Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Alhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada Allâh Ta’âla atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita, salah satunya adalah nikmat sehat dan nikmat umur. Shalawat dan salam teruntuk nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:

Insya Allah tidak berapa lama lagi kita akan memasuki bulan Muharrram tahun 1435 H yang mana bulan ini dinamakan bulan Allah, dimana nabi صلى الله عليه وسلم :

اأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Karenanya maka dibulan ini disyariatkan berpuasa terutama pada hari ke 10 dan hari ke 9-nya. Namun kaum muslimin terutama belakangan ini melakukan berbagia amalan lainnya seperti:

  1. Do’a awal dan akhir tahun
  2. Puasa awal dan akhir tahun
  3. Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah

Apakah amalan tersebut disyariatkan dalam tinjauan agama Islam, temukan jawabannya dalam eBook berikut….

Download:
Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Kerusakan Perayaan Tahun Baru

Nama eBook: 10 Kerusakan Merayakan Tahun Baru
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal خفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلي الله عليه وسلم , keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Sebentar lagi dalam penanggalan masehi akan memasuki bulan Januari, yang mana pada tanggal satunya akan diadakan perayaan, manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif ini- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Semoga eBook ini bisa menjawabnya….

Download:
Kerusakan Perayaan Tahun Baru atau ZIP File

Tulisan Terkait:
Hukum Ucapan “Selamat Natal” dan Merayakan Tahun Baru
Wala’ dan Baro’ Dalam Islam

Khutbah Jum’at: Memuliakan Bulan Muharram

Puji dan syukur kepada Allah yang telah menciptakan masa, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم, yang merupakan ikutan kita dalam memanfaatkan setiap waktu untuk menggapai ridho Allah. Amma ba’du:

Kita, dengan rahmat Allah telah berada pada bulan Muharram, bulan pertama di tahun 1433 1434 H ini, bulan ini adalah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah., kemudian bagaimanakah kita dalam memuliakan bulan ini ?! Simaklah eBook dalam bentuk khutbah ini dan harapan kami para khatib membacakannya ditas mimbar, semoga Allah mengasihi dan mengampuni kita semua, amin…

Download:
Khutbah Jum’at_Memuliakan Bulan Haram: DOC file atau PDF file

Lihat Khutbah lainnya di Download Khutbah Jumat

Nasehat Menjelang Ramadhan

NASEHAT MENJELANG RAMADHAN
Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Abdirrahman Baz رحمه الله

بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ للّهِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى رَسُولِ اللهِ وَ عَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ، أَمَّ بَعْدُ

Berkenaan dengan kehadiran bulan Ramadhan 1413H,[1] saya menasehatkan kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin dimanapun berada agar senantiasa bertakwa kepada Allah عزّوجلّ, berlomba-lomba melakukan kebaikan, saling memberi nasehat dan sabar dalam menasehati, saling menolong dalam melakukan kebaikan, menjauhi semua perbuatan maksiat yang diharamkan oleh Allah عزّوجلّ dimanapun dan kapanpun jua, terutama pada bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang teramat mulia. Amalan-amalan shaleh di bulan ini dilipatgandakan balasannya dan orang yang berpuasa dan melakukan Qiyamul lail (tarawih) dengan didasari iman dan mengharapkan pahala, dosa-dosanya akan dihapus oleh Allah عزّوجلّ, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa pada Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat.”[2]

Juga sabda beliau صلي الله عليه وسلم:

إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dirantai.”[3]

Juga sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa itu adalah perisai. Saat salah diantara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat keji dan jangan menyalakan api permusuhan. Jika dia dihina atau diperangi oleh orang lain, hendaklah dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.”[4]

Dan sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم, yang artinya:

“Allah عزّوجلّ berfirman: ‘Semua amalan manusia untuknya. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kalinya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan saya akan membalasnya. Dia meninggalkan tuntutan syahwatnya, tidak makan dan dia tidak minum demi Aku. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya. Sungguh  disisi Allah, aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih wangi daripada aroma kasturi.”[5]

Saya juga mewasiatkan kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin agar tetap istiqamah pada siang atau pun malam Ramadhan, berlomba-lomba melakukan kebaikan. Diantara perbuatan baik itu adalan membanyak membaca al-Qur’an sambil mentadabburi dan memahaminya, memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, berdoa kepada Allah agar dimasukan ke surga dan diselamatkan dari siksa neraka dan berbagai do’a kebaikan lainnya.

Tak lupa, saya juga mewasiatkan kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin agar memperbanyak shadaqah, membantu orang-orang fakir, miskin, menunaikan zakat dan menyerahkannya kepada yang berhak menerimanya, memperhatikan dakwah, mengajari orang yang tidak tahu, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran dengan cara yang lembut, penuh hikmah dan dengan metode-metode yang bagus bukan yang buruk, istiqamah diatas al-haq dan senantiasa bertaubat kepada Allah عزّوجلّ.

Allah عزّوجلّ berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. an-Nur/24:31).

Juga firman Allah عزّوجلّ:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb Kami adalah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. al-Ahqaf/46:13-14)

Semoga Allah عزّوجلّ senantiasa memberikan taufik kepada kita semua untuk melakukan segala yang diridhai Allah عزّوجلّ dan semoga Allah عزّوجلّ melindungi kita semua dari segala fitnah yang menyesatkan serta jebakan setan. Sesungguhnya Allah عزّوجلّ Maha Dermawan lagi Maha Mulia.[][6]


[1] Saat tulisan ini diposting, kita akan menyambut Ramadhan 1432 H ~Ibnu Majjah
[2]
HR Bukhari, no. 2014 dan Muslim, no. 760
[3]
HR Bukhari, no. 1899 dan Muslim, no. 1079
[4]
HR Bukhari, no. 1904
[5]
HR Bukhari dan Muslim
[6]
Diterjemahkan dari Majmu’ Fatawa wal Maqalat Mutanawwi’ah, 15/48-50

Sumber: Majalah As-Sunnah, Ed. Khusus No.04-05/ Th. XIV_1431 H

Download:
 Download PDF atau Download WordmirrorDownload PDF atau Download Word