CIRI-CIRI ORANG KAFIR

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
   اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا   أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya;

Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah sampai hari ini, termasuk saat ini kita hadir di masjid ini untuk melaksanakan perintah Allah  yaitu sholat Jumat; semoga Allah menerima niat dan ibadah kita, amin ya Robbal alamin.

Sholawat serta salam kita panjatkan, semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah sekalian Rohimakumullah

Bahwa setiap muslim dituntut untuk saling ingat mengingat dalam kebaikan dan kesabaran. Tugas dakwah bahwa kita dituntut tidak hanya menjadi shaleh bagi diri sendiri, tapi kita dituntut pula untuk berupaya mewujudkan keshalehan sosial, mulai dari lingkungan terkecil kita yang pada gilirannya mudah-mudahan berdampak pada lingkungan masyarakat dan bernegara secara luas.

Allah azza wa jalla berfirman (QS Al Baqarah 2 : 6-7):

¨bÎ) šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. íä!#uqy™ óOÎgøŠn=tæ öNßgs?ö‘x‹Rr&uä ÷Pr& öNs9 öNèdö‘É‹Zè? Ÿw tbqãZÏB÷sムÇÏÈ zNtFyz ª!$# 4’n?tã öNÎgÎ/qè=è% 4’n?tãur öNÎgÏèôJy™ ( #’n?tãur öNÏd̍»|Áö/r& ×ouq»t±Ïî ( öNßgs9ur ë>#x‹tã ÒOŠÏàtã ÇÐÈ

6.  Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

7.  Allah Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup[21]. dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20]  yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.

[21]  Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

Pada ayat 6 surat Al-Baqarah menegaskan, bahwa sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja diberi peringatan atau tidak, mereka tetap saja teguh dalam kekafirannya.

Adapun sikap dasar dari orang kafir :

  1. Pertama, orang yang semula kafir kemudian dia beriman. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada diri Umar bin Khattab, yang semula beliau pernah menghunus pedangnya dan akan membunuh Rasulullah Saw; akhirnya dia beriman berbalik menjadi pembela agama Allah dan pembela Rasulullah Saw.
  2. Kedua, yakni orang kafir yang telah betul-betul menikmati kekufurannya. Sikap yang kedua inilah yang dimaksud pada ayat 6 Al Baqarah tersebut.

Apa yang dimaksud dengan Kafir ?

Kafir berasal dari kata kerja “kaffaro” (menutup sesuatu agar tidak terlihat), sedangkan orang yang melakukannya disebut kafir.

Dari segi bahasa arti kaffaro kadang diartikan petani, karena salah satu pekerjaan si petani itu menutup-nutupi benih dalam tanah.

Sebagaimana Allah berfirman :

“ka matsali ghaitsin a`jabal kuffaro nabaatuhuu” (seperti hujan yang tanaman–tanamannya mengaumkan petani – petani) (QS Al Hadiid 57:20)

Kata kafir jamaknya kuffar yaitu orang yang tidak percaya kepada Allah, Rasul-Rasul-Nya, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Hari Kiamat.

Dari segi istilah yang dimaksud orang kafir adalah mereka yang menyembunyikan kebenaran tentang keberadaan Allah. Padahal sebenarnya keimanan itu sudah ada pada diri setiap manusia termasuk orang-orang kafir itu, karena setiap manusia yang lahir ke alam dunia membawa fitrah iman  dan Islam (QS. Al A`raaf 7:172)

 øŒÎ)ur x‹s{r& y7•/u‘ .`ÏB ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä `ÏB óOÏd͑qßgàß öNåktJ­ƒÍh‘èŒ öNèdy‰pkô­r&ur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& àMó¡s9r& öNä3În/tÎ/ ( (#qä9$s% 4’n?t/ ¡ !$tRô‰Îgx© ¡ cr& (#qä9qà)s? tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $¯RÎ) $¨Zà2 ô`tã #x‹»yd tû,Î#Ïÿ»xî ÇÊÐËÈ

172.  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”,

QS Ar Ruum 30 : 30

óOÏ%r’sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $Zÿ‹ÏZym 4 |NtôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# tsÜsù }¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏ‰ö7s? È,ù=yÜÏ9 «!$# 4 šÏ9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$#  ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ

30.  Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],

[1168]  fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Kesimpulannya seseorang disebut kafir manakala kebenaran sudah ada lalu ditolak.

Lalu timbul pertanyaan apa yang menjadi penyebab terjadinya kekufuran? Timbulnya kekufuran terjadi karena memang manusianya sendiri sudah bersikap mau mengkufuri, dimana kekufurannya betul-betul telah membebaskan dia dari tindak kezaliman yang dapat memuaskan hawa nafsunya. Karena itu banyak ditemukan dalam Al-Quran, Allah menantang pikiran atau akal manusia untuk juga mau melihat kondisi di sekelilingnya, apakah mungkin semua ini terjadi tanpa keberadaan Allah?

Allah Swt berfirman QS Al Baqarah 2 : 28-29

y#ø‹x. šcrãàÿõ3s? «!$$Î/ öNçGYà2ur $Y?ºuqøBr& öNà6»uŠômr’sù ( §NèO öNä3çG‹ÏJム§NèO öNä3‹Í‹øtä† §NèO ÏmøŠs9Î) šcqãèy_öè? ÇËÑÈ uqèd “Ï%©!$# šYn=y{ Nä3s9 $¨B ’Îû ÇÚö‘F{$# $YèŠÏJy_ §NèO #“uqtGó™$# ’n<Î) Ïä!$yJ¡¡9$# £`ßg1§q|¡sù yìö7y™ ;Nºuq»yJy™ 4 uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« ×LìÎ=tæ ÇËÒÈ

28.  Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

29.  Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Dua ayat ini menantang manusia untuk mau berfikir, bagaimana mungkin sampai manusia tidak meyakini keberadaan Allah.

Adapun sifat dan kecenderungan manusia telah dijelaskan oleh Allah Swt QS Al `Alaq  96 : 6-7

Hxx. ¨bÎ) z`»|¡SM}$# #ÓxöôÜuŠs9 ÇÏÈ br& çn#u䧑 #Óo_øótGó™$# ÇÐÈ

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar  

    melampaui batas,

7. Karena dia melihat dirinya serba cukup.

Ayat ini menjelaskan bahwa betapa manusia sering melampaui batas, merasa sudah serba bisa.

Seperti halnya saat dia menanam pohon, dikira dia yang menanam pohon, dikira dia yang menanam sekaligus dapat menumbuhkannya. Padahal, seberapa jauh keterlibatan manusia dalam proses tumbuhnya tanaman. Dia hanya bisa sekedar mencangkul, menanam, menyiram, memupuk, menyemprotkan obat untuk menjaga dari serangan hama tanaman.

Tentang proses tumbuhnya tanaman terebut dari benih yang ditanam hingga menjadi besar ia tidak ikut campur di dalamnya. Tanah bukan manusia yang menciptakan, hujan bukan pula dia yang membuatnya dan hingga tanaman  tsb. berbuah pun dia tidak ikut berperan.

Sikap orang-orang kafir yang tersurat dalam Al Quran (QS Al Baqarah 2 : 6) merupakan sikap bagi mereka yang telah merasa menikmati dan tetap teguh dalam kekufurannya, sehingga pada ayat selanjutnya (ayat 7) lebih ditegaskan lagi oleh Allah Swt melalui  firman-Nya :”Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup dan mereka akan mendapat azab yang berat”    (QS Al Baqaran 2:7)

 zNtFyz ª!$# 4’n?tã öNÎgÎ/qè=è% 4’n?tãur öNÎgÏèôJy™ ( #’n?tãur öNÏd̍»|Áö/r& ×ouq»t±Ïî ( öNßgs9ur ë>#x‹tã ÒOŠÏàtã ÇÐÈ

7.  Allah Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup[21]. dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20]  yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.

[21]  Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

Yang menarik dari ayat ini adalah mengapa Allah Swt mendahulukan hati, kemudian barulah pendengaran dan selanjutnya penglihatan.

Sebaliknya bila disimak QS An Nahl ayat 78 penyebutan pendengaran didahulukan, kemudian barulah penglihatan dan selanjutnya hati.

QS An Nahl  16 : 78

ª!$#ur Nä3y_t÷zr& .`ÏiB ÈbqäÜç/ öNä3ÏF»yg¨Bé& Ÿw šcqßJn=÷ès? $\«ø‹x© Ÿ@yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noy‰Ï«øùF{$#ur   öNä3ª=yès9 šcrãä3ô±s? ÇÐÑÈ

78.  Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Pada ayat ini Allah Swt menjelaskan tentang proses dicapainya ilmu oleh manusia. Dimana yang pertama berfungsi pada manusia adalah indra pendengaran, menyusul kemudian penglihatan dan barulah hati / akal.

Tatkala Allah Swt akan mencabut ilmu yang ada pada manusia, maka hati hal yang terlebih dahulu yang dikunci mati. Sehingga manakala hati sudah dikunci mati, maka baik telinga maupun mata sudah tidak bisa lagi mendengar maupun melihat kebenaran kendati secara physik telinga dan mata masih terlihat keberadaannya. Bila kondisinya sudah demikian maka yang terjadi selanjutnya seperti yang digambarkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya :

QS Al Baqarah 2 : 18

BL༠íNõ3ç/ ґôJãã öNßgsù Ÿw tbqãèÅ_ötƒ ÇÊÑÈ

18.  Mereka tuli, bisu dan buta[27], Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

[27]  walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh Karena tidak dapat menerima kebenaran.

Demikian pula bila manusia sudah tidak mau kembali ke jalan yang benar maka Allah Swt akan menyediakan syaithan sebagai temannya :

QS Az Zukhruf 43 : 36

`tBur ß·÷ètƒ `tã ̍ø.ό Ç`»uH÷q§9$# ôÙÍh‹s)çR ¼çms9 $YZ»sÜø‹x© uqßgsù ¼çms9 Ö`ƒÌs% ÇÌÏÈ

36.  Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

Syaithan-syaithan  tersebut diturunkan bagi pendusta lagi banyak dosa : QS Asy Syu`araa 26 : 221-222

ö@yd öNä3ã¤Îm;tRé& 4’n?tã `tB ãA¨”t\s? ßûüÏÜ»u‹¤±9$# ÇËËÊÈ ãA¨”t\s? 4’n?tã Èe@ä. >8$©ùr& 5OŠÏOr&  

221.  Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun?

222.  Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,

Ayat-ayat ini mengisyaratkan bahwa janganlah sekali-kali kita mau mencoba berbuat dosa sekecil apapun yang bisa berakibat Allah Swt mengunci hati sebelum kita sempat bertaubat.

Jamaah Jumat Rohimakumullah

Allah Swt Maha Mengetahui segala sesuatu akan menutup hati manusia kepada siapa yang dikehendaki-Nya, termasuk Allah Swt menghukum orang-orang kafir yang hidup pada zaman para Nabi terdahulu.

Dia Maha Mengetahui setiap orang-orang kafir yang hingga akhir hayatnya tidak mau berubah untuk beriman. Kisa ummat terdahulu yang perlu kita simak diantaranya ketika ada seorang anak yang tiba-tiba dibunuh sehingga saat itu Nabi Musa AS sempat mempertanyakannya :

QS Al Kahfi 18 : 74

$s)n=sÜR$$sù #Ó¨Lym #sŒÎ) $u‹É)s9 $VJ»n=äñ ¼ã&s#tGs)sù tA$s% |Mù=tGs%r& $T¡øÿtR Op§‹Ï.y— ΎötóÎ/ <§øÿtR ô‰s)©9 |M÷¥Å_ $\«ø‹x© #[õ3œR ÇÐÍÈ

74.  Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, Maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.

Dan kisah ditenggelamkannya ummat Nabi Nuh AS yang tidak beriman :

QS Huud 11 – 36-37

š†Çpré&ur 4’n<Î) ?yqçR ¼çm¯Rr& `s9 šÆÏB÷sム`ÏB y7ÏBöqs% žwÎ) `tB ô‰s% z`tB#uä Ÿxsù ó§Í³tFö;s? $yJÎ/ (#qçR%x. šcqè=yèøÿtƒ ÇÌÏÈ ÆìoYô¹$#ur y7ù=àÿø9$# $uZÏ^ã‹ôãr’Î/ $oY͊ômurur Ÿwur ÓÍ_ö7ÏÜ»sƒéB ’Îû tûïÏ%©!$# (#þqßJn=sß 4 Nåk¨XÎ) tbqè%tøó•B  

36.  Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang Telah beriman (saja), Karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.

37.  Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

Hadirin Rohimakumullah

Ketidaktahuan kita akan isi hati seseorang bahwa hatinya sudah terkunci atau belum, membawa kewajiban kita untuk tetap harus berdakwa mengajak orang lain untuk beriman dan beramal shaleh serta saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran :  (QS Al `Ashr 103 : 1-3)

ΎóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur Ύö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ

1.  Demi masa.

2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ   وَلِسَائِرِ الْمُ��ْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ   فَاسْتَغْفِرُوْهُ  إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد. كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ،  أَمّا بَعْدُ:

Hadirin Jamaah Masjid Al-Fajr Rohimakumullah

Semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga kita dari tindakan zhalim, mengampuni segala kekeliruan dan dosa-dosa kita,  
 


Mari kita memohon kepada Allah Swt.

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi.  Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Iyyaka na`budu, wa iyya ka nastha`iin. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena itu ya Allah Rahmatilah kami dengan Kasih Sayang-Mu.

Ya Allah kami berlindung kepada MU dari kerasnya hati, anugerahkan kepada kami yang sejuk dan lembut.            اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ       إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, bersihkan amal kami dari riya, bersihkan lisan kami dari dusta, dan bersihkan mata kami dari khianat, sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan dalam dada.

Allahumma Ya Allah anugerahkan ketabahan, kesabaran kepada saudara-saudara kami yang saat ini lagi sakit, yang saat ini lagi mendapat cobaan dari berbagai musibah, termasuk saudara-saudara kami yang saat ini teraniayah/dizolimi di berbagai belahan bumi.                   Kami mohon kepada-Mu ya Allah agar kepada mereka semua Engkau berikan kesehatan, rezeki, serta kemudahan keluar dari berbagai kesulitan.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

Ya Allah, ampunilah kami dan ampuni pula kedua orang tua kami dan sayangilah mereka seperti kasih sayang mereka saat mendidik kami di waktu kecil.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإَِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ    وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Rabb, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari api neraka.

Ya Allah Ya Robbana, anugerahkan kepada kami pemimpin-pemimpin yang amanah, pemimpin yang dapat membawa kami kepada ketaqwaan menuju keselamatan dunia dan akherat.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Ya Rabb, terimalah dari kami (amal dan doa kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Amin Ya Robbal Alamin.

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ     وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sumber :    Lembar Kajian Syakshiyyah Islamiyyah                                                 edisi 24 tahun XV/1439/2018                                                                27 Januari 2018

araposting oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA 

20230709 Ciri-Ciri Orang Kafir

20180127 Ciri-Ciri orang Kafir

 https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.co.id/     

About "bersama membentengi akidah ummat"

Ketua DKM Al-Fajr Bandung periode 2008 - 2014 Ketua DKM Al-Fajr Bandung periode 2014 - 2018 Ketua Umum DKM Al-Fajr Bandung periode 2019 - 2023

Posted on 9 July 2023, in KHUTBAH JUMAT. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a comment

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

ARA FOTO

a. rozak abuhasan