Monthly Archives: May 2018
Kembali Kepada Agama Allah
KHUTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْن
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا أَمَّا بَعْدُ؛
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya;
Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan untuk beribadah sampai hari ini, termasuk saat ini kita hadir di masjid ini untuk melaksanakan perintah Allah yaitu melaksanakan sholat Jumat; semoga Allah menerima niat dan ibadah kita, amin ya Robbal alamin.
Sholawat serta salam kita panjatkan, semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Kita menyaksikan betapa pesatnya dan canggihnya perkembangan teknologi, apalagi dalam dunia digital. Berita-berita yang baik dan buruk, yang benar atau hoax dalam sekejap dapat diperoleh. Berita-berita itu dengan sekali sentuh atau sekali ucap sudah keluar dihadapan mata berikut gambar atau situasi yang sama saat kejadian disuatu tempat dibelahan bumi ini.
Semua ini dikarenakan semakin hebatnya akselerasi pemikiran manusia dalam hal ilmu.
Realita menunjukkan bahwa agilitas manusia dalam hal ilmu duniawi serta pesatnya teknologi tidak dapat mengatasi persoalan hidup, malah sebaliknya persoalan dan problematika kian menumpuk di keluarga, di masyarakat, di lingkungan, bahkan di negara, satu paradigma yang sangat menyedihkan. Semua ini disebabkan ilmu pengetahuan yang tidak diimbangi dengan ilmu agama.
Hadirin Rohimakumullah ……………
Kita sangat prihatin, bahwa kemajuan tekbologi yang tidak diimbangi dengan pengetahuan pengajaran agama semakin menyebabkan jauhnya seseorang dari agama, menyebabkan terbukanya pintu kejahatan dan kemaksiatan. Bayangkan sebagian besar manusia sejak dari balita 1-2 tahun sampai kakek nenek 70 – 100 tahun pegang alat komunikasi atau HP yang dapat mengakses semua keinginan atau naluri seseorang.
Pengetahuan, atau informasi apapun dengan mudah diperoleh, dengan menyentuh satu huruf saja bisa saja langsung keluar gambar atau berita dimuka bumi ini. Bayangkan semuanya dengan mudah dapat diakses dari benda kecil yang bernama HP dan sebagainya.
Fenomena ini sangat menakjubkan. Bila kita butuh informasi, pengetahuan, maka dengan mudah dapat kita akses. Kita mau belajar atau memperdalam pengetahuan agama atau yang baik-baik semua ada, sebaliknya yang seram yang lucu yang menakutkan yang porno yang sadis kejam atau indah semua ada. Dan dimana-mana banyak orang yang berjam-jam matanya hanya tertuju di alat komunikasi atau HP tadi yang karena asiknya maka orang lewatpun atau panggilan tidak tahu. Kesemuanya ini bila tidak dijaga anak cucu-cucu kita boleh jadi sesuatu yang tidak sepantasnya dilihat atau dibaca akan mengundang kemarahan dan kebencian Allah Swt.
Allah Swt berfirman : (QS Al-Baqarah 2: 212) “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang kafir dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman”
(QS Ali Imran 3 : 185) ” Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”
Hadirin rohimakumullah :
- Bahwa kehidupan dunia sementara,
- kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan;
- kehidupan dunia itu hanyalah sebentar;
- tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda gurau belaka.
- kehidupan dunia telah menipu; dan banyak lagi ayat-ayat semisal.
Bahwa Allah Swt memperingatkan kepada manusia tujuan kita hidup dimuka bumi tidak lain untuk Allah Swt. yang telah menciptakan manusia dan alam semesta beserta semua isinya. bila kita ingkar tidak mau melaksanakan perintah atau kehendak dari yang Menciptakan, maka akan mengundang kemarahan dan kebencian Allah SWT.
Barangsiapa melaksanakan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya, maka Allah Swt. menjanjikan pahala syurga; namun sebaliknya maka kerugian yang amat sangatlah yang diperoleh kelak di alam akhirat yang kekal.
“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-sekali kehidupan dunia memperdayakan kamu”(QS 31:33)
Hadirin rohimakumullah,
Dalam seseorang melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt tentulah banyak godaan-godaan. Bahwa syaitan akan selalu menakut-nakuti atau menggoda, mengintimidasi.
Allah berfirman, “Syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqoroh: 268).
Jalan hidup dimuka bumi ini hanya 2 (dua) pilihan
- Jalan Taqwah. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya
- Jalan Fujur / Fasiq. Melakukan perbuatan sesuai ajakan syaithan
- Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketaqwaan ” (QS AsySyams 91: 8) - “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu” (QS Asy Syams 91 : 9)
- “dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS Asy Syams 91 : 10)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:
Hadirin Jamaah Rohimakumullah
Dengan kita berdiam diri masihkah kita pantas sebagai Hambah Allah yang disayangi dan dicintai-Nya ?
Karena itu : kiranya perlu kesadaran bagi segenap kaum muslimin untuk membangun kembali kehidupan yang baru dengan kembali kepada Allah, mendalami agama Allah dan membelanya melalui tenaga, pikiran dan harta yang Allah titipkan kepada kita, yang kesemuanya untuk menggapai kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta dapat mengatasi persoalan-persoalan yang problematis.
Moment Ramadhan saat ini mari kita kembali kepada Agama Allah. Kita pelajari, Kita renungkan, Kita berbuat semaksimal mungkin diiringi doa
Kita renungkan firman Allah Swt :
“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri…” (QS Al An’aam: 6).
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
- “Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.
- Ya Allah Ya Robbana, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
- Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
- beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
- Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.”
Ya Allah…, janganlah Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau beri hidayah, dan curahkanlah kepada kami selalu rahmatMu,
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر
والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Sumber : Berbagai sumber
Diedit oleh :
arozakabuhasan.blogspot.co.id arozakabuhasan.wordpress.com
20180502 Kembali Kepada Agama Allah




