Penyebab Hidup Sengsara

Nama eBook: Penyebab Hidup Sengsara
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Tak seorangpun yang ingin hidup sengsara dan rugi di Dunia dan Akhirat, Jika manusia di dunia bahagia dengan iman dan amal sholih, niscaya akan bahagia pula di akhiratnya. Sebaliknya bila hidupnya sengsara karena kekufurannya, maka di akhirat pun akan rugi.

Penyebab yang membawa kerugian di dunia dan di akhirat secara umum ialah sebagaimana disebutkan di dalam Surat al-Ashr, yaitu orang yang tidak beriman, tidak beramal sholih, tidak berdakwah, dan tidak saling menasehati dengan kesabaran. Sedangkan penyebab yang lain, ialah sebagai berikut:

  1. Kekufuran
  2. Kemurtadan
  3. Kemusyrikan atau menyekutukan Alloh
  4. Menolak yang haq dan menerima kebatilan
  5. Mendustakan hari pembalasan amal
  6. Berdusta atas nama Alloh dan Nabi
  7. Enggan bertaubat dan istighfar
  8. Berbuat kerusakan di bumi
  9. Mengikuti hawa nafsu dan jejak orang kafir
  10. Menjadikan setan sebagai walinya
  11. Merasa aman dari adzab Alloh
  12. Berbuat zholim

Silahkan baca eBooknya dan didalamnya akan disampaikan dengan ringkas dalil-dalilnya, semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

10 Pembatal Keislaman

نَوَاقِضِ الإِسْلَامِ

PEMBATAL KEISLAMAN: MATAN DAN TERJEMAH

لِإِمَامِ الدَّعْوَةِ الشَّيْخِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الوَهَّابِ بْنِ سُلَيْمَانِ التَّمِيمِيِّ

Oleh: Imam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimiy

 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اعْلَمْ أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ نَوَاقِضِ الإِسْلَامِ عَشَرَة:
الأَوَّلُ: الشِّرْكُ فِي عِبَادَةِ اللهِ، وَالدَلِيلُ قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء﴾ وَمِنْهُ الذَّبْحُ لِغَيْرِ اللهِ، كَمَنْ يَذْبَحُ لِلْجِنِّ أَوْ لِلْقَبْرِ.
 
Ketahuilah bahwa termasuk pembatal keislaman terbesar ada 10 yaitu:
Pertama: syirik dalam beribadah kepada-Nya. Dalilnya adalah firman-Nya: “Sesungguhnya Allâh tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa di bawahnya bagi siapa yang dikehendaki-Nya?” (QS. An-Nisâ [4]: 48)
Di antara syirik adalah menyembelih untuk selain Allâh seperti orang yang menyembelih untuk jin atau orang mati.
 
الثَّانِي: مَنْ جَعَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ وَسَائِطَ يَدْعُوهُمْ وَيسْأَلُهُمْ الشَّفَاعَةَ، وَيَتَوَكَّلُ عَلَيْهِمْ كَفَرَ إِجْمَاعًا.
 
Kedua: siapa menjadikan perantara-perantara antara dirinya dengan Allâh di mana dia berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dan bertawakkal kepada mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.
 
الثَّالِثُ: مَنْ لَمْ يُكَفِّرِ المُشْرِكِينَ أَوْ شَكَّ فِي كُفْرِهِمْ، أَوْ ��َحَّحَ مَذْهَبَهُم،ْ كَفَرَ.
 
Ketiga: siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, ragu akan kekafiran mereka, atau membenarkan keyakinan mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.

Baca pos ini lebih lanjut

Hal-Hal Yang Karenanya Disyari’atkan Wudhu’

Nama eBook: Hal-Hal Yang Karenanya Disyari’atkan Wudhu’
Penulis: Syaikh Sa’id bin ‘Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Berwudhu’ sebagai bagian dari bersuci sangatlah penting diilmui sebagai seorang muslim, karena tanpa wudhu’ ibadah-ibadah yang agung diantaranya shalat  tidak akan diterima, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تُقْبَلُ اللهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Allah tidak akan menerima shalat salah seorang di antara kalian jika dia berhadats sehingga dia berwudhu’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dalam eBook ini yang kami kutip sebagian pasal wudhu’ dari kitab besar Shalatul Mu’min karya syaikh Sa’id bin ‘Ali Wahf al-Qahthani, yakni A. Hal-hal yang Mewajibkan Wudhu’ dan H. Beberapa Hal Yang Karenanya Disunnahkan Untuk Berwudhu’.

Hal-hal yang Mewajibkan Wudhu’:

  1. Shalat
  2. Thawaf di Baitullah
  3. Menyentuh Mushaf

Beberapa Hal Yang Karenanya Disunnahkan Untuk Berwudhu’:

  1. Pada saat akan berdzikir dan berdo’a kepada Allah Azza wa Jalla
  2. Wudhu’ pada saat akan tidur
  3. Wudhu’ setiap kali berhadats
  4. Wudhu’ setiap kali shalat
  5. Wudhu’ setelah mengusung mayit
  6. Wudhu’ setelah muntah
  7. Wudhu’ karena memakan makanan yang tersentuh api
  8. Wudhu’ bagi orang yang junub jika hendak makan
  9. Wudhu’ ketika akan mengulangi hubungan badan
  10. Wudhu’ bagi orang yang junub jika dia tidur sebelum mandi

Temukan dalil dan penjelasannya dalam eBook ini…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Mengimani Sifat Murka Allah

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Setiap muslim menginginkan ridho Allah dan terhindar dari murka Allah, karena itu paling tidak 17 kali dalam sehari kita berlindung dari kemurkaan Allah,

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. al-Fatihah/1 : 6-7)

Ya… kita semua mesti menghindari kemurkaan Allah Azza wa Jalla agar selamat didunia dan akhirat, Allah menyebutkan hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-Nya dibeberapa tempat dalam Al-Qur’an, diantaranya:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barang siapa membunuh seorang beriman dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa/4: 93)

Setelah begitu jelasnya dalil, masih ada diantara manusia yang menolak sifat Murka Allah Subhanahu wa Ta’ala, boleh jadi disebabkan ketidaktahuan dan boleh jadi karena kesalahpahaman, maka simaklah eBook ini sehingga mengurai hal-hal tersebut, insya Allah…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Risalah Seputar Mandi

Nama eBook: Risalah Seputar Mandi
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du:

Telah kami posting sebelumnya berbagai hal seputar mandi, mulai hal-hal yang mewajibkan mandi sunat, tatacara mandi, seputar mandi Jum’at, maka pada posting kali ini kita tambahkan seputar mandi-mandi yang disunnahkan diantaranya:

  1. Mandi Hari Raya
  2. Mandi Ihrom
  3. Mandi Masuk Mekkah
  4. Mandi Ketika Sadar Dari Pingsan
  5. Mandi Ketika Ingin Mengulangi Jima’
  6. Mandi Wanita Istihadhah
  7. Seputar Mandi Setelah Memandikan Mayat.

eBook ini yang versi CHM memuat berbagai hal tentang Thoharoh termasuk seputar Mandi, dan versi DOC dan PDF hanya memuat seputar Mandi.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Penyebab Mandi Wajib

Nama eBook: 5 Hal yang Mewajibkan Mandi
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du:

Saat ini kami akan menjelaskan beberapa hal yang berkenaan dengan mandi (al ghuslu). Yang dimaksud dengan al-ghuslu secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan al-ghuslu secara syari’at adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus. Ibnu Malik mengatakan bahwa al ghuslu (dengan ghoin-nya didhommah) bisa dimaksudkan untuk perbuatan mandi dan air yang digunakan untuk mandi.

Pada eBook ini penulis mengajak kita mengkaji beberapa hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi (al ghuslu), hal ini sangatlah penting untuk kita ketahui karena ini berhubungan dengan ibadah kita sehari-hari…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

15 Faktor Kokohnya Aqidah

Nama eBook: Faktor-faktor Penopang Mantapnya Aqidah
Penulis: Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al-Badr خفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sesungguhnya, ‘Aqîdah Islâmîyah yang murni lagi suci, yang digali dari al-Kitâb dan as-Sunnah, memiliki kedudukan yang tinggi lagi teratas di dalam agama, bahkan kedudukannya bagaikan kedudukan suatu pondasi bagi bangunan, bagaikan kedudukan hati terhadap jasad dan kedudukan akar bagi pohon.

Allôh Ta’âlâ berfirman :

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS Ibrâhîm (14): 24).

Jadi, perkara aqidah ini merupakan perkara yang sangat besar, kedudukannya tinggi dan statusnya mulia. Perkaranya tertanam di dalam jiwa dan terpendam di dalam hati pemiliknya, sehingga dari aqidah-lah mereka beranjak dan condong kepadanya serta demi aqidah pula-lah mereka membela. Begitu tingginya kedudukan aqidah di dalam jiwa dan hati mereka, sehingga menyebabkan hati menjadi mantap dan jiwa menjadi kokoh. Hal ini membuahkan dan membentuk perangai yang baik, manhaj yang lurus, kesempurnaan di dalam amalan, ketekunan di dalam ketaatan dan ibadah, dan menetapi perintah Allôh Tabâroka wa Ta’âlâ. Setiap kali aqîdah ini semakin kokoh tertanam di dalam jiwa dan semakin mantap terpendam di dalam hati mereka, pada saat itulah aqidah akan membawa mereka kepada setiap kebaikan dan mendorong mereka kepada segenap keberhasilan, kebaikan dan keistiqomahan.

Baca pos ini lebih lanjut