33 Bait Syair Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

الـمنظومة الـحائية في عقيدة أهل السنة والـجماعة

للامام أبو بكر بن أبي داود السجستاني رحمهما الله

Imam Abu Bakar bin Abu Dawud as-Sijistani  رحمهما الله

 ******

تَـمَسَّكْ بِـحَبْلِ اللهِ وَاتَّبِعِ الـهُدَى * وَلاَ تَكُ بِدْعِيّاً لَعَلَّكَ تُفْلِحُ

Berpegang Teguhlah dengan Tali Allah dan ikutilah petunjuk * dan janganlah kamu menjadi pelaku bid’ah, agar kamu beruntung

وَدِنْ بِكِتَابِ اللهِ وَالسُّنَنِ الَّتِي * أَتَتْ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ تَنْجُو وَتَرْبَحُ

Beragamalah dengan dasar kitab Allah dan Sunnah * yang datang dari Rasulullah, kamu akan selamat dan beruntung

وَقُلْ: غَيْرُ مَـخْلُوْقٍ كَلاَمُ مَلِيْكِنَا * بِذَلِكَ دَانَ الأَتْقِيَاءُ وَأَفْصَحُوا

Katakanlah: Firman Raja Kita (Allah) bukanlah makhluk * dengan itulah orang-orang yang bertakwa berkeyakinan, dan dengan lantang mereka berkata

وَلاَ تَكُ فِي القُرْآنِ بِالوَقْفِ قَائِلاً * كَمَا قَالَ أَتْبَاعٌ لِـجَهْمٍ وَأَسْجَحُوا

Janganlah menjadi orang yang menahan diri dari berbicara tentang Al-Qur’an * seperti yang dikatakan pengikut Jahm (Ibn Shofwan), dan mereka pun bermudah-mudahan

وَلاَ تَقُلِ: القُرْآنُ خَلْقٌ قَرَأْتُهُ * فَإِنَّ كَلاَمَ اللهِ بِاللَّفْظِ يُوْضَحُ

Janganlah mengatakan bacaanku dengan Al-Qur’an adalah makhluk * sesungguhnya Firman Allah ketika dilafazkan harus di jelaskan

وَقُلْ: يَتَجَلَّى اللهُ لِلْخَلْقِ جَهْرَةً * كَمَا البَدْرُ لاَ يَـخْفَى وَرَبُّكَ أَوْضَحُ

Baca pos ini lebih lanjut

175 Kesalahan Dalam Ibadah Haji

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah Haji
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting berbagai kesalahan (baca: Bid’ah) dalam pelaksanaan ibadah haji dalam beberapa postingan, kemudian kami memandang baik untuk menggabungkannya dan dalam eBook ditambah perkataan penulis tentang sebab menjamurnya bid’ah, eBook ini berisi:

  1. Penjelasan penulis tentang bid’ah dan nasehat agar kita menjauhinya,
  2. Bid’ah-bid’ah sebelum ihrom,
  3. Bid’ah-bid’ah ihrom, talbiyah dan sejenisnya,
  4. Bid’ah-bid’ah thowaf,
  5. Bid’ah-bid’ah sa’i,
  6. Bid’ah-bid’ah di Arofah,
  7. Bid’ah-bid’ah di Muzdalifah,
  8. Bid’ah-bid’ah saat melempar jumroh,
  9. Bid’ah-bid’ah saat menyembelih dan mencukur rambut,
  10. Bermacam bid’ah termasuk bid’ah-bid’ah dalam thowaf wada’,
  11. Bid’ah-bid’ah di Madinah,
  12. Bid’ah-bid’ah di Baitul Maqdis.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Mari Sholat Berjama’ah

Nama eBook: Sholat Berjama’ah
Penyusun: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

Allah عزّوجلّ berfirman tentang pensyariatan Sholat Khouf (dalam keadaan takut):

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَ��ئِفَةُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu. (QS. An Nisa’/4: 102)

 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan dengan kayu bakar lalu dibakar, kemudian aku memerintahkan agar adzan dikumandangkan. Lalu aku juga memerintah seorang untuk mengimami manusia, lalu aku berangkat kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat) dan membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari 644 dan Muslim 651)

Dengan kedua dalil tersebut maka para ulama menyebutkan akan wajibnya sholat berjama’ah. Syariat sholat berjam’ah bagi laki-laki disepakati oleh para ulama, Imam an-Nawawi asy-Syafi’i berkata: “Shalat berjamaah diperintahkan berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan masyhur serta ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. (AlMajmu’ 4/84)”

Sebuah ucapan yang sering kita dengar, “Masalah ini kan diperselisihkan para ulama, kenapa kita mesti ngotot. Bukankah kita harus toleran dan berlapang dada dalam masalah khilafiyah?! Kami katakan, “Kalimatul Haq urida biha bathil (Ucapan benar tapi dimaksudkan untuk kebatilan” bukankah alasan di atas hanya untuk……………. Tahukah anda maksud mereka di balik itu?! Sesungguhnya mereka hanya ingin lari dari shalat berjamaah.

Dengarkan ucapan imam an-Nawawi yang beliau adalah Imam besar dalam Madzhab Syafi’i (orang Indonesia menyandarkan kepada madzhab Syafi’i) berikut: “Tidak ada rukhsah (keringanan) dalam meninggalkan jama’ah, baik kita katakan sunnah atau wajib/fardhu kifayah kecuali karena udzur umum atau khusus.” (Raudhah Tholibin I/344 oleh Imam Nawawi asy-Syafi’i)

Semoga dengan membaca keterangan dalam eBook ini akan lebih memantapkan hati kita umat muslim memakmurkan Masjid-masjid diseluruh nusantara ini, amin…

Download:

Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Baca pula: Sholat Khauf

Renungan Setelah Menunaikan Haji

Nama eBook: Renungan Usai Menunaikan Haji
Penulis: Syaikh Shalah Budair -Imam Masjid Nabawi-

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Ibadah haji adalah ibadah yang agung yang tidak setiap orang mampu untuk menunaikannya, Ibadah ini membutuhkan persiapan dan kesabaran, mulai dari menyiapkan Ongkos Naik Haji yang halal, kesiapan fisik dan kesabaran menunggu kuota haji yang sekarang ini bisa sampai 10-12 tahun lamanya.

Karenanya berbahagialah bagi saudara-saudara yang telah menunaikan ibadah haji yang begitu agung dan penuh makna bagi yang mengambil pelajaran, eBook ini adalah nasehat Imam Masjid Nabawi bagi jama’ah yang telah usai menunaikan kewajiban haji, diantara nasehat beliau:

“Kalian datang dari tempat-tempat yang jauh. Kini kalian telah menyelesaikan ibadah haji, setelah wukuf dan setelah kalian melaksanakan ibadah lainnya. Kini kalian bersiap-siap untuk kembali ke negeri masing-masing. Maka janganlah kalian kembali mengotori diri dengan kembali kepada hal-hal yang diharamkan dan yang tercela. Allah berfirman :

وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا

Baca pos ini lebih lanjut

Siapakah Ahlus Sunnah wal Jama’ah?

Nama eBook: Siapakah Ahlus Sunnah wal Jama’ah?
Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah حفظه الله

Pengantar:

Segala puji hanya milik Allah عزّوجلّ, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Sungguh sekte dalam Islam sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi صلي الله عليه وسلم akan terpecah dalam 73 golongan yang mana 72 di naar dan 1 di jannah, satu golongan tersebutlah yang dikenal dengan sebutan ahlussunnah wal jama’ah, dengan berlalunya waktu  maka setiap sekte yang ada mengaku merekalah ahlussunnah wal jama’ah.

Jadi siapakah yang sebenarnya ahlus sunnah wal jama’ah itu,?! simaklah kajian rinkasnya dalam eBook ini, wallahu muwaffiq….

Download:

Download CHM atau Download ZIP mirrorDownload CHM atau Download ZIP


Hukum Shalat Berjama’ah Kedua

Nama eBook: Hukum Shalat Berjama’ah Kedua
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله

Pengantar:

Ini adalah penjelasan oleh Imam al-Albani tentang hukum sholat berjama’ah kedua di sebuah masjid, teks pertanyaannya:

Soal:

Bagaimana hukum syari’at “shalat berjama’ah yang kedua” yang di lakukan di sebuah masjid, sesudah usainya “shalat berjama’ah gelombang pertama?”

Jawab:
Silahkan simak jawaban beliau dari link download

Download:

Download PDF  atau Download Word mirror-1 Download PDF  atau Download Word mirror -2Download PDF  atau Download Word

Shalat Berjama’ah: Keutamaan, Manfaat dan Hukumnya

Nama eBook: Shalat Berjama’ah: Keutamaan, Manfaat dan Hukumnya
Penulis: Abu Abdil Aziz Abdullah Al-Ghamidi

Pengantar:
Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab shahih mereka meriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Rasululah صلي الله عليه وسلم bersabda:

صَلاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أنَّهُ إذَا تَوَضَّأ فَأحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إلَى الْمَسْجِدِ لا يُخْرِجُهُ إلاّ الصَّلاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاّ رُفِع��تْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلاّهُ تَقُوْلُ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، وَلا يَزَالُ أحَدُكُمْ فِي صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاةَ

Pahala shalat seseorang yang berjamaah melebihi pahala shalat sendirian di rumahnya dan dipasarnya dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu apabila ia berwudhu` dengan sebaik-baiknya, kemudian ia pergi menuju masjid, tidak ada tujuan lain kecuali untuk shalat berjama`ah maka tidaklah setiap langkah yang diayunkannya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu dosa, apabila ia melakukan shalat berjama`ah maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama ia masih berada di tempat shalatnya dan juga ia belum berhadats. Para Malaikat berdoa: “Allahumma shalli `alaihi, Allahummarhamhu (Ya Allah, Ampunilah dia dan rahmatilah).” Dan tetap ia dianggap shalat selama ia menunggu waktu shalat berikutnya tiba. (Lafadz hadits bagi Bukhari)

Baca pos ini lebih lanjut