Rahasia Sujud Ketika Salat

  1. Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu:
    • dahi,
    • hidung,
    • kedua telapak tangan,
    • lutut, dan
    • kedua ujung kaki (jari).
  2. Sujud adalah konsep:
    • merendahkan diri,
    • memuji Allah Swt., dan
    • memohon segala macam hajat kepada Allah Swt.
  3. Sekaligus, mengikis sifat tercela:
    • ria,
    • sombong,
    • ujub, dan
    • takabur dan lain-lain.
  4. Dr. Fidelma O’Leary, PhD Neuroscience dari St. Edward’s University, telah menjadi mualaf, karena hasil riset mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.
  5. Dalam kajiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat saraf ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud.
  6. Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja, yaitu pada waktu-waktu salat yang telah ditetapkan (subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya).
    Subhana Allah …
  7. Jadi, siapa yang tidak salat maka urat saraf ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal maksimal.
  8. Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yang tidak salat saat ini.
  9. Karena letak otak di atas jantung, “maka kata Prof Hembing: jantung hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia, maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar dapat menambah kekuatan aliran darah ke otak.”
  10. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, supaya kita sujud berlama-lama pada rakaat terakhir.
  11. Manfaat sujud berlama-lama ini adalah untuk:
    • Mencegah pening,
    • Terhindar migrain,
    • Menyegarkan otak,
    • Menajamkan akal dan pikiran (lebih sensitif),
    • Melonggarkan sistem pernapasan,
    • Memperbaiki kandung rahim yang turun,
    • Menjaga dan menguatkan kedudukan bayi dalam kandungan.
    • Menghindarkan kandungan sungsang dan lain lain.
  12. Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk urat saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang sedang sujud …
    SUBHANA ALLAH
  13. Jika Anda: membagikan ini kepada 1 orang artinya Anda sudah menyebarkan kebaikan

._
@GWA, 29062020

Lidah Mertua, Lidah Buaya, Lili

Selasa, 23 Jul 2019 17:34 WIB
Berbagai Tanaman yang Bisa Menyerap Polusi Udara, Salah Satunya Lidah Mertua
Kintan Nabila – detikHealth

Jakarta – Dalam rangka mengurangi polusi udara Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta akan membagikan tanaman hias lidah mertua kepada masyarakat secara gratis.

Namun, polusi udara yang kita temui sehari-hari tidak hanya terdapat di luar ruangan saja. Sebagian besar waktu kita dihabiskan dengan beraktivitas di tempat tertutup.

Zat polutan yang menumpuk dalam ruangan bisa berbahaya untuk kesehatan dan dapat menyebabkan sick building syndrome seperti kepala pusing, mual, serta iritasi pada mata, telinga dan hidung.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut jenis-jenis tanaman antipolutan dan manfaatnya:

  1. Lidah Mertua

Lidah mertua atau Sansevieria Trifasciata juga dikenal dengan snake plant atau tanaman ular, karena bentuknya kaku seperti pedang dan runcing di ujung. Tanaman ini juga mampu menyerap berbagai jenis polutan dari udara, seperti karbonmonoksida, nikotin, benzene, formaldehyde, trichloroethylene, dan dioksin.

  1. Lidah Buaya

Lidah buaya dapat menyerap benzena, formalin, dan sejumlah bahan kimia lain yang bisa mengontaminasi udara. Tanaman ini juga berperan sebagai peninjau kadar polusi. Semakin tinggi kadar polutan dalam ruangan, daun-daun lidah buaya akan memunculkan bintik-bintik cokelat di permukaannya.

  1. Lili

Bunga lili dapat menyaring berbagai zat polutan, seperti amonia, benzena, formalin, dan trichloroethylene. Menurut NASA, jenis lili terbaik yang dapat menyaring polutan dalam ruangan adalah peace lily, flamingo lily, dan lilyturf.

Bahaya Pijat Refleksi

Bagi teman-teman yang SERING PIJAT REFLEKSI! Hati-hati kalau kepala pusing/penat jangan asal sembarang refleksi! Tes tekanan darah dulu sebelum refleksi.

Kejadian ini sekitar 2 minggu lalu Ayah sahabat saya mengeluh kepalanya pusing, penat, béngél … maka dia pergi refleksi diantar sopirnya … tanpa pamit ke istrinya.

Sesampai direfleksi, dipijat, tiba-tiba beliau ngorok … dan tidak bangun-bangun, akhirnya dilarikan ke Siloam Hospital Gubeng, dan kemudian dipindah ke Mitra Keluarga sudah dalam kondisi koma.

Di MRI dan CT scan, ternyata memang kondisi saat beliau refleksi, dalam kondisi tekanan darah tinggi (sistole 190), sehingga saat direfleksi, pas terkena urat yang memicu pembuluh darah di batang otak pecah, yang mengakibatkan beliau langsung koma, tidak pernah sadar dan 1 minggu kemudian beliau meninggal.

Semua saraf penting bermuara di telapak kaki … jadi guys better be careful, kalau kepala Anda serasa mau pecah, periksa tekanan darah Anda sebelum memutuskan untuk refleksi.

Semoga peringatan ini bermanfaat.

_______
grupWA, 16092018