Aqidah Imam Qutaibah bin Sa’id

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, setelah kita posting biografi imam Qutaibah bin Sa’id, sekarang kita posting Aqidah beliau, sebagaimana Aqidah para Imam Ahlus Sunnah lainnya demikian pulalah aqidah beliau.

A. Penulis
Qutaibah bin Sa’id bin Jamil bin Tharif Ats-Tsaqafi, al Balkhi, al Baghlani. Dilahirkan di tahun 149 H. Qutaibah adalah guru dari para tokoh-tokoh terkenal, penyusun kutubus sittah [yakni Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Majah], enam kitab induk hadits yang merupakan referensi utama kaum muslimin, merupakan murid-murid beliau, kecuali Ibnu Majah. Selain mereka itu Imam Ahmad bin Hanbali adalah muridnya, muridnya yang lain seperti Nu’aim bin Hammad, Abu Bakr ibnu Abi Syaibah, Yahya bin Ma’in, al Hasan bin Arafah, Ibrahim bin al Harbi, Abu Zur’ah, Ja’far al Firyabi, al Hasan bin Sufyan, Musa bin Harun, Abul Abbas as Sarraj dan yang lainnya.

B. Download eBook (untuk download klik gambar jenis filenya)

  1. Biografi Imam Qutaibah bin Sa’id Download PDF mirror Download PDFatau Download Word,
  2. Aqidah Imam Qutaibah bin Sa’id Download PDF mirror Download PDF.

C. Versi baca online sebagai berikut:

قال الإِمَام أُبُو أَحْـمْد الحَاكِم:

Imam Abu Ahmad al-Hakim berkata [dalam Kitab Syi’ar Ash-habul Hadits]:

سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَاقَ الثَّقَفِيَّ ، قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا رَجَاء قُتَيْبَةَ بْنَ سَعِيدٍ قَالَ:

Saya mendengar Muhammad bin Ishaq ats-Tsaqafy berkata: Saya mendengar Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id berkata:

هَذَا قَوْلُ الْأَئِمَّةِ الْمَأْخُوْذِ فِي الْإِسْلَامِ وَالسُّنَّةِ:

Ini adalah Ucapan para Imam yang dipegang dalam Islam dan Sunnah:

الرِّضَا بِقَضَاءِ اللّٰهِ وَالِاسْتَسْلَامُ لَأَمْرِهِ، وَالصَّبْرَ عَلَى حُكْمِهِ،

Ridha kepada ketentuan Allah dan berserah diri kepada perintah-Nya serta bersabar kepada hukum-Nya,

وَالْإِيْمَانُ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ،

Dan beriman kepada takdir baik dan yang buruk,

وَالْأَخْذُ بِمَا أَمَرَ اللّٰهُ وَالنَّهْيُ عَمَا نَهَى اللّٰهُ عَنْهُ،

Melaksanakan segala hal yang Allah perintahkan dan meninggalkan segala sesuatu yang Allah larang,

وَإِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلّٰهِ،

Dan mengikhlaskan amalan untuk Allah,

وَتَرْكُ الْجِدَالِ وَالْمِرَاءِ وَالْخُصُوْمَاتِ فِي الدِّيْنِ،

Dan meninggalkan jidal (perdebatan), mira’ (pertengkaran), dan khusumat (perselisihan) dalam agama,

وَالْمَسْحُ عَلَى الْخَفَّيْنِ،

Dan Mengusap di atas kedua sepatu (khuff),

وَالْجِهَادُ مَعَ كُلِّ خَلِيْفَةٍ، جِهَادُ الْكُفَّارِ، لَكَ جِهَادُهُ وعَلْيْهِ شَرَّهُ،

Dan berjihad bersama khalifah, yaitu jihad terhadap orang-orang kafir. Untuk engkau (pahala) jihadnya, sedangkan kejelekan (dosa) bagi mereka,

وَالْجَمَاعَةُ مَع َكُلِّ بَرٍ وَفَاجِرٍ – يَعْنِي الْجُمُعَةُ وِالْعِيْدَيْنِ،

Dan berjama’ah bersama setiap pemimpin yang baik dan fajir, yaitu (dalam shalat) Jum’at dan dua ‘Id,

وَالصَّلَاةُ عَلَى مَنْ مَاتَ مِنْ أَهْلِ الْقِبْلَةِ ��َنَةٌ،

Dan menshalati siapa saja di antara ahli kiblat (muslim yang mengerjakan shalat dengan menghadap kiblat) yang meninggal adalah sunnah,

والْإِيْمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ، الْإِيْمَانُ يَتَفَاضَلُ،

Dan Iman adalah ucapan dan amalan, juga iman itu ber-jenjang,

وَالْقُرْآنُ كَلَامُ اللّٰهِ،

Dan Al-Qur’an adalah kalam Allah,

وَأَنْ لَا نُنْزِلَ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ الْقِبْلَةِ جَنَّةَ وَلَا نَارًا، وَلَا نَقْطَعُ الشَّهَادَةَ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَهْلِ التَوْحِيْدِ، وَلَا نُكَفِّرُ أَحَدًا بِذَنْبٍ إِلَّا تَرْكُ الصَّلَاةَ وَإِنْ عَمِلَ بِالْكَبَائِرِ،

Dan kami tidak memastikan surga dan neraka untuk siapa saja di antara ahli kiblat. Dan kami tidak pula memastikan kesyahidan (mati syahid) untuk seseorang pun dari ahli tauhid, dan kami tidak mengkafirkan seorangpun lantaran dosa, kecuali (dosa) meninggalkan shalat, meskipun dia melakukan dosa-dosa besar.

وَأَنْ لَا نَخْرُجَ عَلَى الْأُمَرَاءِ بِالسَّيْفِ وَإِنْ حَارَبُوا، وَنَتَبَرَّأُ مِنْ كُلٍّ يَرَى السَّيْفِ عَلَى الْمُسْلِميْنَ كَائِنًا مَنْ كَانَ،

Dan kami tidak melakukan khuruj [kudeta, pembangkangan] dengan pedang terhadap umara, walaupun mereka memerangi (kami). Kami berlepas diri dari siapa saja yang memandang (pembolehan mengangkat) pedang terhadap kaum muslimin, siapapun orang tersebut,

وَأَفْضَلُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُوْ بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ،

Dan sebaik-baik umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar, selanjutnya Utsman,

وَالْكَفُّ عَنْ مَسَاوَئِ أَصْحَابِ مُحَمَّدِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَّلَمَ، وَلَا نَذْكُرُ أَحَدًا مِنْهُمْ بِسُوْءٍ، وَلَا نَنْتَقِصُ أَحَدًا مِنْهُمْ،

Dan menahan diri dari membicarakan kejelekan-kejelekan para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kami tidak menyebut seorangpun di antara mereka dengan kejelekan, serta kami tidak mencela seorang pun di antara mereka,

وَنُؤْمِنُ بِالرُّؤْيَةِ، وَالتَّصْدِيْقُ بِالْأَحَادِيْثِ الَّتِيْ جَاءَتْ عَنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَّلَمَ فِيْ الرَّؤْيَةِ حَقَّ،

Dan kami beriman tentang ru’yah [melihat Allah pada hari kiamat] dan membenarkan hadits-hadits yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ru’yah adalah suatu yang haq,

وَاتِّبَاعُ كُلَّ مَاجَاءَ عَنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَّلَمَ إِلَّا أَنْ يُعْلَمُ أَنَّهُ مَنْسُوْخٌ فَيُتْبَعُ نَاسِخُهُ،

Dan mengikuti setiap atsar (hadits) yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali bila diketahui telah mansukh, maka seseorang mengikuti nasikh-nya.

وَعَذَابُ الْقَبْرِحَقٌّ،

Dan Adzab kubur adalah haq,

وَالْمِيْزَانُ حَقٌّ،

Dan al-Mizaan (timbangan amal di hari akhirat) adalah haq,

وَالْحَوْضِ حَقٌّ،

Dan al-Haudh (telaga) adalah haq,

وَالشَّفَاعَةُ حَقٌّ،

Dan syafa’at adalah haq,

وَقَوْمٌ ��َخْرُجُوْنَ مِنَ النَّارِ حَقٌّ،

Dan (bahwa) suatu kaum akan keluar dari neraka adalah haq,

وَخُرُوْجُ الدَّجَّالِ،

Dan keluarnya dajjal [adalah haq],

وَالرَّجْمُ حَقٌّ،

Dan hukum rajam adalah haq,

وَإِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يُحِبُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، وَمَالِكَ بْنَ أَنَسٍ، وَأَيُّوْبَ السَّخْتِيَانِي، وَعَبْدَ اللّٰهِ بْنِ عَوْنٍ، وَيُوْنُسَ بْنَ عُبَيْدٍ، وَسُلَيْمَانَ التَّيْمِيَّ، وَشَرِيْكًا، وَأَبَا الْأَحْوَصِ، وَالْفُضَيْلَ بْنَ عِيَاضٍ، وَسُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ، وَاللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ، وَابْنَ الْمُبَارَكِ، وَوَكِيْعَ بْنَ الْجَرَّاحِ، وَيَحْيَى بْنَ سَعِيْدٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنَ مَهْدِيٍّ، وَيَحْيَى بْنَ يَحْيَى، وَأَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ، وَإِسْحَاقَ بْنَ رَاهَوَيْهِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ عَلَى الطَّرِيْقِ،

Dan apabila engkau melihat seseorang mencintai Sufyan ats-Tsury, Malik bin Anas, Ayyub as-Sakhtiyany, Abdullah bin ‘Aun, Yunus bin ‘Ubaid, Sulaiman at-Taimy, Syarik, Abul Ahwash, al-Fudhail bin ‘Iyadh, Sufyan bin ‘Uyainah, al-Laits bin Sa’ad, Ibnu Mubarak, Waki’ bin al-Jarrah, Yahya bin Sa’id, Abdurrahman bin Mahdy, Yahya bin Yahya, Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahawaih, ketahuilah bahwa orang itu berada di atas jalan (Sunnah),

وَإِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَقُوْلُ: هَؤُلَاءِ الشُّكَّاكُ، فَاحْذَرُوْهُ، فَإِنَّهُ عَلَى غَيْرِ الطَّرِيْقِ،َ

Dan apabila engkau melihat seseorang berkata bahwa mereka (para imam ahlus sunnah tersebut diatas) adalah para peragu, berhati-hatilah dari orang itu, sungguh orang itu berada di atas selain jalan (Sunnah),

وَإِذَا قَالَ: الْمُشَبِّهَةُ، فَاحْذَرُوْهُ فَإِنَّهُ جَهْمِيٌّ،

Dan bila (orang tersebut) berkata bahwa (mereka/ahlus sunnah) adalah Musyabbihah, berhati-hatilah dari orang itu, sungguh orang tersebut adalah seorang Jahmy,

وَإِذَا قَالَ: الْمُجَبِّرَةُ، فَاحْذَرُوْهُ، فَإِنَّهُ قَدَرِيٌّ،

Dan apabila orang itu berkata (mereka/ahlus sunnah) adalah Mujabbirah, berhati-hatilah dari orang itu, sungguh orang itu adalah seorang Qadary,

وَالْإِيْمَانُ يَتَفَاضَلُ، وَالْإِيْمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنِيَّةٌ، وَالصَّلَاةُ مِنَ الْإِيْمَانِ، وَالزَّ كَاةُ مِنَ الْإِيْمَانِ، وَالْحَجُّ مِنَ الْإِيْمَانِ، وَإِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الْطَرِيْقِ مِنَ الْإِيْمَانِ،

Dan Iman itu berjenjang, Iman adalah ucapan, amalan dan niat. Shalat adalah keimanan, zakat adalah keimanan, haji adalah keimanan dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah keimanan,

وَنَقُوْلُ: النَّاسُ عِنْدَنَا مُؤْمِنُوْنَ بِالْاِسْمِ الَّذِي سَمَّاهُمُ اللّٰهُ وَالْإِقْرَارُ وَالْحُدُوْدُ وَالْمَوَارِيْثُ، وَلَا نَقُوْلُ حَقًّا وَلَا نَقُوْلُ عِنْدَ اللّٰهِ وَلَا نَقُوْلُ كَإِيْمَانِ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ لِأَنَّ إِيْمَانَهُمَا مُتَقَبَّلٌ،

Dan kami berkata bahwa manusia menurut kami adalah mukmin dengan nama yang Allah namakan. (demikian pula dalam) iqrar, hudud dan warisan. Kami tidak berkata (bahwa sesorang adalah mukmin) yang sebenarnya, kami tidak berkata (bahwa seseorang merupakan mukmin) di sisi Allah, juga kami tidak berkata (bahwa seseorang memiliki keimanan) seperti keimanan Jibril dan Mikail, karena keimanan mereka berdua diterima,

وَلَا يُصَلَّى خَلْفَ الْقَدَرِيِّ وَلَا الرَّافِضِيِّ وَلَا الْجَهْمِيِّ،

Dan janganlah shalat dibelakang Qadary, Rafidy [Syi’ah] dan Jahmy,

وَمَنْ قَالَ: إِن هَذِهِ الآيَةَ مَخْلُوْقَةٌ فَقَد فَهُوَ كَفِرٌ : ﴿ إِنَّنِيٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِي﴾ وَماَ كَانَ اللّٰهُ لَيَأْمُرَ مُوْسَى أَنْ يَعْبُدَ مُخْلُوْقًا،

Dan siapa saja yang berkata bahwa ayat ini adalah makhluk, sungguh dia telah kafir, “sesungguhnya Aku adalah Allah. Tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Aku, maka sembahlah Aku” (QS. Thaha: 14), Tidaklah Allah memerintah Musa untuk menyembah suatu makhluk,

وَيُعْرَفُ اللّٰهُ فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ عَلَى عَرْشِهِ كَمَا قَالَ: ﴿ الرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى * لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى ﴾

Dan mengetahui Allah di langit ketujuh di atas Arsy-nya sebagaimana firman-Nya, “Ar-Rahman (Allah) Yang Maha Pemurah, yang ber istiwa’ di atas ‘Arsy . Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit dan di bumi, semua yang berada di antara keduanya, dan semua yang berada di bawah tanah” (QS. Thaha: 5-6),

وَالْجَنَّةُ وَالنَّارُ مَخْلُوْقَتَانِ وَلَا يَفْنَيَانِ،

Dan Surga dan Neraka adalah dua makhluk (yang telah dicipta) dan tidak akan sirna,

وَالصَّلَاةُ فَرِيْضَةٌ مِنَ اللّٰهِ وَاجِبَةٌ بِتَمَامِ رُكُوْعِهَا وَسُجُوْدِهَا وَالْقِرَاءَةِ فِيْهَا.

Dan shalat adalah kewajiban dari Allah dengan kesempurnaan rukuk, sujud dan bacaannya.[]

Biografi Qutaibah bin Sa’id al-Bakhli: Guru Para Ulama Terkemuka

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Siapa yang tidak mengenal imam Ahmad, begitu pula imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i. Tentunya nama-nama tadi sudah sangat tidak asing lagi di telinga kita. Tak usah heran, kitab-kitab mereka adalah kitab rujukan utama dalam bidang hadits. Nah, tahukah pembaca sekalian bahwa mereka, para imam-imam hadits tersebut, pernah memiliki guru yang sama? Salah satu guru mereka adalah Qutaibah bin Sa’id.

Qutaibah bin Sa’id bin Jamil bin Tharif Ats-Tsaqafi, al Balkhi, al Baghlani. Dilahirkan di tahun 149 H. Beliau adalah pemuda yang semangat belajar, banyak melakukan perjalanan dalam thalabul ilmi, belajar dari tiga angkatan ulama, berumur panjang. Sederetan nama ulama besar belajar kepadanya.

Beliau berumur panjang. Beliau meninggal berumur 90 tahun. Beliau menimba ilmu yang banyak dari para ulama. Di antara guru beliau adalah Imam Malik, Laits bin Sa’ad (ulama besar Mesir), dan masih banyak lainnya.

Qutaibah adalah guru dari para tokoh-tokoh terkenal. Penyusun kutubus sittah, enam kitab induk hadits yang merupakan referensi utama kaum muslimin, merupakan murid-murid beliau. Kecuali Ibnu Majah. Namun, Ibnu Majah pun sebenarnya juga meriwayatkan dari beliau, hanya saja melalui perantara.

Abu Bakr al Atsram berkata, “Saya pernah mendengar Ahmad bin Hanbal ketika disebut Qutaibah, beliau langsung memujinya.”.

Qutaibah sangat mencintai para ulama yang mengagungkan sunnah. Hal ini merupakan bentuk nyata pengagungan beliau terhadap sunnah. Beliau pernah mengatakan, “Asy Syafi’i adalah imam.”.

Abu Zur’ah berkata, “Saya pernah mendengar Qutaibah bin Said mengatakan, ‘Ats Tsauri meninggal, mati pulalah sifat wara’, Asy Syafii meninggal mati pulalah sunnah-sunnah, kelak Ahmad meninggal akan muncul bid’ah-bid’ah.’”.

Qutaibah meninggal pada bulan Sya’ban tahun 240 H di Baghlan dalam usia 90 tahun. Telah menghabiskan waktu yang panjang dalam membela sunnah dan para pembawanya. silahkan simak biografi beliau lebih lengkap dalam eBook ini….

Download:

 Download PDF mirror Download PDFatau Download Word

Belajar Akidah Ahlussunnah dari Mandzhumah Haiyah Ibnu Abi Dawud

Download:
Download PDF atau Download PDFatau Download PDF

Biografi Syaikh Abdul Qodir Al-Mandili Al-Indonesia Asy Syafi’i

Download:
Download PDF atau Download PDF atau Download Wordatau Download Word

Intisari Aqidah Salaf

Download:
Download PDF atau Download PDF

Aqidah Imam Sufyan ats-Tsauriy

اعتقاد أبي عبد الله سفيان بن سعيد الثوري

أَخْبَرَنَا محمد بن عَبْدُ الرحمنِ بن العَبَّاس حَدَّثَنَا أَبُو الْفَضْلِ شُعَيْبُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الرَّاجْيَانِ، قَال: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ الطَّائِيُّ الْمَوْصِلِيُّ بِسُرَّ مَنْ رَأَى فِي سَنَةِ سَبْعٍ وَخَمْسِينَ وَمِائَتَيْنِ. قَالَ: سَمِعْتُ شُعَيْبَ بْنَ حَرْبٍ،

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Al-‘Abbas, ia berkata: “Telah menyampaikan kepada kami Abu Al-Fadhl Syu’aib bin Muhammad bin Ar-Rajiyan, ia berkata: Telah menyampaikan kepada kami ‘Aliy bin Harbi Al-Muwashaliy di Surra man Raa pada tahun 257 H , beliau berkata: Saya mendengar Syu’aib bin Harb berkata:

يَقُولُ: قُلْتُ لأَبِي عَبْدِ اللَّهِ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ مُنْذِرٍ الثَّوْرِيِّ: حَدِّثْنِي بِحَدِيثٍ مِنَ السُّنَّةِ يَنْفَعُنِي اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ. فَإِذَا وَقَفْتُ بَيْنَ يَدَيِ اللهِ تبارك وتعالى وَسَأَلَنِي عَنْهُ. فَقَالَ لِي: مِنْ أَيْنَ أَخَذْتَ هَذَا؟ قُلْتُ: يَا رَبِّ حَدَّثَنِي بِـهَذَا الـحَدِثِ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، وَأَخَذْتُهُ عَنْهُ؛ فَأَنْجُوَ أَنَا وَتُؤْخَذَ أَنْتَ.

Aku berkata kepada Abi ‘Abdillah Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauriy: Kabarkanlah kepadaku suatu hadits dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Allah akan memberikan manfaat kepadaku dengannya jikalau aku telah berada dihadapan-Nya dan Dia menanyaiku tentangnya. Dan Allah berfirman kepadaku: Dari mana engkau dapatkan hal itu? Aku akan katakan: Ya Rabb, Sufyan Ats-Tsauriy memberitahukan kepadaku perkataan tersebut, maka aku mengambilnya darinya, dan akupun terbebaskan dan engkaulah yang akan dimintai pertanggung jawabannya.

فَقَالَ لِي سُفْيَانُ: يَا شُعَيْبُ هَذَا تَوْكِيدٌ وَأَيُّ تَوْكِيدٍ، اكْتُبْ:

Kemudian beliau -Ats Tsauriy- berkata: Ya Syu’aib, ini adalah sebuah penegasan, sungguh-sungguh suatu penegasan. Tulislah!:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ؛

Baca pos ini lebih lanjut

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Nama eBook: Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Kami memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, keinginan kami untuk memposting tentang Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Syaikh Ibn Utsaimin terkabul pada kesempatan ini, dimana sebelumnya telah kami posting secara terpisah.

Cukuplah tentang kitab ini sebagaimana yang digambarkan Imam Abdul ‘Aziz bin Baz, beliau rahimahullah berkata: Setelah saya tela’ah dan dengarkan seluruh isi risalah tentang aqidah, yang bermutu dan ringkas, disusun oleh saudara kita yang Mulia Al-‘Allaamah Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin, saya dapati risalah ini mencakup keterangan tentang aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah dalam masalah tauhid kepada Allah, Asma’ dan Sifat-Nya, juga masalah-masalah iman kepada para malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhirat dan qadar yang baik maupun yang buruk.

Dalam risalah yang disusunnya ini, beliau telah berbuat sesuatu yang baik serta bermanfaat, dan telah menyebutkan hal-hal yang diperlukan para penuntut ilmu serta setiap muslim dalam keimanannya kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhirat dan qadar baik dan buruk.

Di samping itu, beliau telah merangkumkan banyak masalah yang bermanfaat, yang berkaitan dengan aqidah, yang kadangkala tidak terdapat dalam kitab lain yang ditulis dalam hal aqidah.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Ilmu dan Iman Salafus Shalih

Nama eBook: Salaf Shalih antara Ilmu dan Iman
Penulis: Syaikh Abdullah bin Abdurrohman al-Jibrin رحمه الله

Segala puji hanya bagi Alloh, aku memuji, memohon pertolongan dan petunjuk hanya kepadanya. Juga aku memohon kepada-Nya taufik untuk mendapatkan ilmu yang benar. Semoga salam dilimpahkan kepada Nabi termulia Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan para sahabatnya. Wa ba’du.

Kelompok manusia yang akan mendapat kemenagan yang besar berupa ridho dan surga Allah hanyalah dua golongan saja atau kalau dirinci hanya tiga golongan saja yaitu:

1. Muhajirin
2. Anshor
Kedua golongan ini adalah satu yakni Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم
3. Orang-orang yang mengikuti mereka (sahabat) dengan baik.

Sebagaimana firman Allah:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Baca pos ini lebih lanjut

Dakwah Salafiyyah

Nama eBook: Dakwah Salafiyyah
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله

Pengantar:

Ini adalah penjelasan tentang dakwah salafiyyah oleh Imam al-Albani, salah satu ulama di abad kontemporer ini yang giat menyerukan dakwah salafiyyah. sebuah pertanyaan diajukan kepada beliau: “Mengapa dinamakan Salafiyyah? Apakah Salafiyyah merupakan dakwah Hizbiyyah, ataukah sebuah dakwah yang mengajak kepada kelompok atau madzhab tertentu? Apakah Salafiyyah sebagai kelompok jamaah atau firqah baru dalam Islam?”, simak jawaban beliau dalam eBook ini dan semoga mengungkap tirai bagi yang belum/baru mengenal dakwah ini…

Download:
Dakwah Salafiyyah: doc dan pdf

Tulisan terkait
Tiga Landasan Utama Manhaj Salaf
Tauhid Prioritas Utama
Tiga Landasan Utama

Aqidah Salaf Ashhabul Hadits

Judul eBook: Aqidah salaf Ashhabul Hadits
Penulis: Syaikhul Islam Abu Ismail Ash-Shabuni  رحمه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka sampai akhir zaman. Amma Ba’du:

Bahasan tentang aqidah amatlah penting selalu kita pelajari dan kita segarkan kembali ingatan kita tentang masalah yang amat penting ini, Alhamdulillah pokok aqidah para imam Ahlus Sunnah adalah seragam yang menunjukkan bahwa ia diambil dari sumber yang sama, kali ini adalah tulisan Imam Abu Ismail ash-Shabuni yang membahas cukup detil Aqidah yang diyakini dari para Salaf Ahlul Hadits yang mereka adalah imam-imam kaum muslimin.

Adapun tema eBook ini adalah:

  1. Biografi Syaikhul Islam Abu Ismail Ash-Shabuni
  2. Keyakinan Ashhabul Hadits Tentang Sifat-Sifat Allah
  3. Pernyataan Ashhabul Hadits Tentang Sifat-Sifat Allah
  4. Baca pos ini lebih lanjut