facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Karya +
    • Cagar Budaya
    • Hunian
    • Usaha
    • Ibadah
    • Sosial Budaya
    • Manajemen Konstruksi
    • nonArsitektur
  • Ungkapan
  • Catatan
  • Tentang Kami

UngKAPAN arsitekku

Kalimantan Barat, 12 Desember 2021 pukul 8.00 – 12.15 | daring
Resume Penataran Strata 4

Narasumber:
    • Anneke Prasyanti
      Principal Architect: Bhumiaras Hospitality & Design
    • Ar. Deliana Suryawinata, S.T., M.Arch., IAI
      SHAU Architect

Moderator:
    • Ar. Izazaya Binta, IAI


Pada sesi pertama mengenai Strata 4 tentang Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia menampilkan dua orang narasumber Anneke Prasyanti dan Deliana Suryawinata. 



Anneke Prasyanti

Diawali oleh arsitek Anneke yang menampilkan beberapa proyek heritage  yang pernah dikerjakannya. Ia menceritakan bagaimana cara ia (arsitek) dalam bekerja yang dimulai dengan menemukan kembali space asli dari bangunan dikerjakan, hingga mencari data sampai ke negeri Belanda ketika mengerjakan bangunan milik Asuransi Jiwasraya yang dirancang oleh arsitek Schoemaker Brother. Ketika mengerjakan pun banyak hal-hal yang di luar dugaannya yang menambah wawasannya sebagai arsitek, seperti terdapatnya public space  di belakang gedung.

letak public space

Atau keterkejutannya bahwa Schoemaker ternyata memperhatikan pencahayaan, sebagaimana atap kaca (skylight) yang diterapkan pada area tangga. Hal yang justru berbeda dengan yang dilakukan oleh arsitek milenial dewasa ini. Matahari, angin, hujan adalah resouces,  jangan dibuang, jangan dihilangkan, tetapi justru dimanfaatkan.

cahaya-banjir-tulisan

Di lain pihak bagaimana memikirkan solusi untuk mengatasi masalah banjir pada bangunan itu, yang tentunya dengan melibatkan para tenaga ahli terkait. Mengelola data dan engineer  itu penting di saat kita mengerjakan bangunan, apalagi bangunan heritage. Lalu bagaimana usaha mengangkat (menemukan) kembali dan berusaha mempertahankan keaslian dari karya itu sebagaimana pada zamannya ketika gedung ini dibuat. Jadi arsitek harus update  terus terhadap teknologi, tetapi jangan lupa juga dengan sejarah. Jangan copy-paste  tetapi berpikir, menggambar, dan memproduksi.

Bagaimana membuat businnes plan  untuk setiap proyek, bagaimana membuat tim, mencari investor, kerja sama dengan bupati, gubernur atau pejabat terkait, contoh ketika hendak memotong trotoar untuk akses di depan bangunan cukup dilakukan dalam 2 minggu. Jadilah arsitek yang solutif.

Demikianlah yang dilakukan oleh arsitek Anneke dalam menyikapi Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia.


Deliana Suryawinata

Narasumber kedua pada sesi pertama, arsitek Deliana Suryawinata lebih banyak berbicara membahas isi buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa yang diterbitkan terakhir oleh IAI pada tahun 2007 lalu dan diakhiri dengan menampilkan beberapa karya arsitekturnya.

Materi seminar adalah mengenai siapa itu arsitek dan pengguna jasa, tahap-tahap pekerjaan arsitektur, hubungan arsitek, klien, kontraktor, kemudian tentang hak dan kewajiban arsitek dan pengguna jasa, kontrak kerja dan fee, dilanjutkan dengan studi kasus, dan diakhiri dengan diskusi.

Arsitek dalam UUCK (Undang-Undang Cipta Kerja) No. 11 Tahun 2020 digolongkan dalam profesi ahli, yaitu seseorang yang telah memenuhi  standar kompetensi dan ditetapkan oleh lembaga yang diakreditasi oleh Pemerintah Pusat, yang layanannya wajib memenuhi standar kinerja arsitek. Penjelasan mengenai arsitek sendiri lebih lengkapnya ada di Mukadimah Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa. 

Siapakah arsitek?

Sedangkan Pengguna Jasa Arsitek menurut UUCK adalah pihak yang menggunakan jasa arsitek berdasarkan perjanjian kerja.

Siapakah pengguna jasa arsitek?

Ada pun tahap-tahap pekerjaan arsitektur adalah meliputi konsep rancangan, prarancangan, pengembangan rancangan, pembuatan gambar kerja, proses pengadaan pelaksana konstruksi, dan terakhir adalah pengawasan berkala. Tahapan itu bisa dilakukan sebagai satu kesatuan atau secara sebagian saja.

Alur tahapan kerja

Ada pun hubungan arsitek, klien, kontraktor dapat digambarkan sebagai berikut.

klien-arsitek-kontraktor

Dalam suatu proyek dapat juga melibatkan manajemen konstruksi atau manajemen proyek. Manajemen Proyek adalah pengelolaan jalannya proyek konstruksi secara menyeluruh yang dimulai sejak proses tahap persiapan inisiatif proyek.

klien-PM-arsitek-kontraktor

Sedangkan yang dimaksud dengan Manajemen Konstruksi adalah pengelolaan dan pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan konstruksi secara menyeluruh dengan cara mengorganisasikan dan mengoordinasikan semua pelaksana konstruksi (termasuk spesialis dan pemasok) serta mengarahkan pelaksanaan konstruksi.

klien-PM-MK-arsitek-kontraktor

Mengenai hak dan kewajiban arsitek dan pengguna jasa telah pula diatur dalam Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pengguna  Jasa IAI, dan di dalam UUCK.

Hak dan Kewajiban Arsitek diatur dalam Pasal 28 Pedoman Hubungan Kerja, termasuk pengaturan tentang hak milik dan hak kekayaan intelektual di Pasal 31 yang mencakup hak milik, hak perwujudan rancangan, tanda nama, serta hak dokumentasi dan penggandaan.

Sedangkan hak dan kewajiban pengguna jasa diatur dalam Pasal 29 Pedoman Hubungan kerja, serta di dalam UUCK Pasal 40 Ayat 2 yang mengatur tentang kewajiban pemilik bangunan gedung, dan Pasal 41 yang mengatur tentang hak dan kewajiban pemilik dan/atau pengguna bangunan gedung.

Perjanjian (kontrak) kerja dan Imbalan Jasa (fee) diatud dalam Pedoman Hubungan Kerja Pasal 19 hingga 24, beserta lampirannya yang mencakup perhitungan imbalan jasa termasuk penjelasan kategori bangunan dan juga biaya langsung personel (remuneration).

Tahapan Pekerjaan hingga bobot persentase pun telah diatur dalam Pedoman Hubungan Kerja IAI.

Tahap pekerjaan dan bobot presentase

IAI pun telah pula menyiapkan bentuk kontrak kerja untuk Perjanjian Kerja Pekerjaan Perancangan. 


Contoh Studi Kasus

diagram dan diskusi

Microlibrary warak kayu

Demikian hasil resume yang bersumber dari bahan yang disampaikan oleh kedua narasumber pada sesi 1 (Strata 4) Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia.

| Jakarta, 13 Desember 2021 | samidirijono |
(gambar-gambar diambil dari bahan paparan narasumber)


Desember 18, 2021 No Post a Comment

Tak hanya sebatas tukang gambar, Arsitek juga bisa memberi solusi dengan biaya yang terbatas
Davy Dotulung, Patersius, Edy Can
posted by kontan on 06/23/07

 

JAKARTA. Sebagai pasangan yang baru menikah, Sinta bersama suaminya berniat membangun rumahnya sendiri. Namun pasangan ini bingung membangun sebuah rumah sesuai dengan keinginan dan anggaran yang tersedia.

Mereka ingin membikin rumah yang nyaman, tahan lama, dan sehat untuk jangka panjang. “Kami harus memikirkan kemungkinan punya anak dan bagaimana bangunannya ke depan,” kata pegawai perusahaan pengolahan CPO ini.

Seperti juga kebanyakan orang, mereka sejatinya ingin berkonsultasi dan memakai jasa arsitek. Namun, mereka ragu lantaran mereka berpikir soal biaya. “Masyarakat memang selalu memandang jasa arsitek itu mahal. Padahal tidak seperti itu,” ujar Ketua Badan Sistem Informasi Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia, Samidirijono.

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menilai pemahaman masyarakat atas tugas arsitek memang masih minim. Masyarakat selalu menilai arsitek adalah tukang gambar pada selembar kertas saja. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kata Samidirijono, tugas arsitek juga mencakup merancang hingga mengawasi pembangunan rumah.

Seorang arsitek punya tugas dan tanggung jawab yang besar dalam merancang dan membangun rumah. Menurut Samidirijono, tugas seorang arsitek adalah membuat hunian yang layak dari segi kesehatan, kenyamanan, dan keamanan. “Tujuan dasarnya adalah membuat sejahtera penghuni rumah yang memakai jasanya,” ungkap Samidirijono.

Oleh karena itu, cakupan layanan dari arsitek terbilang cukup beragam. Mulai dari membuat rancangan denah rumah sampai dengan menjadi pengawas pembangunan bangunan.
 

Komunikasi menjadi kunci penting

Bagi yang punya anggaran terbatas, kata Samidirijono, tak perlu khawatir. Pengguna jasa arsitek bisa mengonsultasikan soal anggaran pembangunan rumahnya. Namun, agar semuanya berjalan lancar, “Klien harus terbuka soal anggaran yang dimilikinya,” ucapnya.

Sebab, dengan anggaran terbatas, arsitek akan mencari solusi atau pemecahannya. Solusi itu bisa dengan mencari bahan-bahan alternatif tanpa mengganggu aspek kenyamanan, kebersihan, dan estetika bangunan rumah. “Termasuk memberi saran rumah dengan biaya yang minim,” ungkapnya lagi.

Makanya, komunikasi yang intens menjadi kunci penting bila Anda ingin menggunakan jasa arsitek. “Sebab tugas lain seorang arsitek yang juga tak kalah penting adalah mewujudkan keinginan dan mimpi calon pemilik rumah,” ujar Samidirijono.

Wakil Ketua Umum IAI Bambang Barata menambahkan, dengan berdialog, arsitek bisa menerjemahkan keinginan pengguna jasa mereka. Makanya, Anda harus jeli memilih arsitek. “Sekarang ini ada kecenderungan arsitek aktif dan jam terbangnya tinggi tak maksimal dalam menerjemahkan kemauan klien,” jelasnya. Sebab, demi target, mereka umumnya sambil lalu saja menerjemahkan keinginan klien. “Jadi, pilih arsitek yang benar-benar menyediakan waktu untuk berkonsultasi,” ujar Bambang.

Secara umum, di tahap awal, arsitek membutuhkan masukan tentang penghuni rumah seperti jumlah anak, profesi pemilik rumah, hingga hobi para penghuni rumah. Dari informasi ini, arsitek akan membuat desain rumah. “Untuk tahap ini, kami tak jarang perlu konsultasi berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Taufik Rahman, arsitek dari Hartaha Architect.

Dari pengalamannya, Taufik mencatat ada dua tipe ekstrem pengguna jasa arsitek yakni menyerahkan sepenuhnya kepada arsitek dan pemilik yang mau mencampuri detail pembuatan rumah. Soal biaya, jangan takut kemahalan. Sebab, IAI punya pedoman atas jasa arsitek ini. Walhasil, arsitek tak bisa sembarangan mematok harganya.

dari: kontan-harian.com

 

sumber: http://rahasia.1stfreehosting.com/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=22&Itemid=26&limit=9&limitstart=27  [Tuesday, 20 January 2009]

Mei 18, 2009 No Post a Comment

MEMILIH ARSITEK
posted by kontan on 06/23/07

JAKARTA. Memilih arsitek yang baik ternyata susah-susah gampang. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mencatat, saat ini, ada ribuan orang yang berprofesi sebagai arsitek di Indonesia. Tapi, hanya 10.000 orang yang menjadi anggota IAI serta sekitar 300 orang saja yang memiliki sertifikat dari IAI.

Yang bikin runyam lagi, IAI ternyata melarang anggotanya melakukan promosi atau memasang iklan di media massa. Promosi biasa dilakukan dari mulut ke mulut. Jadi memilih arsitek yang baik memang harus jeli dan hati-hati.

Wakil Ketua Umum IAI Bambang Barata bilang, orang memilih arsitek biasanya berdasarkan rekomendasi atau dari informasi pengguna jasa sebelumnya. “Biasanya seorang arsitek atau perusahaan konsultan arsitektur itu sudah punya jaringan klien yang akan terus memakaijasa mereka apabila kliennya puas,” papar Bambang.

Arsitek yang baik memang harus bisa menerjemahkan keinginan pemilik rumah. Taufik Rahman, konsultan arsitek dari Hartaha Architect menyarankan untuk memilih arsitek yang benar-benar profesional.

Arsitek yang profesional itu bisa mendesain rumah. Desain yang dimaksud bukan hanya membuat rumah bagus dari luar dan di bagian dalam tetapi desain juga termasuk kenyamanan penghuni tinggal di situ. “Jadi cari arsitek yang mampu mendesain secara keseluruhan, misalnya segi kesehatan, hemat energi, penghematan ruang, ruang terasa sejuk dan dingin, dan sebagainya. Tapi tetap rumah itu harus terlihat menarik,” ucapnya.

Namun itu saja ternyata belum cukup. Ketua Badan Sistem Informasi IAI Samidirijono menyarankan, masyarakat sebaiknya memilih arsitek yang memiliki sertifikat atau tergabung dalam IAI.

Saran Samidirijono tentu bukan upaya promosi untuk organisasinya atau sekadar basa-basi. Sebab saat ini Indonesia belum memiliki payung hukum atau undang-undang arsitek. “Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum memiliki undang-undang itu,” tegasnya.

Menurut Samidirijono, ketiadaan undang-undang ini membuat perlindungan terhadap masyarakat pengguna jasa arsitek otomatis tidak ada. “Masyarakat yang dirugikan tidak bisa menuntut arsitek,” katanya.

Makanya, dia menyarankan untuk memilih arsitek yang memiliki sertifikat atau tergabung dalam suatu organisasi.

Menurut Samidirijono, memilih arsitek yang tergabung dalam suatu organisasi atau bersertifikat setidaknya bisa memayungi masyarakat yang menderita kerugian akibat kelalaian arsitek.

 
Edy Can, Davy Dotulung, Patersius Sembiring
dari: kontan-harian.com

 

sumber: http://rahasia.1stfreehosting.com/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=22&Itemid=26&limit=9&limitstart=27 [Tuesday, 20 January 2009]

Mei 18, 2009 No Post a Comment

        Padamu negeri   kami  berjanji 
        Padamu negeri   kami  berbakti 
        Padamu negeri   kami  mengabdi 
        Bagimu  negeri   jiwa raga  kami  

 
Mei 03, 2009 No Post a Comment

inFormasi

  • job vacancies
    Project Finance Specialist
    3 bulan yang lalu
  • info LOKER ++
    Branch Supervisor
    3 bulan yang lalu
  • info KEGIATAN
    🖼 pendidikan calon pegawai asisten manager
    7 bulan yang lalu

HOT BULAN INI

  • Sejarah KEBAYORAN BARU
  • Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia
  • Candi Borobudur

Populer

  • Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia
  • Pejaten Raya dan Pejalan Kaki
  • Nyaman di Kamar Mandi

terAnyar

perTinggal

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  April (1)
      • Penggunaan Kayu untuk Bangunan, Salahkah?
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2021 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2010 (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
  • ►  2009 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (9)

ruang Baca

  • mariWARAS
    Energi-Frekuensi-Getaran: Rahasia Penyembuhan Masa Depan
    2 bulan yang lalu
  • camKan
    Tan Malaka Pejuang yang Terlupakan?
    3 bulan yang lalu
  • pos Ngakak
    Gereja vs Bar
    6 bulan yang lalu
  • catatan sami
    Siapa Tak Kenal Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye?
    9 bulan yang lalu
  • tawaSESAaT
    Tarif PLN Naik Per 1 Januari
    2 tahun yang lalu
Perlihatkan 1 Perlihatkan Semua

About me

foto
a r s i t e k   s a m i
di sini tempat kita berbagi dan diskusi seputar hal-hal yang berhubungan dengan arsitektur ... selengkapnya tentang kami
arsitektur bencana elemen infrastruktur interior lingkung bina material panduan pedestrian penghargaan peraturan ruang publik sejarah sirkulasi udara tata letak transportasi

Created with by ThemeXpose