Perjalanan Setelah Kematian
02/10/2020 Tinggalkan komentar
Pusat Download Ebook Islam
Disimpan dalam Rukun Iman Tagged with Alam Kubur, Mati, Rukun Iman, Surga dan Neraka, Ustadz Firanda Andirja
04/12/2017 Tinggalkan komentar
Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah di Seputar Masalah Jenazah
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله
Pengantar:
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Telah kita posting berbagai kesalahan (baca: Bid’ah) di seputar masalah jenazah dalam beberapa postingan, kemudian kami menggabungkannya dan dalam eBook ditambah perkataan penulis diawal bab tentang masalah-masalah bid’ah yang disesatkan oleh agama, eBook ini berisi berbagai kesalahan dari sebelum kematian hingga setelah ta’ziah, lengkapnya:
Download:
Disimpan dalam Sakit dan Jenazah Tagged with Doa, Jenazah, Mati, Mayat, Penyelenggaraan, Sakit
22/02/2017 Tinggalkan komentar
Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Sebelum dan Sesudah Kematian
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله
Pengantar:
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Telah kita sajikan secara berseri sebelumnya seputar kesalahan dalam penyelenggaran jenazah dan yang berhubungan dengannya, kali ini dalam topik yang sama kita bentangkan bersama 31 kesalahan sebelum dan sesudah kematian, diantara kesalahan tersebut ialah:
Download:
11/01/2017 Tinggalkan komentar
Nama eBook: Hal-Hal yang Diwajibkan Atas Orang yang Sedang Sakit
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله
Pengantar:
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد
Seorang muslim walau sedang sakit mempunyai kewajiban-kewajiban yang mesti ia laksanakan, dalam eBook ini tidak akan dibahas tentang kewajiban ibadah yang memang mesti kita laksanakan seperti bersuci dan sholat, atau berupaya mengobati sakitnya, namun adalah perkara-perkara yang lebih khusus yang mestinya diamalkan setiap orang yang sakit diantaranya:
Silahkan simak dalil dan penjabarannya dalam eBook-nya, dan semoga kita meninggal dalam agama Allah dan diatas sunnah Nabi-Nya, amin…
Download:
04/08/2014 Tinggalkan komentar
Nama eBook: Meninggal di Lautan
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد
Lautan memiliki urgensi dalam kehidupan manusia, dimana ia menjadi sarana berlayar bagi kapal-kapal yang membawa berbagai macam barang yang dibutuhkan manusia. Mereka berlayar di atas lautan berhari-hari bahkan berbulan-bulan lamanya. Allah عزّوجلّ memberikan kemudahan bagi kapal-kapal untuk membelah ombak lautan yang ganas dengan ujung depannya. Ini adalah salah satu nikmat yang Allah عزّوجلّ limpahkan kepada manusia yang wajib disyukuri. Allah عزّوجلّ berfirman:
وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (QS. an-Nahl/16:14)
Perjalanan yang jauh ditempuh oleh kapal laut terkadang mengalami kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti meninggal dunia diatas perahu atau kapal, padahal terkadang kapal atau perahu tersebut tidak mendapatkan daratan dalam waktu yang lama, lalu bagaimana mengubur jenazah tersebut? dan apakah keutamaan mati tenggelam? silahkan simak eBook ini dan semoga bermanfaat, amin…
18/11/2013 1 Komentar
Nama eBook: Dunia yang Fana
Penyusun: Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin حفظه الله
Pengantar:
اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِـيِّ الْـمُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ
Banyak orang lupa atau tidak sadar bahwa dunia hanya sebagai tempat peristirahatan sementara dan tempat tinggal sejenak untuk mencari bekal perjalanan menuju kampung akhirat. Oleh karena itu dunia hanya sebagai lahan untuk beramal dan tempat untuk beribadah kepada Allah عزّوجلّ, sedangkan akhirat sebagai kampung menuai balasan dan memetik pahala, seperti firman Allah عزّوجلّ:
Selayaknya kita bersiap diri meninggalkan kampung dunia menuju kampung akhirat dengan selalu menambah simpanan kebaikan, bersegera memenuhi panggilan Allah, memperbanyak bekal dan bertobat dengan tobat nasuha, kalau tidak, kita pasti akan tertipu fatamorgana dunia, sedang tabiat dunia hanya satu, dunia meninggalkan kita atau kita meninggalkan dunia. Manakah lebih dahulu menghampiri kita, hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Menentukan.
Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم memegang pundakku, lalu bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي الله عنهما يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore, dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati,” (HR. Bukhari No. 6416).
Penulis -semoga Allah menjaganya- menjelaskan hakikat dunia dan banyaknya fitnah didalamnya dan untuk itu semua sikap Qona’ah-lah yang bisa menangkal itu semuanya.
Download:
