Agar Ziarah Kubur Tidak Mengandung Murka
24/03/2025 Tinggalkan komentar
Pusat Download Ebook Islam
28/02/2025 Tinggalkan komentar
Nama Ebook: Ringkasan Fiqih Ramadhan dan I’tikaf
Penulis: Syaikh Abdul Azhim bin Badawi
الْـحَمْدُ للهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ. وَصَّلَّاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَ صْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:
Buku Al-Wajiz karya Syaikh Abdul Azhim Badawi bisa dibilang termasuk jajaran kitab fiqih praktis, ringkas tapi lengkap. Yang membedakan kitab ini dengan lainnya adalah to the point kepada dalil. Fiqih kitab dicukupkan pada judul tiap pembahasan, dan selebihnya dalil dari Al-Qur’an atau hadits.
Adapun dalam bahasan kali ini mengenai Fiqih Puasa, isi dari buku penuh manfaat ini adalah:
16/12/2024 Tinggalkan komentar
Alhamdulillah, kita telah mengutaran keutamaan surat atau ayat tertentu dalam al-Qur’an, seperti keutamaan surat al-Fatihah, surat al-Baqarah, ayat Kursi, Dua Ayat terakhir al-Baqarah, surat al-Kahfi, al-Kafirun, al-Ikhlas dan surat al-Falaq dan an-Naas, masing-masing dalam satu tulisan, berikut kita utarakan pula keutamaan surat-surat lainnya dalam sebuah tulisan, semoga bermanfaat…
1. Surat Ali ‘Imran dan al-Baqarah Akan Melindungi Pembacanya
النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلَابِيَّ يَقُولُا: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ وَضَرَبَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَ��ثَةَ أَمْثَالٍ مَا نَسِيتُهُنَّ بَعْدُ قَالَ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا
An-Nawwas bin Sam’an al-Kilabi radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “al-Qur’an akan didatangkan pada hari kiamat bersama Ahlinya yang telah beramal dengannya, dan yang pertama kali adalah surat al-Baqarah dan Ali ‘Imran.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tiga permisalan terkait dengan keduanya, aku tidak akan melupakannya setelah itu, yakni: “Seperti dua tumpuk awan hitam yang diantara keduanya terdapat cahaya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya.” (HR. Muslim No. 805)
2. Surat al-Fath Lebih Berharga Dari Dunia Seisinya
Imam al-Bukhari mengisahkan hadits tentang Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dimana beliau mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ثُمَّ قَرَأَ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا
“Sungguh telah diturunkan kepadaku tadi malam surat yang lebih aku sukai daripada apa yang matahari terbit di atasnya (dunia)’. Kemudian beliau membaca, ‘Sungguh Kami telah memberi kemenangan untukmu dengan kemenangan yang nyata’ (QS. al-Fath).”
HR. al-Bukhari No. 5012 pada Bab Keutamaan Surat al-Fath, beliau meriwayatkan juga di No.4177 dan 4833.
عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ: إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ إِلَى قَوْلِهِ فَوْزًا عَظِيمًا، مَرْجِعَهُ مِنْ الْحُدَيْبِيَةِ وَهُمْ يُخَالِطُهُمْ الْحُزْنُ وَالْكَآبَةُ وَقَدْ نَحَرَ الْهَدْيَ بِالْحُدَيْبِيَةِ فَقَالَ: لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا جَمِيعًا
Dari Qatadah bahwa Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu telah menceritakan kepada mereka, dia berkata: “Ketika turun ayat: ‘Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberikan ampunan kepadamu terhadap dosamu -hingga firmanNya- dengan pertolongan yang kuat (banyak).’ (QS. Al Fath: 1-3), ketika itu mereka baru pulang dari Hudaibiyyah dengan diliputi perasaan lelah dan sedih, padahal mereka telah menyembelih binatang kurban. Maka beliau bersabda: “Sungguh telah turun kepadaku suatu ayat yang lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” (HR. Muslim No. 1786)
3. Surat al-Mulk Memberi Syafaat Bagi Shohib-Nya
ثُعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سُورَةٌ مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada suatu surat dari al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia di ampuni, yaitu: “Tabaarakal Ladzii Biyadihil Mulk” (Surat al-Mulk).
HR. Abu Dawud No. 1400 dan ini redaksinya, at-Tirmidzi No. 2891 dan beliau berkata ‘Hadits ini hasan’, Ibnu Majah No. 3786, Syaikh al-Albani berkata ‘Shahih’ dan Syaikh Zubair ‘Ali Zai berkata ‘Isnadnya hasan’.
Dalam riwayat Ibnu Hibban No. 787 disebutkan تَسْتَغْفِرُ ‘memohonkan ampun’, sebagai ganti تَشْفَعُ ‘memberi syafa’at’.
4. Surat al-Zalzalah Memiliki Cakupan yang Luas
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحُمُرِ فَقَالَ: لَمْ يُنْزَلْ عَلَيَّ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا هَذِهِ الْآيَةُ الْجَامِعَةُ الْفَاذَّةُ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang himar, lalu beliau bersabda: “Belum pernah ada wahyu yang diturunkan padaku yang berbicara tentangnya kecuali ayat ini yang memiliki cakupan luas dan tiada bandingnya: فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ‘Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula’.” (QS. al-Zalzalah:7-8) (HR. al-Bukhari No. 4963, juga di No. 2371, 2860, 3646, 4962 dan 7356)
Baca pos ini lebih lanjut
27/11/2024 Tinggalkan komentar
1. Membaca Dua Ayat Terakhir Surat al-Baqarah, Akan Mencukupi
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa membaca dua ayat dari akhir surah al-Baqarah pada satu malam maka keduanya akan mencukupinya.” (HR. al-Bukhari No. 5009 dan Muslim No. 808)
2. Al-Fatihah dan Akhir Surat Al-Baqarah Adalah Dua Cahaya
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنْ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ، فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَسَلَّمَ، وَقَالَ: أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ia berkata: Ketika malaikat Jibril sedang duduk di samping Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba ia mendengar suara pintu dibuka dari arah atas kepalanya. Lalu malaikat Jibril berkata: “Itu adalah suara salah satu pintu langit yang dibuka, sebelumnya ia belum pernah dibuka sama sekali kecuali pada hari ini.” Lalu keluarlah daripadanya malaikat. Jibril berkata: “Ini adalah malaikat yang hendak turun ke bumi, sebelumnya ia belum pernah turun ke bumi sama sekali kecuali pada hari ini saja.” Lalu ia memberi salam dan berkata: “Bergembiralah atas dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang Nabi-pun sebelummu, yaitu Pembuka al-Kitab (surat al-Fatihah) dan penutup surat al-Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf dari keduanya kecuali pasti akan diberikan kepadamu.” (HR. Muslim No. 806)
3. Membaca Dua Ayat Terakhir Surat al-Baqarah, Maka Rumah Tidak Akan Dimasuki Syetan
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلَا يُقْرَأَانِ فِي دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ
Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menulis kitab (al-Qur’an) sejak dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan dua ayat darinya sebagai penutup surat al-Baqarah, tidaklah keduanya dibaca dalam rumah selama tiga malam, maka syetan tidak akan dapat mendekatinya.” (HR. at-Tirmidzi No. 2882, beliau berkata ‘Hadits ini hasan gharib’, Syaikh al-Albani berkata ‘Shahih’, Syaikh Zubair ‘Ali Zai berkata ‘Isnadnya hasan’)
Sedangkan dalam riwayat imam al-Hakim:
وَلَا تُقْرَآنِ فِي دَارٍ فَيَقْرَبُهَا الشَّيْطَانُ ثَلَاثَ لَيَالٍ
“Jika kedua ayat dibaca di dalam rumah maka syetan tidak akan mendekatinya selama tiga malam.” (HR. al- Hakim No. 2065, beliau men-shahih-kannya dan disetujui imam adz-Dzahabi).
4. Ayat-Ayat Penutup Surat al-Baqarah, Diterima Nabi Ketika Isra’ dan Mi’raj
Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu tentang Isra’ dan Mi’raj Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Sidratul Muntaha, dan beliau berkata:
فَأُعْطِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا أُعْطِيَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَأُعْطِيَ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ وَغُفِرَ لِمَنْ لَمْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ مِنْ أُمَّتِهِ شَيْئًا الْمُقْحِمَاتُ
“Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi tiga hal: shalat lima waktu, ayat-ayat penutup surat al-Baqarah, dan diampuni dosa-dosa bagi siapa saja dari umat beliau yang tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apapun.” (HR. Muslim No. 173).
5. Dua Ayat Terakhir Surat al-Baqarah, Diturunkan Dari Bawah Arsy
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَأْ الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فَإِنِّي أُعْطِيتُهُمَا مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ
Dari Uqbah bin Amir al-Juhani radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, karena kedua ayat itu diberikan kepadaku dari bawah Arsy.” (HR. Ahmad No. 17324, redaksi senada pada No. 17445)
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي أُوتِيتُهُمَا مِنْ كَنْزٍ مِنْ بَيْتٍ تَحْتَ الْعَرْشِ وَلَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلِي يَعْنِي الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, telah diberikan kepadaku dua simpanan yang ada dalam rumah di bawah ‘Arsy dan keduanya tidak diberikan kepada seorang Nabi-pun sebelumku: yaitu dua ayat di akhir surat al-Baqarah.” (HR. Ahmad No. 21343, redaksi senada pada No. 21344, 21345 dan 21564. Syaikh Syu’aib al-Arnauth berkata pada hadits Abu Dzar dan hadits Uqbah bin Amir ‘Shahih lighairihi’).
22/11/2024 Tinggalkan komentar
1. Setan Lari Dari Rumah yang Didalamnya Dibaca Surat al-Baqarah
عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim No. 780)
2. Surat al-Baqarah Dan Ali ‘Imran Akan Melindungi Pembacanya
النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلَابِيَّ يَقُولُا: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ وَضَرَبَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَمْثَالٍ مَا نَسِيتُهُنَّ بَعْدُ قَالَ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا
An-Nawwas bin Sam’an al-Kilabi radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “al-Qur’an akan didatangkan pada hari kiamat bersama Ahlinya yang telah beramal dengannya, dan yang pertama kali adalah surat al-Baqarah dan Ali ‘Imran.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tiga permisalan terkait dengan keduanya, aku tidak akan melupakannya setelah itu, yakni: “Seperti dua tumpuk awan hitam yang diantara keduanya terdapat cahaya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya.” (HR. Muslim No. 805)
3. Membaca Surat al-Baqarah Akan Mendapat Barakah dan Terlindungi Dari Sihir
أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah al-Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” (HR. Muslim No. 804)
4. Dalam al-Baqarah Terdapat Nama Allah yang Paling Agung
عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ فِي سُوَرٍ ثَلَاثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطه
Dari al-Qasim Abu Abdurrahman dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Nama Allah yang paling agung yang apabila berdoa dengan-Nya akan di kabulkan, yaitu didalam tiga surat: al-Baqarah, Ali ‘Imran dan Thaha.” (HR. Ibnu Majah No. 3856, Syaikh al-Albani dan Syaikh Zubair ‘Ali Zai berkata ‘Hasan’)
19/11/2024 Tinggalkan komentar
1. Ayat Kursi Adalah Ayat Paling Agung Dalam al-Qur’an
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ: }اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ{ قَالَ: فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ: وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ
Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hai Abu Mundzir (kun-yah Ubay bin Ka’ab)! tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat al-Qur’an yang ada padamu yang paling utama?” Abu Mundzir berkata: saya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bertanya lagi: “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat Al Qur`an yang ada padamu yang paling utama?” Abu Mundzir berkata: Saya menjawab, “Allahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum.” Abu Mundzir berkata: lalu beliau menepuk dadaku seraya bersabda: “Demi Allah, semoga dadamu dipenuhi dengan ilmu, wahai Abu Mundzir.” (HR. Muslim No.810)
عَنْ ابْنِ الْأَسْقَعِ: أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَهُمْ فِي صُفَّةِ الْمُهَاجِرِينَ فَسَأَلَهُ إِنْسَانٌ: أَيُّ آيَةٍ فِي الْقُرْآنِ أَعْظَمُ؟ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ}
Dari Ibnu Al Asqa’, bahwa ia mendengarnya berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menemui penghuni Shuffah dari kalangan Muhajirin, lalu ada seseorang bertanya kepada beliau: “Ayat manakah yang paling agung dalam al-Qur’an?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ (Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur) (QS. Al Baqarah: 255/Ayat Kursi). (HR. Abu Dawud No. 4003 Syaikh al-Albani dan Syaikh Zubair ‘Ali Zai berkata ‘Shahih’)
2. Ayat Kursi Lebih Agung Dari Langit dan Bumi
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ فِي تَفْسِيرِ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ أَعْظَمَ مِنْ آيَةِ الْكُرْسِيِّ قَالَ سُفْيَانُ لِأَنَّ آيَةَ الْكُرْسِيِّ هُوَ كَلَامُ اللَّهِ وَكَلَامُ اللَّهِ أَعْظَمُ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah tentang penafsiran hadits Abdulah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tidaklah ada ciptaan Allah yang lebih agung dari langit dan bumi selain ayat kursi.” Sufyan berkata: “Karena ayat kursi adalah kalam Allah dan kalam Allah lebih agung dari ciptaan Allah seperti langit dan bumi.” (Riwayat at-Tirmidzi 2884, Syaikh al-Albani berkata ‘Shahih’, Syaikh Zubair ‘Ali Zai berkata ‘Isnadnya shahih’)
3. Membaca Ayat Kursi Setelah Sholat Akan Memasukkan Ke Surga
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ آيَةَ اَلْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ اَلْجَنَّةِ إِلَّا اَلْمَوْتُ
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai sholat fardhu maka tiada yang menghalanginya masuk syurga kecuali kematian.”
Imam Ibnu Hajar berkata dalam Bulughul Maram: “Riwayat an-Nasa’i dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban”. Syaikh al-Albani mencantumkannya dalam ash-Shahihah no. 972, beliau menerangkan berbagai jalur periwayatan hadits ini.
Baca pos ini lebih lanjut
15/11/2024 Tinggalkan komentar
1. Al-Fatihah Adalah Ummul Kitab, Ummul Qur’an, As-Sab’ul Matsaani dan Al-Qur’anul Azhim
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَٰكَ سَبْعًا مِّنَ ٱلْمَثَانِى وَٱلْقُرْءَانَ ٱلْعَظِيمَ
“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung. ” (QS. Al-Hijr: 87)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin (surat al-Fatihah) adalah induknya al-Qur’an, induknya al-Kitab, dan as-Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang diulang-ulang)” (Abu Dawud No. 1457, HR. Tirmidzi No. 3124 dan beliau berkata ‘Hadits hasan shahih‘, Syaikh al-Albani dan Syaikh Zubair ‘Ali Zai berkata ‘Shahih’)
Dalam redaksi Imam al-Bukhari:
أُمُّ الْقُرْآنِ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ
“Ummul Qur’an (surat al-Fatihah) adalah as-Sab’ul Matsaani dan al-Qur’an yang Agung.” (HR. al-Bukhari No. 4704)
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الْجَانِّ وَعَيْنِ الْإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتْ الْمُعَوِّذَتَانِ فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berlindung dari jin dan ‘ain (mata hasad manusia), sampai turun dua mu’awwidzataan (al-Falaq dan an-Naas). Ketika keduanya turun, beliau mengambil keduanya dan meninggalkan yang lainnya. (HR. Tirmidzi No. 2058, an-Nasa’i No. 5494 dan Ibnu Majah No. 3511, Imam at-Tirmidzi berkata ‘Hasan gharib’, Syaikh al-Albani men-shahih-kannya)
2. Al-Fatihah Adalah Surat yang Paling Agung Dalam al-Qu’ran
Dalam hadits Abu Sa’id bin al-Mu’alla radhiyallahu ‘anhu ia berkata:
ثُمَّ قَالَ لِي: لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ، ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ قُلْتُ لَهُ: أَلَمْ تَقُلْ لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ؟ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ
Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Sungguh, saya akan mengajarimu tentang surat yang paling agung yang terdapat di dalam al-Qur’an sebelum kamu keluar dari Masjid.” Kemudian beliau memegang tanganku, dan saat beliau hendak keluar Masjid, saya pun berkata: “Bukankah engkau telah berkata: ‘Saya akan mengajarimu surat yang paling agung yang terdapat dalam al-Qur’an?” Beliau bersabda: Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin (surat al-Fatihah), ia adalah as-Sab’ul Matsani, dan al-Qur’an al-Azhim yang telah diwahyukan kepadaku.” (HR. al-Bukhari No. 4474 dan 5006)
3. Tidak Sah Shalat, Tanpa Membaca Al-Fatihah
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu dia berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada shalat seseorang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab.” (HR. al-Bukhari No. 756, Muslim No. 394) Baca pos ini lebih lanjut