Energi-Frekuensi-Getaran: Rahasia Penyembuhan Masa Depan

Energi, Frekuensi, dan Getaran: Rahasia Penyembuhan Masa Depan

Para ilmuwan besar seperti Hippocrates, Nikola Tesla, dan Albert Einstein sepakat bahwa energi, frekuensi, dan getaran adalah kunci penyembuhan dan pengobatan masa depan.

ilustrasi frekuensi – getaran – energi

Penjelasan Singkat:

  1. Hippocrates (Bapak Kedokteran) pernah berkata:
    “Jika ada alat yang bisa memanaskan tulang, maka semua penyakit dapat disembuhkan.”
    Maksudnya: Penyakit terjadi karena ketidakseimbangan energi dalam tubuh, dan jika kita bisa mengatur frekuensi/getaran sel, maka tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri.
  2. Nikola Tesla mengatakan:
    “Jika Anda ingin memahami alam semesta, pikirkan dalam bentuk energi, frekuensi, dan getaran.”
    Frekuensi Solfeggio (174 Hz, 528 Hz, 963 Hz, dll.) membuktikan bahwa setiap penyakit punya frekuensi tertentu, dan jika kita menyelaraskannya, tubuh akan sembuh.
  3. Albert Einstein mendukung teori ini dengan E=mc² (Energi = Materi).
    Tubuh manusia adalah energi yang bergetar, dan penyakit muncul ketika getaran ini tidak harmonis.

Variabel Utama dalam Penyembuhan Frekuensi:

  1. Frekuensi Suara & Musik (Solfeggio, 432 Hz vs 440 Hz)
  2. Frekuensi Elektromagnetik (Pengaruh medan magnet & listrik pada sel)
  3. Meditasi & Gelombang Otak (Alpha, Theta, Gamma untuk penyembuhan)
  4. Pola Pikir & Emosi (Stres mengacaukan frekuensi sel)
  5. Lingkungan (Radiasi, polusi elektromagnetik mengganggu getaran alami tubuh)

Solusi Modern untuk Penyembuhan Frekuensi:

  1. Terapi Suara (Sound Healing)
    • Gunakan frekuensi Solfeggio (396 Hz, 528 Hz, 963 Hz) untuk menghilangkan blok energi.
    • Dengarkan musik 432 Hz (frekuensi alam) untuk relaksasi & keseimbangan.
  2. PEMF (Pulsed Electromagnetic Field) Therapy
    • Alat modern yang memancarkan frekuensi rendah untuk regenerasi sel (seperti yang diramal Hippocrates).
  3. Bioresonansi & Terapi Frekuensi
    • Teknologi medis yang membaca & memperbaiki frekuensi tubuh untuk deteksi dini penyakit.
  4. Meditasi & Mindset Positif
    • Otak yang tenang (gelombang Alpha/Theta) mempercepat penyembuhan.
  5. Hindari Frekuensi Berbahaya
    • Kurangi paparan 5G, WiFi berlebihan, dan radiasi elektromagnetik.

Kesimpulan:
Pengobatan masa depan bukan dengan obat kimia, tetapi dengan frekuensi.”

  • Tesla & Einstein benar: Segala sesuatu adalah energi.
  • Hippocrates benar: Panas (energi) bisa menyembuhkan.

Solusi terbaik?
Gabungkan teknologi frekuensi, meditasi, dan pola hidup selaras alam untuk mencapai kesehatan optimal.

Sembuhkan diri dengan frekuensi, karena Anda adalah energi yang bergetar.” ✨🔊

._
@gw, 19072025

Kulkas Bebas Listrik

Taukah kamu, kulkas di rumahmu telah diam-diam mengambil nutrisi, mengambil rasa dalam makanannmu … dan dalam beberapa buah atau sayur tertentu apabila mereka didekatkan justru menghasilkan gas etilen yg malah mempercepat pembusukan.

Nah ini ada trik cara bikin kulkas bebas listrik yg aman.

kulkas bebas listrik dari 2 gerabah | sumber: grupWA

Ambil panci [gerabah] yang lebih kecil dan masukkan ke dalam panci yang lebih besar.

Isi ruang di antara keduanya dengan pasir basah dan tutupi bagian atasnya dengan kain basah. Saat air menguap, ia menarik panas sehingga membuat bagian dalamnya menjadi dingin. Silakan bagikan penemuan penting ini pada orang-orang tersayangmu.

Semoga bermanfaat.

._
@gw, 03052025

Terapkan Sampah Nol di Rumah Sendiri

Sampah makanan dan hewani diberi makan untuk ikan lele.

Sampah organik dibuat bio enzyme untuk pupuk cair dan kompos untuk media tanam.

Bio enzyme cair sebagian dituang ke drum ikan lele agar sehat dan mengurangi bau.

Kompos dimasukkan dalam pot organik dari batok kelapa, polybag dari bekas snack dan susu, pot gantung dari bekas botol air mineral, pot hidroponik dari bekas cup juice, ice coffee sebagai media tanam.

Air dari drum ikan lele yang keruh untuk siram tanaman agar subur makmur. Lalu diisi lagi dengan air bersih.

Sampah plastik kering dimasukkan dalam botol, dipadatkan untuk buat eco-brick.

Sampah plastik kotor, busuk dan berbahaya masker bekas, baby diapers, pembalut wanita dimusnahkan dalam drum incenerator.

Inilah konsep zerowaste atau sampah nol di rumah sendiri. Hampir tidak ada lagi sampah yang dibuang dan diangkut oleh petugas pembersih sampah.

Terima kasih ibu Gubernur, ketua PKK Kaltara Bu @rahma_zainal_paliwang dan ibu Wagub Waka PKK Kaltara Bu @yansenping sudah berkunjung dan penuh perhatian melihat konsep zerowaste sederhana ini.

Semoga dapat menularkan ide kecil yang bisa berdampak besar untuk dunia kita yang semakin kotor dan terus terjadi pemanasan global ini.

Let’s go green

@EdyMASran
#edymasran

._
@gWA, 09042022

Salah Ketik (typo) Tak Perlu Dikoreksi?

Untuk yang suka masih ketik salah/typo, ternyata enggak perlu koreksi. Ini contohnya:

Sleamt sniag
Prcaya aatu tidk, Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabrdge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.
Katlimt bsia dtiluis berantaakn, teatp ktia daapt mebmacayna.
Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, buukn ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?
“slaam unutk kleuraga … seaht slealu … ttpatp snmgaat“
Sdaar aatu ngagk adna brau sjaa mambcea denganaen tiluasn ynag braentakan.
Inlaih khebeatan oatk mansuia, alpagi ynag mctipakn oatk ktia, Tuhan yang Maha Sempurna …
Saudh dluu ah …

Sumber: Islampos


Perkara abjad dan kata, masalahnya tidak begitu. Mula-mula kan kita belajar mengenal abjad lalu merangkaikannya jadi kata dan kalimat. Setelah mahir, kita memang tidak peduli kalau abjadnya dikacaukan karena otak kita sudah punya perbendaharaan kata dan kalimat.

Piaget bilang, itu proses akomodasi dan asimilasi. Kita cukup mengenali abjad pertama dan terakhir karena alam pikiran kita menerapkan salah satu prinsip psikologi Gestalt, yaitu keseluruhan lebih dulu, bagian kemudian.

Sumber: tak diketahui