanya dengan erithropoiret :
  30. Diurethik mengganggu reabsorbsi ginjal dimana :
  31. Tumor ginjal yang berhubungan dengan analgetik : Ca Urotelial pelvis renalis
  32. Badan schiller duval gambaran mikroskopik pada :
  33. Pasien kecelakaan tertimpa motor,pinggang kanan nada jejas merah kebiruan, buang air besar kemerahan, curiga trauma tumpul abdomen, pemeriksaan lanjutan yang dilakukan adalah :
  34. Pemeriksaan IVP : bisa membedakan grade I dan II
  35. Nilai gfr dekat dengan kreatinin cleareance
  36. Oedem palpebra, gizi baik, proteinuria positif, jenis silinder, diagnose?
  37. Hasil lab : oedem seluruh tubuh, silinder granuler dan silinder leukosit… diagnose??
  38. Pemeriksaan untuk membedakan ikterus hemolitikus dengan ikterus obstruksi total :
    1. Bilirubin
    2. Darah samar
    3. Urobilin
    4. Benar semua
    5. B dan C benar
  39. Pemeriksaan lab,maka keadaan pada pasien :
    1. Leukositosis (12.100)
    2. Hematuria (60-80 lpb)
    3. Shift to the left
    4. Proteinuria

Tumor ganas anak karena : Kehilangan gen WT 1

Soal Urogenital HARI II 2006

2. seorang pasien wanita usia 14 tahun, datang dengan keluhan nyeri alat kelamin. Pada pemeriksaan didapatkan hematom dan luka memar pada labia dan perinium sebesar tinju dewasa. Setelah dilakukan observasi selama 30' terlihat semakin besar maka dokter memutuskan.

a. melakukan eksplorasi

b. mengompres daerah hematom

c. memberi antinyeri

d. melanjutkan observasi 30' lagi

3. trauma hymen korban perkosaan..

a. jam 5

b. jam 7

c. jam 11 dan 1

d. jam 5 dan 7

4. kecelakaan lalu lintas dengan robekan perineum. Fungsi anus normal, dilakukan..

a. jahit segera

b. rujuk segera

c. dibiarkan saja, sembuh sendiri

d. diberi obat saja

6. robekan genitalia pada waktu hubungan seksual yang meluas sampai ke vagina disebut..

a. kolpophoreksis

b. kolporaphi

c. hematokolpos

d. hematometra

7. trauma pada uterus dan vagina diluar masa kehamilan, persalinan yang harus dilakukan :a. Repair segera

b. tidak mengganggu hubungan seksual

c. hentikan sumber perdarahan

d. stop perdarahan dan repair

kalo gak salah jawabanny Stop perdarahan dan reparasi

8. berikut ini termasuk neoplasia genital wanita kecuali

a. abses bartholini

b. kista gerhard

c. kista endometriosis

d. kista bartholini

9. kelenjar bartholini mengalami infeksi berulang, apa yang dilakukan?

a. pengobatan oral

b. ekstripsi/ ekstrupsi ( lupa tulisannya)

c. marsupialisasi

d. observasi

11. pada vagina,,biasa kita dapatkan tumor yang berasal dari sisa-sisa embrional adalah :

b. kista gardner

13. 35 thn è perdarahan pervaginam. Ditemukan pada, kecuali :

a. polip serviks

b. Ca. Serviks

c. myoma uteri

d. cervisitis kronis

14. pasien di atas, setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan massa seperti bola pingpong yang berasal dari potrio, warna merah, permukaan licin dan mengkilat serta mudah berdarah. Ini merupakan :

a. polips serviks

b. karsinoma serviks

c. myoma uteri

d. cervisitis kronis (jawaban)

15. untuk membedakan kelainan di atas jinak atau ganas, pemeriksaan yang dilakukan adalah?

Pap smear

16. keganasan serviks sering ditemukan pada usia reproduksi. Salah satu alat pemeriksaan patologi anatomi adalah dengan memeriksa

a. mulut rahim

b. squamo-columnare junction

c. ektoserviks

d. endoserviks

17. pemeriksaan keganasan yang lain untuk skenario di atas (Ca serviks) adalah..

a. ...

b...

c. pap smear

18. tumor jinak uterus yang sering ditemukan

a. Ca. Endometrii

b. hiperplasi endometrii

c. myoma uteri

d. sarcoma uteri

19. tumor uterus yang berhubungan dengan kehamilan...menyebabkan kecuali...

Atonia uteri

20. indikasi histerktomi kecuali ???

21. pria 40 thn, 55 kg, 170/110 mmHg, leukosit + +, kreatin serum 5 mg %, anemi, riwayat batu saluran kemih. Datang dengan sesak..

21 LFG ????

15,3 è d. 15 – 29

22. laki-laki, 40 thn, BB 55 kg, sesak nafas, riwayat batu ginjal, kreatinin 5 mg%, apa penyebab PGK nya??

23. jenis anemia è anemia normositik normokrom

25. wanita 50 thn, 40 kg, DM, mjntah, TD 180/100, kreatinin 3 mg%...

Pengobatan yang dapat dilaksanakan kecuali..

a. diet rendah protein , rendah kalium

b. pengendaalian TD

c. dialisis

d. pengendalian gula darah

e. berantas infeksi

26. target penurunan tekanan darah :

a. <120/80\

b. <130/80

c. <130/90

d. <140/90

e. <150/90

27. obat antihipertensi untuk DM dan gagal ginjal : ace inhibitor

28. stadium penyakit ginjal ( dari no 25 )

a.1

b.2

c.3

d. 4

e. 5

29. pernyataan yang benar tentang GGA pre renal :

Akan terjadi NTA, apabila perbaikan hipoperfusi gagal dilakukan.

30. yang menimbulkan GGA prerenal adalah kecuali

a. sepsis

b. syok

c. stenosis arteri renalis

d. hipertensi mailgna

e. penyakit jantung kongestif

31. GGA renal dapat ditemukan pada kondisi, kecuali :

a. GNA

b. ATN

c. vaskulitis

d. gangguan hemodinamik intrarenal akibat NSAID

e. nefritis akut interstial berhubungan dengan obat

32. beda GGA dan GGK pada anak adalah : ????

33. pemeriksaan mikroskopis urine saat evaluasi pasien GGA dapat menjelaskan petanda?

a. inflamasi tubulus dan glomerulus

b. ISK

c. uropati kristal

d. a dan b

e. semua benar

34. untuk menentukan ukuran ginjal dan ada tidaknya obstruksi pada pasien GGA, pemeriksaan penunjang yang sesuai dilakukan ?

a. foto polos abdomen

b. USG ginjal

c. pemindai radionuklir

d. pielogram

e. CT scan abdomen

35. Yang tidak termasuk dalam prioritas dalam tatalaksana Gagal Ginjal Akut :

a. cari dan baiki faktor pre dan post-renal

b. optimalkan curah jantung, aliran darah ke ginjal

c. baiki dan tingkatkan aliran urin

d. mulai terapi dialisis sebelum komplikasi, siapin donor ginjalnya

e. nutrisi adekuat sejak dini


 

Seorang laki-laki, umur 40 th, naik sepeda motor membonceng anak lelakinya, umur

17 th, tertabrak anjing. Langsung dibawa ke UGD. Bapaknya jejas pinggang kiri dan

mengalami syok. Maka dokter memasang infus dan resusitasi cairan. Untuk

memonitor banyaknya cairan yang keluar dipasang kateter, lalu dari kateter keluar

urin merah. Anaknya keluar darah dari metus uretra dan jejas selangkangannya.


 

36. pemeriksaan lanjutan pada bapaknya :

a. foto polos abdomen

b. ureterosistografi

c. rontgen pelvis

d. IVP

e. tidak benar semua

39. indikasi operasi trauma ginjal secara umum, kecuali ?

40. Penyulit "late" trauma ginjal kecuali :

a. hidronefrosis

b. hidroureter

c. fistula fenokutan

d. urolithiasis

e. pielonefritis kronis


 

46. Cewek, 55 th, tonjolan pinggang kiri sejak a bulan yll. BAK kadang berdarah. Pasien

ke dokter – diagnosis – tumor ginjal

Apa tindakan pemeriksaan selanjutnya :

a. uretrosistoskopi

b. IVP

c. retrograde ureterografi

d. anteretrograde urografi

e. BNO


 

48. Manakah yang bukan merupakan indikasi untuk colok dubur :

a. bernodul

b. keras

c. prostat membesar

d. asimetris

e. bukan salah satu diatas


 

50. Seorang laki-laki, 72 th, datang dengan retensi urin, maka dokter melakukan

pemeriksaan : colok dubur


 

Seorang laki-laki, 22 th, keluhan buah pelir membesar sejak 6 bulan yang lalu.

Benjolan tidak nyeri, hilang timbul, juga tidak ada riwayat demam. Kemungkinan

pasien diduga tumor testis.


 

51. Gambaran bertangkai terdapat pada tumor?


 

53. Seorang pria yang berumur 22 tahun telah berkunjung ke Poliklinik Urologi dengan

keluhan buah pelir yang membesar sejak 6 bulan yang lalu. Benjolannya tidak berasa

nyeri & tidak hilang timbul. Pasien tidak ada riwayat demam & trauma.

Kemungkinan pasien diduga tumor testis. Pemeriksaan Tumor Marker yang

dianjurkan kecuali


 

  1. Alkali Phospatase
  2. Alpha Feto Protein
  3. LDH
  4. BHCG
  5. Tidak ada yang benar


 

54. Yang manakah tidak berkaitan dengan tumor testis ?

a. boleh melakukan biopsi melalui skrotum

b. kemosensitif

c. radiosensitif

d. operasi orchidectomy tingkat tinggi

e. prognosa baik


 

56. Laki-laki, 23 th, berguling-guling kesakitan, nyeri pinggang menjalar ke ujung

Kemaluan, dari pemeriksaan status lokal ; nyeri morfi & CVA +ve

Keluhan :

a. nyeri kolik ginjal

b. nyeri kolik ureter

c. nyeri kolik empedu

d. nyeri kolik usus

e. nyeri somatik


 

59. Seorang lelaki 23 tahun mengalami sakit perut, muntah-muntah, mengerang kesakitan

dan berguling-guling. Rasa nyeri menjalar dari pinggang sampai ke ujung

kemaluannya. Pada pemeriksaan status lokalis, terdapat nyeri tekan di sudut costo

vertebralis. Pertolongan pertama yang perlu anda berikan kepada pasien?

a. beri infus


b. beri suntikan obat spamolitik

c. beri antibiotika

d. beri kompresi hangat di pinggang

e. rujuk pasien untuk foto rontgen abdomen


 

61. Anak, 4 th, nafas bau jengkol. Datang ke Puskesmas bersama ibunya. Tidak kencing

sejak tadi malam, menangis. Vesika urinaria teraba penuh. Skrotum oedem. Apa yang

terjadi ? –obstruksi uretra

62. Infiltrasi urin yang tidak ditanggulangi menyebabkan komplikasi :

63. Penatalaksanaan segera untuk intoksikasi jengkol : adalah dorsumsisi dan pasang

kateter sambol menyemprotkan meylon


 

Laki-laki, 30 th, tidak bisa kencing dan kesakitan, kira-kira 1 tahun yll kecelakaan lalu

lintas, dirawat karena patah tulang, panggul, tidak bisa kencing, dan perdarahan

peruretra. Setelah dibawa ke RS sembuh. Riwayat sekarang buli-buli penuh, tidak

teraba indurasi, urethra anterior tidak bermasalah tetapi tidak bisa kencing.


 

64. Retensi yang terjadi disebabkan karena :

a. obstruksi orifisium uretra interna


b. striktura pars membranosa

c. striktura pars bulbosa

d. striktura pars penilis

e. meatus stenosis


 

65. Pertolongan pertama yang diberikan :


a. pasang kateter

b. melakukan pungsi buli-buli

c. infus

d. antibiotik

e. analgetik


 

68. Retensi dari organisme penyebab UTI sering terjadi & dapat diatasi dengan :

a. cyprofloxacin

b. trimethoprim

c. nitrofurantoin

d. rotasi pemberian a/b tiap hari

e. norfloxacin


 

71. tes DM berat??

Benzidin


 

81. bila ada pemeriksaan terbukti asto (+), maka diagnosa...

a. TB ginjal akut

b. batu ginjal

c. nefritis akut

d. gagal ginjal

e. tumor ganas

82. diagnosis lebih pasti kalau sediment urine ditemukan silinder..

a. lilin

b. leukosit

c. hialin

d. granular

e. eritrosit

86. tumor ganas ginjal pada orang dewasa adalah : grawits

90. keganasan pada testis yang radisensitiv : Seminoma

97. trauma ginjal derajat 3 menurut AATS...

98. trauma ginjal dengan infark segmental, ekstravasasi dan laserasi sampai duktus pengumpul, derajat berapa???

Soal Urogenital HARI I (2006)

Ps: walaupun kita diwanti2 untuk tidak mempercayai soal ini tidak akan keluar lagi, tapi kalau belajar dari sini untuk menguji kemampuan ga ada salahnya kan? ^_~

2. epitel ureter berkembang dari ?

a. ectoderm

b. epitel kloaka

c. mesoderm intraembrional

d. saluran mesonefros

3. septum urorektal berasal dari

a. usus diafragma distal

b. diafragma pelvis

c. mesoderm

d. sentrum tendineum perinei

4. walaupun glomerulus mrp unit yang berkembang dari susunan metanefros, melalui bagian mesoderm intra embrional yang berada di lateral mesoderm paraksial, mesoderm lempeng sisi lamina viseral berperan dalam pembentukan

a. epitel uretra

b. m. Bulbospongiosus

c. diafragma urogenital

d. otot polos dinding uretra

5. kelainan dari saluran vesika urinaria ke alantoin yang tidak menutup atau kelainan kongenital berupa urin yang dapat keluar melalui umbilikus dari vesika urinaria yaitu :

Urachus persisten

6. kejadian desensus testikulorum berkaitan dengan pembentukan..

a. uretra

b. ureter

c. kanalis inguinalis

d. k femoralis

( kalo gak salah karna pembentukan kanalis inguinalis )

8. vas deferen yang membedakan saluran kelamin pria dan wanita berasal dari perk?

a. sinus urogenital

b. kloaka

c. mesonephros

d. metanephros

9. rongga peritoneum wanita dapat berhubungan dengan dunia luar karena tuba uterina barasal dari

a. saluran mesonefros

b. saluran muler

c. kanalisasi epitel vagina

d. kloaka

10. uterus berasal dari lipatan lapisan apa???

Mesoderm

12. pilihlah pernyataan yang paling benar pada proses diferensiasi sex ?

13. BBL, ambigous( gonad tidak teraba ) dugaan male pseudohermaprodit. Menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti

a. kadar steroid

b. kadar DHT

c. kadar T

d. pemeriksaan karyotipe

e. kadar elektrolit plasma

14. apabila pada pemeriksaan bayi baru lahir terdapat ambigus genitalia dan gonad tidak teraba, dicurigai terdapat defisiensi 21-hydroxylase, selain pemeriksaan karyotiping, pemeriksaan apa lagi yang diperlukan?

a. elektrolit serum (jawaban)

b. kadar 11-deoxycortisone

c. kdar 17-dyhydroprogesteron

d. USG abdomen

e. urogenitografi

16. keadaan yg tdk berhubungan dengan androgen yang berlebihan pada kehamilan adalah :

a. klitoromegali pada perempuan

b. ukuran penis berlebihan

c. fusi labioskrotal pada perempuan

d. skrotum dlm bentuk dan ukuran normal

e. sinus urogenital tunggal pada perempuan

17. kelainan kongenital yang sering ditemukan pada organ genitalia wanita berhubungan dengan perkembangan

a. duktus mulerrian

b. duktus wolfii

c. ovarium

d. duktus skene

18. wanita 12 thn, datang dengan keluhan tidak haid, nyeri siklik bulanan, seks sekunder dalam batas normal.

Diagnosis ?

  1. uterus didelfis
  2. agenesis uteri
  3. agenesis vagina
  4. hymen imperforata

19. wanita infertil primer dismenore, kesakitan saat koitus. Kenapa?

20. kelainan uterus akibat gangguan embrional duktus mullerian

21. agenesis uterus dan ..( kayaknya hymen imferforata ), terjadi akibat kegagalan ..

c. septum urogenitalis

d. septum anorektal

e. septum vaginalis

22. ibu membawa anaknya dengan keluhan tidak ada liang vagina. Kata dokter tidak introitus vagina. Apa yang kita lakukan??

23. ibu punya bayi dengan 2 kelamin, kromosom xy. Tindakan dokter keluarga

a. rujuk

b. observasi sampai pubertas

c. biarkan saja

d. diagnosis dengan mkrh syndrom

24. hormon yang mempengaruhi pembentukan duktus muller pada wanita adalah

AMH

25. kelainan kongenital uterus karena kegagalan..

Mullerian

26. minggu selesainya diferensiasi genitalia externa..

a. 8

b. 10

c. 12

d. 16

e. 20

27. BB 70 kg, skor daldiyono 12, berapa defisit cairan??

    4 liter

28. penyebab sesak nafas pada soal no 27

a. asidosis metabolik

b. asidosis respiratorik

c. alkalosis metabolik

d. alakalosis respiratorik

e. syok

29. cowok, 50 kg, mencret dan muntah-muntah sejak 6 jam yang lalu. Skor daldiyono 12. kehilangan cairan apa yang terjadi padanya ?

Hipokalemi (mungkin)

30. skenario tentang pasien yang muntah dan mencret... "Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan ?"

a. bradikardi

b. fox cholerica

c. nafas cepat dan dangkal

d. anemi

e. asites

31. cewek 18 thn, kaki bengkak, muka sembab, tidak ada sesak nafas, pemeriksaan urin protein (+ + +)

Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

a. albumin serum

b. SGOT, SGPT

c. natrium serum

d. kalium serum

e. globulin serum

32. edema disebabkan oleh :

peningkatan tekanan koloid osmotik plasma

33. tekanan osmotik koloid plasma menurun pada sindrom nefrotik disebabkan oleh

Jawaban : hipoalbuminemia

34. cewek 18 thn, edem muka dan tungkai, proteinuria +3. kelainan lab yang ditemukan :

a. hiperkolestrol

b. HDL tinggi

c. LDL rendah

d. trigliserida tinggi

e. semua benar

Wanita, 30 th, demam menggigil sejak 5 hari yang lalu, dari pemeriksaan fisik

ditemukan nyeri ketok CVA . Dari pemeriksaan labor ditemukan sediment leukosit >

50/LPB.


 

35. Diagnosa untuk pasien :

a. pielonefritis

b. uretritis

c. ureteritis

d. sistitis

e. ureterolitiasis


 

36. Apa hasil lab selain di atas : leukositosis


 

39. Wanita, 20 th, baru menikah mengalami disuria & poliuria. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan nyeri tekan pada simfisis pubis

Diagnosa : sistitis


 

40. Pengobatan rasional pada penderita adalah seperti berikut , kecuali :

a. banyak minum

b. nutrisi yang adekuat

c. spasmolitik (mengurangkan kontraksi)


d. istirahat total


 

Gejala : pielonefritis, 1 minggu yang lalu terinfeksi E. Coli > 100.000, sekarang \

dirawat lagi dengan hasil pemeriksaan bakteri yang sama E. Coli > 100.000


 

42. Apa diagnosa penyakitnya : seharusnya ISK relaps, tapi pilihan jawaban ada ISK

sederhana / ISK berulang, mungkin infeksi kronis juga ?


 

43. Urosepsis


 

46. Bayi, 1 hr, 3000gr, x bs minum karena langit2 terbelah, berapa cairan yang

dibutuhkan dalam 24 jam? = 180 ml


 

47. pH↓, BE↓, HCO3↓ = asidosis metabolik


 

50. Bayi baru lahir, berat 2500 gr, suhu tubuh 39°C, tidak bisa minum. Hitung kebutuhan

elektrolit dalam 24 j . Jawaban : 150ml


 

51. ADH kerja di ginjal di ?

a. tubul distal

b. tubul proksimal

c. tubul koligentes


 

52. Tatalaksana hipokalemia


 

54. Di antara kelainan berikut , yang manakah tidak berkaitan dengan hormon

testosteron:

a. hipospadia

b. epispadia

c. undesensus testis

d. khriptokisme

e. mikropenis


 

56. Kelainan kongenital yang memerlukan tindakan koreksi / bedah :

a. agenesis ginjal unilateral

b. agenesis ginjal bilateral

c. hipospadia glandular tanpa cordae

d. mikropenis

e. epispadia


 

58. Pemeriksaan karyotip harus dilakukan pada : severe hypospadia


 

59. Faktor yang tidak berhubungan dengan hipospadia adalah :

a. defek kromosom

b. endocrinopathy : defek testosteron

c. enzymatic : defek 5-alpha reduktase inhibitor

d. exposure estrogen dan progestin pada trimester 1 kehamilan

e. defek Zn pada trimester 1 kehamilan


 

60. Penyakit penyerta yang jarang terjadi pada hipospadia, kecuali :

a. kriptochitisme

b. hernia inguinal

c. mikropenis

d. kelainan skrotum

e. meatus i...


 

61. Kontraindikasi dari hipospadia : sirkumsisi


 

62. Manakah keadaan dibawah ini yang harus dikoreksi segera : phimosis dengan infeksi

berulang-ulang pada anak usia 1 th.


 

63. Kelainan kongenital yang bisa menyebabkan gagal ginjal :

a. pyelum bifidum

b. ureteropelvic junction obstruction

c. duplikasi ureter

d. complete double system

e. incomplete double system


 

64. Uncomplicated UTI

a. tanpa kelainan anatomi & fungsi sistim urinarius ♥

b.dengan kelainan anatomi & funsi sistem urinarius

c. harus diketahui faktor penyebab sebelum diberi pengobatan

d. kebanyakan disebabkan oleh bakteria E. Coli


 

65. Simptomatik bakteriuria ( ga ngerti, di slide disuruh kasih TMP + SMX, kata'a lebih

lama terapi lebih memuaskan hasilnya? )

a. hati-hati pada bumil AB dapat melewati plasenta

b. pada bumil terapi kontroversial

c. anak terapi kontroversial

d. bila tekanan urinarius meingkat berikan AB

e. bila tidak meningkat berikan AB


 

73. pengobatan glomerulopathy sekunder....

Evan W


 

78. laki-laki 25 thn diberi kortikosteroid tidak berespon, biopsi ginjal dengan penebalan pembuluh darah kapiler, diagnosanya???

Evan W


 

81. tentukan hubungan kiri dan kanan yang sesuai..

    1. nefritik sindrom – smooky brown urine

    2. nefritik sindrom – oliguria

    3. sindrom alport – nefritis herediter

    4. sindrom good pasture – hematemesis

82. glomerulonefritis akut...

    1. anak-anak usia 3 – 7 tahun

    2. gross hematurie

    3. reaksi imunologi

    4. bakteri dalam urine

Rosa


 

96. yang bukan penyebab GGA pre-renal

- sepsis

- congestif heart failure

- stenosis arteri renalis

-hipertensi maligna

Siska solina


 

97. GGA dapat dijumpai pada keadaan berikut ini, kecuali:

a. GN akut

b.

c. vaskulitis

d. gangguan hemodinamis intrarenal

e. nefropati interstisial akut karena obat

Suri


 

98. pemeriksaan urin pada evaluasi pasien GGA, dapat menentukan

a. inflmasi glomerulus atau tubulus

b. infeksi saluran kemih

c. uropati kristal

d. semua benar

e. a dan b benar


 

17 Juni 2009

Laporan tutorial ttg system urinarius

Created by micelia amalia sari

Modul 1 : Sistem Urinarius

Skenario 1 : Tes Wawancara

    Hari ini, Ririn akan mengikuti tes masuk kerja pada sebuah perusahaan. Sebelum meninggalkan, Ririn minum segelas vitamin C effervescent. Karena cuaca panas, dalam perjalanan Ririn minum segelas the es di sebuah café. Di kantor perusahaan tersebut, dia harus menunggu antrian yang panjang untuk mendapatkan gilirannya. Ini membuatnya anxietas dan gelisah memikirkan wawancara tersebut. Akhirnya setelah 2 jam baru dia mendapat giliran.

    Di ruangan wawancara, udara sangat dingin dan Ririn merasa dia harus buang air kecil. Dia minta izin untuk ke toilet dan melihat urinnya berwarna kuning pekat. Selama wawancara, dia merasa ingin buang air kecil lagi, tetapi dia menahannya selama hamper satu jam.

    Dalam perjalanan pulang, dia berfikir apakah dia sakit, karena dia kencing berkali-kali dengan urin yang berwarna kuning pekat, ririn khawatir jika mengalami sakit yang sama dengan sepupunya. Sepupu Ririn sering mengeluh sakit pinggang dan didiagnosis dokter mengalami nefrolithiasis. Bagaimana anda menjelaskan apa yang dialami Ririn?

Terminologi

Vitamin C effervescent : berupa senyawa yang jika dicelupkan dalam air akan bergelembung(CO2), larut dan berubah menjadi asam askorbat.

Urine : berasal dari bahasa yunani "ouron", merupakan cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal dengan disimpan terlebih dahulu di kandung kemih dan di buang melalui uretra

Anxietas : perasaan tidak menyenangkan, seperti rasa cemas yang disebabkan oleh phobia, ada efek fisiologis terhadap antisipasi bahay yang tidak real, disebabkan konflik intrapsikik terkait situasi atau objek, akan terjadi peningkatan denyut jantung, nafas tak teratur, pengeluaran urin berlebihan, keringat berlebih dan lemas.

Nefrolithiasis : berasal dari bahasa yunani "nefro" berarti ginjal, "lith" berarti batu dan "iasis" berarti keadaan, jadi kondisi dimana terjadi penumpukan senyawa kalsium, asam urat atau benda padat lainnya di ginjal terutama di pelvis renalis, akan menyebabkan nyeri saat buang air kecil, pendarahan dan penyumbatan saluran urin.


 

Identifikasi masalah :

  1. Apa saja organ yang menghasilkan urin? Apa fungsinya?
  2. Bagaimanakah proses pembentukan urin?
  3. Apa karakteristik urin normal? Berapa komposisinya?
  4. Bagaimanakan pengaturan system urinaria lewat saraf?
  5. Factor apa yang mempengaruhi banyak sedikitnya produksi urin?
  6. Apa faktor penyebab nefrolithiasis?bagaimana gejalanya serta pengobatannya?
  7. Bagaimana hubungan vitamin c effervescent dengan nefrolithiasis?
  8. Apa saja gangguan yang bisa terjadi di traktus urinarius?

Analisis masalah :

  1. Organ yang terlibat dalam pembuatan urine (system urinarius) :

    Ginjal

  • Terletak di bagian dorsal tubuh
  • Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri
  • Bagian atas ginjal terdapat kelenjar adrenal

    Ginjal terdiri dari :

  • Korteks Ginjal – daerah luar , terdapat glomerulus nefron,tubulus proximal dan tubulus distal
  • Medula Ginjal – daerah dalam , terdapat ansa henle dan tubulus colligens
  • Pelvis Ginjal – saluran pengumpul

    Nefron

  • Unit struktural dan fungsional penyusun ginjal
  • Ginjal manusia disusun oleh 1 juta nefron
  • Tempat terjadinya pembentukkan urin
  • Terdiri dari 2 komponen utama :
    • Glomerolus à
      Merupakan kapiler yang berbentuk bola berjaring .Berhubungan dengan arteriola (pemeliharaan tekanan darah). Ada Arteriola afferent yang lebar, Arteriola efferen sempit . Fungsi : Penyaringan / filtrasi cairan darah
    • Tubulus ginjal :
      • Tubulus proximal
      • Ansa henle
      • Tubulus distal
      • Tubulus koligentes

Ureter

  • Saluran antara ginjal dengan kandung kemih
  • Jumlah sepasang
  • Fungsi : membawa urin dari ginjal ke kandung kemih

Kandung kemih :

  • Merupakan kantung yang berfungsi untuk menampung urin sementara
  • Disusun oleh lapisan otot polos
  • Berhubungan dengan uretra

Uretra

  • Saluran yang membawa urin keluar dari tubuh
  • Pada wanita hanya dilalui urin saja, sedang pada pria selain dilalui urin juga dilalui sel kelamin jantan
  1. Proses pembentukan urin di ginjal
    1. Filtrasi :
      Proses penyaringan darah yang kurang selektif.

      Air, ion dan zat makanan serta zat terlarut di keluarkan dari darah ke tubulus proksimal.

      Sel darah dan beberapa protein tetap berada di dalam darah.

      Terbentuk filtrate primer di tubulus proksimal.

    2. Reabsorbsi : terjadi di tubulus proximal, ada sekresi insulin untuk mereabsorbsi glukosa dan asam amino, akan dihasilkan urin sekunder
    3. Augmentasi : di tubulus distal, adanya sekresi ADH untuk menyerap air ketika diperlukan, di konsdisi ini tidak ditemukan lagi protein dan glukosa, , air sedikit, mineral banyak, urobilin akan memberikan warna kuning pada urin
  2. Pengontrolan oleh saraf

    Oleh saraf pelvis, merupakan saraf parasimpatis berperan dalam kontraksi kandung kemih.

    Saraf simpatisnya di L2, untuk relaksasi kandung kemih.

    Oleh saraf pudendus

  3. Karakteristik urin normal

    Warna : kuning gading, transparan

    Bau : khas amoniak

    Volume : 200-250mL/jam

    Komposisi : 95% air, 2% empedu, 2% urea, 99% daranh yang disaring akan dikembalikan lagi, hanya 1% yang dijadikan urin

  4. Factor yang mempengaruhi produksi urin
  • Jumlah air yang diminum
  • Suhu, jika semakin dingin, semakin banyak urin yang diproduksi karena keringat hanya sedikit
  • ADH, semakin banyak ADH makin sedikit air yang dikeluarkan lewat urin
  • Aktivitas
  • Usia, bayi banyak urinnya sedangkan orangtua dikarenakan fungsi ginjak sudah terlalu optimal jadi produksi urinnya menurun
  • Insulin, pada penderita Diabetes Melitus urinnya semakin banyak karena glukosa tidak direabsorbsi kembali
  1. Factor penyebab nefrolithiasis :
  • Instrinsik :

    Genetic

    Usia, rentan pada 30-50 thn

    Gender, pria lebih berisiko daripada wanita

  • Ekstrinsik :

    Asupan air

    Cuaca

    Pekerjaan, kerja yang banyak duduk lebih berisiko

    Geografis lingkungan

    Diet purin tinggi

Gejala-gejala penyakit : nyeri saat berkemih, ada penyumbatan, oedema di mata, kaki dan tangan, sering pipis malam, tekanan darah tinggi

Pengobatan : jika masih kecil atau kadarnya sedikit, bisa dilaser dan serpihan batunya dikelarkan melalui urin, jika sudah besar dan terlalu menyumbat bisa di operasi

  1. Hubungan vitamin c effervescent

    Vitamin C berfungsi untuk mengikat dan menggumpalkan kalsium, sedangkan batu ginjal itu ada yang merupakan senyawa kalsium oksalat, jadi ketika tubuh kelebihan vitamin C makanya terjadi nefrolithiais.


     

  2. Gangguan traktus urinarius

    Nefrolithiasis : batu ginjal

    Diabetes insipidus : kekurangan hormone ADH, polyuria

    Diabetes mellitus : kekurangan hormone insulin atau kelainan pada tubulus proximal

    Nefritis : disebabkan oleh Streptococcus sp. Di glomerulus, terganggu filltrasi

    Albuminuria :ditemukannya albumin(protein darah) dalam urin, menandakan glomerulus gagal menyaring darah

    Anuria : kegagalan ginjal yang tidak bisa memfiltrasi sama sekali, tidak ada urin


     

Sistematika

Learning Objective

  1. Mikroskopis dan makroskopis serta fungsi dari organ system urinarius
  2. System pengontrolan system urinarius oleh hormone dan saraf
  3. Proses pembentukan dan pengeluaran urin(serta system empedu yang mendukungnya)
  4. Mekanisme control volume cairan dan elektrolit
  5. Karakteristik dan komposisi fisik urin normal
  6. Gangguan pada system urinarius

LO I

System urinarius didukung oleh organ :

2 ginjal(kiri dan kanan)

2 saluran ureter

1 kandung kemih (vesika urinaria)

1 uretra

    Fungsi system urinarius

1.Ginjal memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis.
2.Mempertahankan suasana keseimbangan cairan.
3.Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh.
4.Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum,kreatin dan amoniak.
5.Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.
6.Pengaturan konsentrasi ion-ion penting.
7.Menghasilkan hormone Eritopoetin yang beredar dalam tubuh.
8.Pengatur produksi Sel Darah Merah.
9. Pengatur tekanan darah

10.Sebagai kelenjar endokrin (sel-sel jukstaglomeruli dan makula densa) yang mengatur hemodinamika serta tekanan darah dengan menghasilhan zat renin.

Fungsi ginjal erat hubungannya dengan paru-paru dan kulit dalam mempertahankan volume dan komposisi darah terhadap zat-zat tertentu. Pada darah zat tersebut mempunyai nilai ambang yang konstan, dan bila melebihi nilai ambang, maka zat tersebut dibuang melalui ginjal, paru-paru, maupun kulit.

Organ- organ penyusun sitem urinarius antara lain ;

  1. Ginjal

    Ginjal terletak di dinding posterior abdomen, sejajar L12-T2, di luar rongga peritoneum. Dengan berat 150 gr, panjang 12 cm, lebar 4-5 cm, kira-kira sekepalan tangan orang dewasa.

    Setiap ginjal diselubungi tiga lapisan jaringan ikat :

    1. Fasiia renal, pembungkus terluar
    2. Lemak perirenal, jaringan adipose yang terbungkus fasia renal untuk membantali ginjal dan membantu organ agar tetap pada posisinya
    3. Kapsul fibrosa(ginjal), membrane halus transparan yang langsung membungkus ginjal dan dapat dilepas dengan mudah

    Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang, berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12.5 cm dan tebalnya sekitar 2,5 cm. Terdapat 2 buah ginjal dalam satu tubuh manusia. Ginjal terletak di area yang cukup tinggi, yaitu pada dinding abdomen posterior yang berdekatan dengan 2 pasang iga terakhir. Organ ini terletak secara retroperitoneal dan di antara otot – otot punggung dan dan peritoneum rongga abdomen atas. Setiap ginjal mempunyai kelenjar adrenal pada bagian atasnya.Ginjal kiri letaknya lebih tinggi daripada ginjal kanan dikarenakan adanya Hepar pada sisi kanan tubuh. Ginjal tersusun atas banyak nefron, yang berfungsi untuk filtrasi dan pembentukan urin.


    Struktur ginjal


    Struktur histologis koteks ginjal


    Satu unit nefron terdiri dari :

    - Glomerulus : Merupakan suatu gulungan kapiler. Dikelilingi oleh sel – sel epitel lapis ganda atau biasa disebut Kapsul Bowman. Bertindak seperti saringan, menyaring darah yang datang dari Arteriol Aferen. Membentuk urin primer yang berupa cairan pekat, kental, dan masih seperti darah, tapi protein dan glukosa, sudah tidak ditemukan


    - Tubulus Kontortus Proksimal(TC I) : Suatu saluran mikro yang amat berliku dan panjang. Mempunyai mikrovilus untuk memperluas area permukaan lumen.

    - Ansa Henle : Suatu saluran mikro yang melengkung dan berliku, terdiri dari bagian yang tipis dan yang tebal. Pada bagian yang tipis, didominasi oleh reabsorpsi air. Sedangkan pada bagian yang tebal, didominasi oleh reabsorpsi elektrolit, seperti NaCl

    - Tubulus Kontortus Distal (TC II) : Suatu saluram mikro yang juga panjang dan berliku. Disini, sedikit dilakukan reabsorpsi air.

    - Ductus Coligentus : Suatu saluran lurus dimana berkumpulnya hasil urin setelah melewati Tubulus Kontortus Distal. Bermuara ke Calix Minor Renalis. Yang selanjutnya akan dibawa ke Calix Mayor Renalis lalu ke Pelvis Renalis

    Suplai darah untuk ginjal berasal dari jantung, 22% dari curah jantung(1100ml/menit), jalurnya:


  2. Ureter


    Ureter adalah saluran tunggal yang menyalurkan urine dari pelvis renalis menuju vesica urinari (kantong air seni). Mukosa membentuk lipatan-lipatan memanjang dengan epithel peralihan, lapisan sel lebih tebal dari pelvis renalis. Tunika propria terdiri dari jaringan ikat dimana pada kuda terdapat kelenjar tubuloalveolar yang bersifat mukous, dengan lumen agak luas. Tunika muskularis tampak lebih tebal dari pelvis renalis, terdiri dari lapis dalam yang longitudinal dan lapis luar sirculer, sebagian lapis luar ada yang longitudinal khususnya bagian yang paling luar. Dekat permukaan pada VU hanya lapis longitudinal yang nampak jelas.

    Tunika adventisia terdiri dari jaringan ikat yang mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf, ganglia sering terdapat didekatnya.

    Selama urien melalui ureter komposisi pokok tidak berubah, hanya ditambah lendir saja. Dinding ureter berlapis-lapis :

    TUNICA MUCOSA : lapisan dari dalam ke luar sebagai berikut :

    - epithelium transitional : pada calix 2 – 4 lapis, pada ureter 4-5 lapis, pada vesica urinaria 6-8 lapis.

    - Tunica submucosa tidak jelas

    - Lamina propria berlembar 2

    o Luar jaringan ikat padat tanpa papilla, mengandung serabut elastis dan sedikit noduli lymphatici kecil-kecil .

    o Dalam jaringan ikat longgar

    Kedua-dua lapisan ini menyebabkan tunica mucosa ureter dan vesica urinaria dalam keadaan kosong membentuk lipatan membujur.

    TUNICA MUSCULARIS : otot polos, longgar saling dipisahkan oleh jaringan ikat longgar dan anyaman serabut elastis. Otot membentuk 3 lapisan :

    - stratum longitudinale internum

    - stratum circulare

    - stratum longitudinale externum

    TUNICA ADVENTITIA ; jaringan ikat longgar


     

Kira-kira panjangnya 25cm, dengan bagiannya:

  1. Pars abdomen
  2. Pars pelvina, ketika ureter telah bersilangan dengan arteriol dan menuju lebih dekat dengan pelvis

    Lumen ureter punya pergerakan peristaltic dan tidak terjadi penyerapan apapun di sini


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

  3. Vesika urinaria


    1. Strukutur vesika urinaria            (b) struktur dinding vesika urinaria

    Kantong air seni merupakan kantong penampung urine dari kedua belah ginjal Urine ditampung kemudian untuk dibuang secara periodik.

    Bangun histologi : Mukosa memiliki epithel peralihan (transisional) yang terdiri dari 5-10 lapis sel pada yang kendor, apabila teregang (penuh urine) terdiri atas 3-4 lapis sel. Propria mukosa terdiri dari jaringan ikat, pembuluh darah, saraf dan jarang terlihat limphonodulus atau kelenjar. Pada sapi tampak otot polos tersusun longitudinal, mirip muskularis mukosa.

    Sub mukosa terdapat dibawahnya, terdiri dari jaringan ikat yang lebih longgar. Tunika muskularis cukup tebal terdiri dari lapis longitudinal dan sirkuler (luar), lapis paling luar sering tersusun secara memanjang, lapisan otot tidak tampak adanya pemisah yang jelas, sehingga sering tampak seolah-olah saling menjalin. Berkas-berkas otot polos di daerah trigonum vesicae membentuk bangunan melingkar, mengelilingi muara ostium urethrae intertinum. Lingkaran otot itu disebut m.sphincter internus.

    Lapis luar adalah serosa, berupa jaringat ikat longgar (jaringan areoler), sedikit pembuluh darah dan saraf

  4. Uretra

    Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar.Pada laki – laki, urethra memiliki panjang hingga 20 cm, dan selain berfungsi untuk mengeluarkan urine, juga berfungsi untuk membawa keluar semen, namun TIDAK pada saat yang bersamaan. Urethra pada laki – laki dibagi menjadi 3 bagian :

    - Urethra pars Prostatika : Dikelilingi oleh kelenjar prostat, dan merupakan muara dari 2 buah duktus ejakulatorius. Juga merupakan muara dari beberapa duktus dari kelenjar prostat

    - Urethra pars Membranosa : Bagian terpendek. Berdinding tipis dan dikelilingi oleh otot rangka sfingter urethra eksterna

    - Urethra pars Cavernosa : Bagian terpanjang. Menerima duktus dari kelenjar bulbourethralis dan bermuara pada ujung penis. Sebelum. mulut penis, bagian ini membentuk suatu dilatasi kecil, yang disebut Fossa Navicularis. Bagian ini dikelilingi oleh Korpus Spongiosum yang merupakan suatu kerangka ruang vena yang besar



    Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis). Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi. Perbedaan panjang dan letak anatomis dari urethra ini, mengakibatkan perbedaan resiko akan terjadinya infeksi saluran kemih. Pada perempuan, lebih mudah terjadi infeksi karena pendeknya panjang urethra, dan dekatnya dengan Vagina, yang memiliki banyak mikroorganisme sebagai flora normal, namun bersifat infeksius jika berpindah tempat.

    Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan:

    1. Lapisan otot polos, merupakan kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria. Mengandung jaringan elastis dan otot polos. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup.

    2. Lapisan submukosa, lapisan longgar mengandung pembuluh darah dan saraf.
    3. Lapisan mukosa.

LO II

Pengontrolan oleh saraf:

  1. Nervus hipogastrikus, saraf simpatis yang berhubungan dengan segmen L 1-2 medula spinalis. Akan merangsang tekanan pembuluh darah naik dan sedikit mempengaruhi kandung kemih dengan menimbulkan sensasi penuh.
  2. Nervus pelvikus, merupakan serat saraf sensorik&motorik yang berhubungan dengan segmen S2-3 medula spinalis melalui pleksus sakralis.

    Serat saraf sensorisnya akan mendeteksi derajat regangan dari uretra posterior&pada dinding kandung kemih. Jika bersifat sangat kuat akan mencetuskan reflex yang pengosongan kandung kemih

    Serat saraf motoriknya merupakan serat parasimpatis, berakhir di ganglion yang terletak pada dinding kandung kemih, saraf postganglion pendek mensarafi otot destructor.

  3. Nervus pudendal merupakan seart saraf somatic yang menuju spincter externa kandung kemih untuk mengontrol otot luriknya.

Pengontrolan oleh hormone :

Untuk sirkulasi renal

Hormone

Efek

  1. Norepinefrin,epinefrin,endotelin


     

  2. Renin


     


     

  3. Angiotensin II


     

  4. prostaglandin

↑GFR(glomerulus filtration rate)

Merangsang pembentukan Angiotensin oleh hati yang nantinya kan merangsang pembentukan Angiotensin II oleh converting enzim di paru

Mencegah ↓GFR

↑GFR,↑aliran darah

Di produksi oleh sel mesangial pada epitel podosit kapsul bowman untuk autoreguladi dan natriuresis.

Untuk reabsorbsi tubulus

Hormon

Target

Efek

  1. aldosteron


     


     


     

  2. angiotensin II


 

  1. ADH


     


     


     

  2. Peptide natriuretik atrium (ANP)


     

  3. paratiroid

Tubulus distal s/d duktus koligentes


 

Tubulus proximal


 

Tubulus distal/duktus koligentes


 

Tubulus distal/duktus koligentes

Tubulus proximal,segmen tebal ascenden ansa henle/tubulus distal

↑reabsorbsi NaCl, H2O&

↑sekresi K+

↑reabsorbsi NaCl, H2O&

↑sekresi H+


 

↑reabsorbsi H2O


 

↓ reabsorbsi NaCl


 

↓ reabsorbsi Ca2+, pembuangan PO4-


LO III

PROSES PEMBENTUKAN URINE

Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.


1. Penyaringan (filtrasi)

Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.
Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.

Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya


2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)



Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.

Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.

Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.


3. Augmentasi



Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.

Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.

Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

PROSES BERKEMIH

  • Suatu proses refleks yang diatur oleh pusat-pusat refleks di otak.
  • Rangsang (impuls) yang terjadi akibat teregangnya dinding VU dihantarkan oleh neuron-neuron sensoris viseral aferen melalui n. splanchnicus memasuki medulla spinalis segmen sacral 2,3,dan 4.
  • Rangsang saraf menyebabkan otot-otot polos VU berkontraksi, m. sphincter vesicae melemas. Neuron-neuron eferen para simpatis mengambil jalan melalui n. pudendus (S2,3, dan 4) menuju ke sphincter urethra.
  • Pengontrolan berkemih anak-anak mulai umur 3-4 tahun.
  • Mekanisme miksi :

    Air kemih → distensi kandung kemih (±250 cc) → stress reseptors → reflek kontraksi dinding kandung kemih, relaksasi spinter internus, dan relaksasi spinter eksternus → pengosongan kandung kemih. Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter internus dihantarkan melalui serabut-serabut saraf para simpatis.

Pewarnaan urin dibantu oleh system metabolism di empedu. Darah yang mengandung Haemoglobin akan dipecah menjadi heme dan globin. Lalu heme akan dioksidasi oleh porfirin menjadi biliverdin yang berwarna hijau, lalu direduksi menjadi bilirubin berwarna kuning(di jaringan perifer) terjadi di sel-sel RE hati. Di hepatosit hati, bilirubin diubah menjadi bentuk polar (larut dalam air) sehingga dapat dieksresikan ke dalam empedu, proses ini disebut konjugasi. Bilirubin terkonjugasi direduksi menjadi urobilinogen di ileum terminalis dan usus besar pleh bakteri usus. Urobilinogen tidak berwarna dioksidasi menjadi urobilin berwarna yang di feses akan menjadi sterkobilin, dan ke ginjal akan dieksresikan bersama urin

LO IV

KESEIMBANGAN CAIRAN

Setelah 2/3 filtrasi glomerulus (180l/h) direabsorpsi di TC I melalui 3 proses yang berhubungan dengan :

- mengirim cairan ke segmen pengencer

- memisahkan larutan & air di dalam segmen pengeceran

- reabsorbsi air didalam duktus kolekting

Mekanisme pengenceran urine :

1. Kirim air ke bagian tebal ascending loop Henle, tubulus kontroktus distal & sistem kolekting.

2. Buat cairan hipotonik maksimal dalam segmen pengenceran.

3. Pertahankan sistem kolekting impermeable& tanpa pengaruh ADH / antidiuretik lain

KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

Keseimbangan tercapai bila masuk &keluar sama untuk setiap elektrolit.Ini penting karena :

- pengaruhi secara langsung keseimbangan cairan

- pengaruhi fungsi sel

Seperti halnya keseimbangan air, keseimbangan garam dan elektrolit juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernah memperhatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi, seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya dan cenderung lebih dari kebutuhan.Kelebihan garam yang dikonsumsi harus diekskresikan dalam urin untuk mempertahankan keseimbangan garam.

Ginjal mengontrol jumlah garam yang diekskresi dengan cara:

1. Mengontrol jumlah garam (natrium) yang difiltrasi dengan pengaturan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)/ Glomerulus Filtration Rate(GFR).

2.Mengontrol jumlah yang direabsorbsi di tubulus ginjal

Jumlah Na yang direabsorbsi juga bergantung pada sistem yang berperan mengontrol tekanan darah. Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron mengatur reabsorbsi Na dan retensi Na di tubulus distal dan collecting. Retensi Na meningkatkan retensi air sehingga meningkatkan volume plasma dan menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri .

Selain sistem renin-angiotensin-aldosteron, Atrial Natriuretic Peptide (ANP) atau hormon atriopeptin menurunkan reabsorbsi natrium dan air. Hormon ini disekresi oleh sel atrium jantung jika mengalami distensi akibat peningkatan volume plasma. Penurunan reabsorbsi natrium dan air di tubulus ginjal meningkatkan eksresi urin sehingga mengembalikan volume darah kembali normal.


 


 

LO V

Komposisi air kemih terdiri dari:

a. Air, kira-kira 95-96%

b. Larutan (4%) :

- Larutan organic : Protein asam urea, ammonia, kreatin, dan uric acid.

- Larutan anorganik : Natrium (sodium), klorida, kalium (potasium), sulfat, magnesium, dan fosfor,elektrolit, kalsium, NH3, bikarbonat.

c. Pigmen (bilirubin, urobilin)

d. Toksin

e. Hormon

Sifat fisis air kemih terdiri dari :

a. Jumlah ekskresi dalam 24 jam ±1.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) dan factor lainnya.

b. Warna : Bening kuning muda, tergantung dari kepekatan, diet, obat-obatan dan sebagainya, dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.

c. Bau : Khas air kemih, bila dibiarkan lama akan berbau amoniak.
d. Berat jenis : 1,015-1,020.

e. Reaksi : Asam, bila lama-lama menjadi alkalis juga tergantung dari pada diet.

LO VI

Gangguan pada sitem urinarius :

Nefrolithiasis : Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik).

Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF) dapat diartikan sebagai penurunan cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia (peningkatan konsentrasi BUN [Blood Urea Nitrogen] ). Akan tetapi biasanya segera setelah cedera ginjal terjadi, tingkat konsentrasi BUN kembali normal, sehingga yang menjadi patokan adanya kerusakan ginjal adalah penurunan produksi urin.

Diabetes Mellitus : Pada urinnya mengandung glukosa. Hal ini karena adanya kadar gula di dalam darah yang tinggi.

Diabetes insipidus adalah pengeluaran cairan dari tubuh dalam jumlah yang banyak yang disebabkan oleh dua hal :
@ Gagalnya pengeluaran vasopressin
@ Gagalnya ginjal terhadap rangsangan AVP
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan, penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat menganggu mekanisme neurohypophyseal – renal reflex sehingga mengakibatkan kegagalan tubuh dalam mengkoversi air .

Sistisis (infeksi saluran kemih) / anyang-anyang sering dirasakan baik oleh wanita maupun pria, baik oleh anak-anak maupun dewasa, yang biasa disebabkan masuknya bakteri E. coli ke kandung kemih.

15 Juni 2009

Soal ttg urinarius

Typed by micelia amalia sari

  1. Smw struktur brikut bhub lgsg dg hilus ginjal, kecuali:
    1. Pelvis ginjal
    2. Arteri ginjal
    3. Korpuskel ginjal
    4. Vena ginjal
  2. Pernyataan brikut mnkah yg akurat mngenai fungsi ginjal?
    1. Satu2nya zat yg dikeluarkan o/ ginjal adl zat toxic&buangan N
    2. Agar dpt dieksresi smw zat ptama2 hrs difiltrasi o/ ginjal
    3. Pngaturan tek drh tjd mll pmbentukan&plepasan rennin
    4. Kecuali ion Na yg dieksresi o/ ginjal, pngaturan tubuh tdhp ion anorganik penting lainnya spt ion kalsium dan kalium tjd hny pd saat modifikasi asupannya
  3. Apparatus juxtaglomerular tdd sel2 yg bhub dg arteiol aferen dan
    1. Arteriol eferan
    2. Tc II
    3. Bag ascenden ansa henle
    4. TC I
  4. Suplai darah k ginjal berubah dr suplai vena
    1. sBlm drh mmasuki glomerulus
    2. dlm glomerulus
    3. stlh mninggalkan glomerulus
    4. stlh mninggalkan kapiler peritubular
  5. Sluruh pnyataan brkut yg bkaitan dg pmbentukan urin adl benar, kecuali
    1. Pmbentukan urin mlibtkn filtrasi plasma drh dr glomerulus k kapsul bowman
    2. Kurang dr sparuh air yg tsaring dikembalikan lg k darah
    3. Lgkh k2 dlm pbntukan urin adl reabsorbsi sel2 tubular thpd air&bbrp zat tlarut yg tlh difiltrasi dr glomerulus k bowman
    4. Pmbtukn urin mlibatkan sekresi zat2 ttntu o/ sel2 tubular k dlm cairan intertisial pd kapiler peritubular
  6. Konstriksi arteiol aferen akan m'akibatkan
    1. Pningktn aliran drh k dlm arteriol eferen
    2. Pnurunan GFR
    3. Pningktn tek hidrostatik(drh) dlm glomerulus
    4. Pningktn konsentrasi protein pd filtrate glomerlus
  7. Reabsorbsi tubular
    1. Thdp urea adl skitar ½ dr yg tfiltrasi dlm glomerulus
    2. Thdp Natrium hny blangsg dlm TC I
    3. Tdp glukosa tdk tjd pd pnderita DM
    4. Blangsg hny mll mkanisme transport aktif
  8. Brt jnis zat adl rasio brt suatu zat dg volume yg sama. Jk lbh bnyk air dlm drh dibandingkan biasanya, urin yg dihasilkan akan mmiliki brt jnis skitar
    1. 1,002
    2. 1,020
    3. 1,035
    4. 1,040
  9. Dlm lingkungan yg pns, seseorang yg mlkukan latihn brt dpt mngeluarkan keringat 3-4L/jam.konsekuensi fisologis mnkah yg diakibatkan keluaran tsb?
    1. Pnurunan vol plasma
    2. Pningktn kdr ADH yg bsirkulasi
    3. Pnurunan aldosteron
    4. Pningktn oslmolalitas plasma
  10. System arus bolakbalik ganda
    1. Tjd akibat pnurunan konsentrasi Na dr kortex k medulla ginjal
    2. Mmungkinkn ginjal utk mproduksi urin lbh kental dibandingkan cairan tubuh
    3. Tjd terutama dlm TC I
    4. Mmungkinkn osmolalitas urin tetap konstan walo ada pbedaan vol urin
  11. Pkemihan adl reflex yg tjd jk impuls…….mnybbkan kontaksi…….
    1. Simpatis, trigonum
    2. Parasimpatis, detrusor
    3. Parasimpatis, ureter
    4. Parasimpatis, sfringter externa
  12. Jalur umum utk zat sisa metabolic&materi reproduktif pd laki2 adl
    1. Pelvis ginjal
    2. Ureter
    3. Kandung kemih
    4. Uretra
  13. Berikut merupakan ciri dan struktur dari ginjal, kecuali …

    a. Terletak di kiri kanan tulang pinggang

    b. Ginjal kanan lebih tinggi dibandingkan ginjal kiri

    c. Bentuk seperti biji kacang merah

    d. Ukuran sebesar kepalan tangan

    e. Memiliki berat sekitar 120 gr s.d 170 g

14. Beberapa fungsi pengeluaran:

1. mengeluarkan CO2 dan H2O

2. mengeluarkan H2O, garam mineral, urea

3. Mengeluarkan bilirubin dan biliverdin

4. mengatur keseimbangan cairan tubuh

5. merombak eritrosit tua

Yang merupakan fungsi ginjal adalah ….

a. 1 dan 5

b. 2 dan 4

c. 3 dan 3

d. 1 dan 3

e. 4 dan 5

15. Bila urine seseorang di tes dengan menggunakan biuret dan diperoleh

warna ungu, dapat diduga bagian ginjal yang mengalami kelainan

adalah …

a. glomerulus

b. tubulus kontortus proksimal

c. tubulus kontortus distal

d. kapsula bowman

e. badan malpigi

16. Berdasarkan hasil uji urine diketahui, urin berwarna kuning coklat, pH

4,9, dan berbau sangat pesing. Interpretasi yang tepat berdasarkan

data tersebut adalah …

a. Pemilik urine mengalami dehidrasi dan banyak mengkonsumsi

protein

b. Pemilik urine mengalami dehidrasi dan banyak mengkonsumsi

sayuran

c. Ginjal pemilik urin dalam keadaan sehat

d. Pemilik urin menderita penyakit diabetes melitus

e. Pemilik urin akan mengalami penyakit hipertensi

17. Seseorang dinyatakan sehat apabila urine yang dikeluarkan memiliki

karakteristik sebagai berikut, kecuali ….

a. pH urine berkisar 4,8 – 7,5

b. Jika diuji dengan AgNO3 membentuk endapan putih

c. Jika dibiarkan agak lama berbau amoniak

d. Berat jenisnya berkisar antara 1,002 – 1,035.

e. Jika di uji dengan fehling A dan B memberikan reaksi warna hijau

18. Manakah yang tidak termasuk sampah nitrogen dalam tubuh?

a. asam urat

b, urea

c. natrium

d. amoniak

e. kreatinin

19. Manakah dari bahan makanan dibawah ini yang mempengaruhi

produksi urine menjadi lebih banyak dari keadaan normal

a. Kopi, teh dan alkohol

b. Mie instan, vetsin dan garam dapur

c. Gula, garam-garaman dan rasa pedas

d. Teh, susu dan rokok

e. Nasi, sayuran dan buah

20. Sebab yang paling sering pada resipien transplantasi ginjal adalah …

a. Obstruksi anastomosis ureterovesikuler

b. Infeksi dari ginjal yang ditransplantasi

c. Penolakan imunologik ginjal yang ditransplantasi

d. Kekambuhan dari penyakit ginjal pasien semula

e. Infeksi mata karena pengaruh antibiotika

21. Faktor berikut menyebabkan yang produksi urine seseorang meningkat

adalah ...

a. Meningkatnya kadar hormon ADH

b. Suhu lingkungan menurun

c. Rasa cemas, takut atau stress

d. Banyak minum dan mengkonsumsi buah

e. Kadar garam tubuh rendah

Jawaban :CCBDB
BAACB
BBBBA
AECAC…E

"anatomi dan fisiologi utk pemula", Ethel Sloane n dr internet by Herfen Suryati (SMA YPVDP Bontang Kaltim)

Bsk2.. c cari referensi soal2 lain deh(krn kan dah bnyk jg tmn2 pny bku ni, mungkin dr try out2)

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget