Muzara’ah dan Musaqah

Nama eBook: Muzara’ah dan Musaqah
Penulis: Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Al-Muzara’ah menurut bahasa adalah muamalah terhadap tanah dengan (imbalan) sebagian apa yang dihasilkan darinya.

Sedangkan yang dimaksud di sini adalah memberikan tanah kepada orang yang akan menggarapnya dengan imbalan ia memperoleh setengah dari hasilnya atau yang sejenisnya.

Dalilnya ialah:

عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh penduduk Khaibar untuk menggarap tanah di Khaibar dan mereka mendapat setengah dari hasil buminya berupa buah atau hasil pertanian.” (Muttafaq ‘alaih)

Adapun Al-Musaqah yaitu menyerahkan pohon tertentu (seperti kurma-pent.) kepada orang yang akan mengurusinya (dengan imbalan) ia mendapatkan bagian tertentu (pula) dari buahnya, seperti setengah atau sejenisnya.

Dalilnya ialah:

قَالَتِ اْلأَنْصَارُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْسِمْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا النَّخِيلَ، قَالَ: لاَ فَقَالُوا تَكْفُونَا الْمَئُونَةَ وَنَشْرَكْكُمْ فِي الثَّمَرَةِ قَالُوا: سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

“Orang-orang Anshar berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘bagilah pohon kurma antara kami dan sahabat-sahabat kami’. Beliau menjawab, ‘Tidak.’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Kami yang merawatnya dan kami bagi buahnya bersama kalian.’ Maka, mereka menjawab, ‘Kami mendengar dan kami taat.’” (HR. Bukhari)

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Dunia Ladang Bagi Akhirat

Pengantar:
Rasululuh صلي الله عليه وسلم bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang yang asing dan seorang pengembara.” (HR. Bukhari).

Ini adalah peringatan dari Rasulullah صلي الله عليه وسلم kepada kita semua jangan sampai menjadikan dunia yang fana sebagai tujuan sehingga tertipu dengan keindahan semu yang terkandung didalamnya. Dunia adalah ibarat ladang untuk perbekalan untuk suatu yang pasti yakni kematian dan sebaik-baik bekal adalah Taqwa, Allah عزّوجلّ berfirman:

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa (QS. Al-Baqarah: 197)

Apa yang mesti kita perlakukan terhadap kehidupan dunia ini, temukan jawabannya dalam eBook ini…

Download eBook:
Dunia Ladang Bagi Akhirat atau mirror

Tulisan Terkait:
Shalat Tobat
Intopeksi Diri
Misteri Alam Kubur
Melepas Kesempitan Hati
5 Menit Saja!, Renungan Untuk Kaum Muda