Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Musik

Download (Sebagian) Soundtrack "Lari Dari Blora"

Setelah lama dinanti, datanglah yang dicari! Tadaaaaaaa! Soundtrack Lari Dari Blora Meskipun "sedikit" melanggar hukum, setelah sekian lama mencari akhirnya berhasil juga menemukan beberapa lagu original soundtrack  film "Lari Dari Blora"  yang cukup diincar beberapa orang di negeri ini. Cukup kecewa sebenarnya ada dua lagu yang belum berhasil didapat, yaitu "Nyanyian Burung dan Bebatuan " dan " Dendang Indonesia ." Akan tetapi, untuk sementara semoga sedikit persembahan dari saya menjadi obat rindu bagi Sahabat Manyar yang menyukai lagu-lagu film yang diperankan almarhum WS. Rendra tersebut. Berikut link untuk download  lagu-lagu OST Lari dari Blora : Rafika Duri - Bebatuan Rimbun Jati Marce GS & Francisca Tantri - Suatu Masa Marce GS & Francisca Tantri - Aku Letih Engkau Tak Datang Akhlis Suryapati - Lautan Cahaya Semoga bermanfaat! Sumber Gambar :  Jejak-Jejak Manyar - Soundtrack LARI DARI BLORA : Where...

Kidung Buana*

Tanpa kata. Hanya irama alun menggema. Tanpa rima. Biarkan hasrat riang berterka : pada matahari . Pada langit pagi . Pada puisi yang remah berbangkit di hati . Tanpa hirau. Hanya hening bak malam di atas danau. Tanpa gurau. Biarkan wajah merangkak melepas galau : pada nebula mimpi . Pada semburat partikel janji . Pada sepadang misteri racik simphoni. Tanpa puja. Hanya sepasang telinga khusyuk menjamah. Tanpa damba. Biarkan jiwa lepas memepah : segala duka . Segala luka . Segala dusta yang mewabah di dunia . Dan akhirnya. Orkestra masih bersuara. Merayap dari argadwipa. Menuju kekosongan jiwa.      Kidung Buana ... *Terinspirasi Highland , dipopulerkan Yanni (Album " If I Could Tell You ", 2000)

Improvisasi

Improv! Tak perlu kaku Berjalanlah dengan iramamu! Kata siapa bising itu sinting? Kata siapa berdebu itu kelabu? Tengoklah riuh rendah di depan kepalamu! Keindahan mana yang seperti itu? Tak perlu kaku Berjalanlah! Berjalanlah! Dan, Tak perlu bisu! Bernyanyi lah dengan hatimu! Kata siapa sumbang itu jalang? Kata siapa buta nada memaksamu kehilangan suara ? Kata siapa, hah? Dengarkan sahut bunyi di balik telingamu! Kemerduan mana memersis itu? Tak perlu bisu! Bernyanyilah! Bernyanyilah! Improvisasilah! Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Kebebasanku (Inilah Aku)

Dan Inilah Aku Dan inilah aku . Inilah kebebasanku . Haruskah kutegaskan padamu? Ku arungi langkah ku sendiri. Tak peduli apapun pendapatmu. Persetan dengan segala hujatmu. Inilah aku. Inilah jalan ku. Kata . Rima. Nada. Mengalir dalam darah mu memuja segala. Buat apa mendengarkan petuahmu jika kau gentar menjadi aku? Gunakah menuruti ocehmu jika kau tak mengenal alur takdirku? Inilah aku. Inilah hidup ku. Ku tak mau menuruti arus gelombang. Biarpun ia menegaskan pada lembah elok yang memadang . Ku tak mau mengikuti laju sang bayu. Untuk apa begitu?  Inilah aku. Inilah pikirku. Agama . Sejarah . Pandangan kekuasaan yang kau sodorkan di jidatku. Mengapa ku harus mengikutinya? Bukankah aku punya jiwa? Haruskah kau paksakan mereka seakan aku tak bisa membedakannya : mana yang benar dan mana yang salah ?  Kau lupa dirimu sendiri sesat memandang mereka? Haruskah ku mengikutinya? Inilah aku. Inilah hatiku. Ku lalui umurku dengan taqwaku. Asas. BisikanNya sudah menje...

[Khusus Cewek] Ranting Tua Itu... Ayah-Ibu Kita! : Pesan Moral Tembang "Setangkai Tunas"

Begitulah Orang Tua Kita MUNGKIN  sedikit heran melihat judul artikel Jejak-Jejak Manyar  sore ini. Kok tumben dikhususkan bagi kaum hawa? Apa kaum adam tidak boleh masuk? Sebenarnya artikel ini readable for all gender . Tapi, secara bobot poin pembahasan, artikel ini secara sederhana banyak diperuntukkan buat perempuan dimanapun berada. Kaum adam bisa ikut menyimak saja. Barangkali ingin komentar? Silahkan. Kotak komentar saya terbuka bagi setiap gender dan kelompok. Omong-omong, topik kita hari ini apa? Apa hubungannya orang tua dan ranting tua ? Yang jelas bukan sama-sama tua. Penasaran? Check this out! Oh, iya. Seandainya dalam alinea-alinea berikutnya ada istilah ' Sahabat Manyar ,' maka secara spesifik panggilan tersebut saya tujukan bagi pembaca artikel ini yang bergender perempuan. Alasan nya? Silahkan baca alinea di atas. Oke? Lanjut! *** Pernahkah orang tua kita bersikap tegas pada Sahabat Manyar? Melarang pergi kencan pada suatu malam Minggu tertentu...

"Matahari" Ala Chrisye-Aning Katamsi : Hikmah di Balik Gejolak BBM

Kelam Berharap SEBELUM kita berbincang lebih jauh, simak dulu yuk lirik manis dari tembang yang melegenda ini? Ada banyak makna dan interpretasi (penafsiran) yang bisa kita tangkap dari tembang karya Om Eros Djarot dan Om Jockie S. ini. MATAHARI Oleh Chrisye-Aning Katamsi (BPB '99) Musim berlalu resah menanti Matahari pagi bersinar gelisah Kini... Semua bukan milikku Musim itu t'lah berlalu Matahari segera berganti... Dimana kau timbun daun yang layu? Makin gelisah aku menanti :    Matahari dalam rimba kabut pagi Sampai kapankah aku harus menanti? Awan yang hitam tenggelam dalam dekapan Daun yang layu berguguran di pangkuan Kapan badai pasti berlalu? Resah aku menunggu Kapan badai pasti berlalu? Badai pasti berlalu Haaaaa... Haa haa haaaaa haa haa Haa haa haa haaa haa Haa haa haa haa haa haa haaaa Dimana kau timbun daun yang layu? Makin gelisah aku menanti Matahari dalam rimba kabut pagi Sampai kapankah aku harus menanti? Musim berlalu resah menanti Matahari pagi ...

Nasehat Chrisye Untuk Para Aktivis : Refleksi Lagu "Hilangnya Sebuah Pribadi"

Selentingan Sang Legenda CHRISYE (alm.) , sosok musisi legendaris yang meledak dan masuk ke kancah musik nasional dengan debut Badai Pasti Berlalu tahun 1977 dikenal sebagai sosok penyanyi solo pria yang anteng (Jawa : diam, tenang, tidak banyak tingkah). Publik mengenal beliau dengan lagu -lagu yang secara umum bernafaskan cinta. Dan, memang itulah yang terkenal dari beliau. Tapi, tahukah di antara Sahabat Manyar sekalian jika beliau juga "aktif" menembangkan lagu-lagu yang humanis dan ada kalanya mengusung tema kritik sosial? Tulisan kali ini akan membedah salah satu lagu Om Chrisye yang cukup kental nuansa kritik sosialnya. Dan yang lebih penting, cukup relevan dengan situasi kita saat ini. *** Di tahun 1984 (setidaknya demikian dalam folder album yang saya miliki), Om Chrisye bersama-sama dengan dua sosok musisi kawakan lainnya, yaitu Om Eros Djarot dan Om Jockie S., melahirkan sebuah karya musik baru yang menjadi album lagu kesekian Om Chrisye. Album t...

Penjara Ironi (Elegi Kaum Epigon)

Langkah manusia tertatih Merunduk dalam sepi; tertunduk dalam perih Ambisi selawas mimpi Angan-angan? Terbuang di lorong dengki Akhir Epigonisme Mereka melihat dengan mata    sayang, tak bijak menarik hikmah Mereka dengar dengan telinga    sayang, tak peduli realita Mereka meraba dengan jiwa    dan sayang : mereka tak lagi punya jiwa! Fajar menjadi gelora Sinar langit jadi pertanda Mereka, manusia-manusia gila, berhamburan ke udara Mereka raih apa saja yang ingin diraih :    batu. api. udara. debu. bahkan jejak kaki. Bayang-bayang iri melesak bagai janji Selalu. Selalu saja begitu Setiap hari Setiap waktu Mereka tak pernah mau mengerti Tak akan pernah mengerti Kini. Tengoklah! Di padang sesal berlaksa manusia merengek binal Mereka menangisi tangan mereka yang hampa Mereka meratapi kaki mereka yang sia Mereka mengutuki usia tersisa    "Apa ku dapat?"    "Apa ku buat?"    "Apa k...

Sudahkah Kita Berdo'a Malam Ini?

Ya. Sudahkah kita berdo'a malam ini? Kepada Tuhan? ALLAH SWT. tidak bertambah kemuliaanNya karena kita beribadah kepadaNya. Dan Allah SWT. tidak akan bertambah kekuasaanNya "hanya" karena kita, makhluk ciptaanNya, menyembahNya. Kita beribadah kepadaNya semata-mata karena kodrat kita yang lemah sebagai makhluk dan memohon belas kasihNya untuk menjaga kehidupan dan jalan kehidupan kita. Kita berdo'a kepada Allah SWT.-atau Tuhan dalam kepercayaan dan keyakinan Sahabat Manyar sekalian : karena kita membutuhkanNya . Kita berdo'a kepadaNya sebagai wujud terima kasih kita, syukur kita atas segala karunia yang Ia berikan pada kita hari ini. Masih sehatkah tubuh kita hari ini? Masih jelaskah penglihatan, pendengaran, dan indera kita lainnya hari ini? Masih gagahkah diri kita hari ini? Masih lancarkah lidah kita berkata-kata hari ini? Masihkah? Masih sempatkah kita melahap sesuap nasi hari ini? Masih bisakah kita menghirup udara bebas hari ini? Masih bisaka...

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

Jasmerah! MANUSIA tidak pernah tahu detil kisah hidupnya. Itulah (salah satu) makna yang tertangkap otak saya dalam film My Way besutan Kang Je-Gyu. Komplikasi cerita dan permainan karma yang membola menjadi refleksi tegas bahwa setiap sisi perbuatan manusia akan menciptakan balasan bagi manusia itu sendiri. Persaingan antara Kim Jun-shik (Jang Dong-gun) dan Hasegawa Tatsuo (Joe Odagiri) sedari kecil memuncak hingga akhirnya perang menjadikan mereka sebagai dua orang sahabat. Meski agak terlambat, kesadaran keduanya yang terseret dalam arus perang sedemikian panjang menyadarkan kita bahwa Kebencian bukanlah obat yang tepat untuk menutupi kekurangan kita . Kekuasaan yang kita miliki tidak dapat meninggikan derajat kita, malah ia akan menjatuhkan kita ke dalam penyesalan yang panjang. Seperti perbuatan Tatsuo yang menyebabkan Jun-shik dan rekan-rekannya dihukum menjadi tentara sukarela Pasukan Jepang melawan Rusia yang berujung tertawannya Tatsuo sendiri. Lepas dari begitu menarik...