Haji dan Ikhbât Kepada Allah

Nama Ebook: Haji dan Ikhbât Kepada Allah
Penulis: Syaikh Prof. Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al-Badr
Penerjemah: Ustadz Dr. Firanda Andirja

الْـحَمْدُ للهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ. وَصَّلَّاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَ صْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

Haji ke Baitullah termasuk salah satu rukun dari rukun-rukun Islam yang agung. Ia ibarat madrasah yang sempurna yang penuh dengan nasehat, dan pelajaran yang kaya akan faedah. Seorang jamaah haji yang diberi taufik oleh Allah جل جلاله, jika dia menunaikan ibadah ini dengan kesungguhan dan kesempurnaan, niscaya dia akan memperoleh berbagai manfaat dan hikmah, diantaranya adalah:

  1. Haji dapat menghapus seluruh dosa,
  2. Pahala haji mabrur adalah surga,
  3. Haji dapat membebaskan seseorang dari neraka,
  4. Haji merupakan salah satu sebab diluaskannya rezeki dan penangkal dari kefakiran,

Dan di antara manfaat dan keberkahan haji untuk kesalehan dan keistikamahan hati—selain yang  telah disebutkan di atas adalah: Ikhbât al-Qulûb kepada Allah جل جلاله yang disebabkan oleh rangkai-rangkaian ibadah haji yang dapat mempengaruhi hati agar menjadi tunduk, tawaduk, merasa hina, dan meluruh.

Allah جل جلاله berfirman

ذٰلِكَ وَمَنۡ يُّعَظِّمۡ شَعَآٮِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنۡ تَقۡوَى الۡقُلُوۡبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Dalam eBook ini akan di sampaikan makna Ikhbât, Haji dan Ikhbât, dan karateristik hamba yang Ikhbât kepada Allah جل جلاله, selamat membaca!!.

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Bahaya Berduaan dengan Wanita

Nama eBook: Bahaya Khalwat
Penulis: Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda, MA حفظه الله

Pengantar:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada finah para wanita.

Sebab hal tersebut maka diharamkanlah berdua-an dengan wanita yang bukan mahram sebagaimana sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kacuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut.

لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

Baca pos ini lebih lanjut