Kalender 1440 H

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, bersyukur atas sisa usia yang dianugerahkan-Nya, semoga dapat kita gunakan untuk penghambaan kepada-Nya, dan kita dapat mempertanggungjawabkan usia kita kelak di akhirat.

Alhamdulillah kita telah berada pada beberapa hari di bulan Muharram 1440 H (saat tulisan ini dibuat), dengan kasih sayang-Nya seperti tahun-tahun sebelumnya pada kesempatan ini kami share untuk kita semua Kalender 1440 H dalam format PDF, semoga bermanfaat kiranya…

Berikut screenshot-nya:

Kalender1440H

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Kalender 1438 H

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Kita memuji dan bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, kemudian shalawat dan salam untuk penghulu seluruh nabi, nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman, amma ba’du:

Hari-hari berlalu begitu cepat dan hari yang berlalu tidak akan pernah kembali, umur kita semakin berkurang dan waktu menuju kubur dan perhitungan semakin dekat…

Tidak terasa kita telah berada di tahun 1438 H tepatnya pada bulan Muharram (saat tulisan ini dibuat), kita berdoa kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala agar kiranya ibadah kita semakin meningkat dari tahun ketahun dan ketika menghadap-Nya kita berada dalam husnul khotimah.

Untuk cinta kita kepada agama Islam yang hanif ini, salah satunya kita mendekatkan diri dengan kalender hijriyah, dimana dengan kalender tersebutlah dihitung tahun (haul) untuk mengeluarkan zakat, dengannya kita berpuasa, berhaji, berhari raya dan amalan lainnya yang telah ditentukan waktunya…

Dengan memuji Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Rabb sekalian makhluk kami share kalender 1438 H untuk kita semua, semoga bermanfaat…

Download:
Download PDF atau Download PDF atau Download xlsx atau Download xlsx

Hukum Perayaan HAUL

Nama eBook: Hukum Perayaan HAUL
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Penulis -semoga Allah menjaganya- diawal eBook berkata:

Di tanah air Indonesia ini, perayaan haul seorang syaikh, wali, sunan, kiai, habib, atau tokoh lainnya bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan kita. Di pinggir-pinggir jalan sering dipajang spanduk bertuliskan “Hadirilah acara peringatan haul Syaikh—fulan—yang ke—sekian kalinya.”

Acara haul sudah merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh umumnya masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian seseorang. Awalnya, acara ini biasanya diselenggarakan setelah proses penguburan, kemudian berlanjut setiap hari sampai hari ke-7. Lalu diselenggarakan lagi pada hari ke-40 dan ke-100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun di hari kematian si mayit atau yang masyhur dikenal dengan “haul” yang berarti “tahun” dalam bahasa Arab.

Perayaan haul dengan berbagai variasi acaranya cukup memukau banyak kalangan, dihadiri oleh para tokoh agama dan petinggi daerah. Masyarakat pun berjubel-jubel antusias menghadirinya dengan berbagai macam keyakinan dan tujuan hingga tanpa disadari acara ini seakan menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya diasingkan dari masyarakat. Bahkan, lebih jauh lagi, acara tersebut seolah-olah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah atau wajib dikerjakan, dan sebaliknya bid’ah dan salah bila ditinggalkan.

Hal yang sangat mengherankan adalah kurangnya usaha banyak orang untuk mencari kebenaran tentang status hukum perayaan ini ditinjau dari sudut pandang syari’at Islam yang mulia. Oleh karena itu, penting sekali adanya penjelasan secara ilmiah dan komprehensif tentang masalah yang menjadi pro dan kontra ini sehingga tidak menyisakan celah-celah perdebatan dan keraguan pada masyarakat kaum muslimin tentang hakikat perayaan ini. Berikut ini adalah usaha sederhana untuk mengupas masalah ini. Semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Alhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada Allâh Ta’âla atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita, salah satunya adalah nikmat sehat dan nikmat umur. Shalawat dan salam teruntuk nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:

Insya Allah tidak berapa lama lagi kita akan memasuki bulan Muharrram tahun 1435 H yang mana bulan ini dinamakan bulan Allah, dimana nabi صلى الله عليه وسلم :

اأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Karenanya maka dibulan ini disyariatkan berpuasa terutama pada hari ke 10 dan hari ke 9-nya. Namun kaum muslimin terutama belakangan ini melakukan berbagia amalan lainnya seperti:

  1. Do’a awal dan akhir tahun
  2. Puasa awal dan akhir tahun
  3. Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah

Apakah amalan tersebut disyariatkan dalam tinjauan agama Islam, temukan jawabannya dalam eBook berikut….

Download:
Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

e-Book Natal dan Tahun Baru

الْحَمْدُ اللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَـمِيْنْ، وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَيْنَ، أَمَّ بَعْدُ

Membentengi agama kita dari pencampuradukan keyakinan yang bukan dari Islam adalah sangat penting, berbagai makar telah dihembuskan para musuh Allah عزّوجلّ , musuh Rasul-Nya dan Musuh Umat Islam agar umat ini secara berlahan mengikuti millah mereka, mereka membuat seolah-olah semua keyakinan adalah baik; mereka mendidik orang-orang yang bajunya Islam menjadi agen mereka menghancurkan agama yang hanif ini…

Salah satu yang dihembuskan oleh mereka adalah walau berbeda agama kita harus saling menghormati dan salah satunya adalah ikut mengucapkan selamat kepada hari raya kaum non muslim bahkan ikut merayakannya. Sungguh kita lihat berbagai kalangan yang notebene mengaku Islam mengucapkan selamat Natal, Selamat Imlek dan lainnya dari hari raya kaum kuffar.

Kemudian yang hampir tidak dipahami oleh kaum muslimin ialah ikut bergembira ria dalam menyambut tahun baru Masehi dan mereka telah digiring seakan-akan hal tersebut adalah momen nasional atau momen internasional yang sah-sah saja bahkan pantas diperingati dan kami melihat sebagian khatib diatas mimbar mengajak bermuhasabah dalam pergantian tahun masehi tersebut…

Baca pos ini lebih lanjut